..::My Diary is My Best Friend::..

August 9, 2007

PKS menang, Fauzi Menang, 20 Parpol kalah.

Filed under: Umum

Hasil PILKADA DKI memang sudah bisa
ditebak, Adang-Dani kalah dan Fauzi Bowo
menang.
Tapi ada hal menarik yang patut kita
pikirkan bahwa kekalahan PKS pada
PILKADA ini sesungguhnya adalah kemangan
PKS. Kenapa?
Kita lihat pada PEMILU 2004, PKS hanya
mendapatkan suara 25 % suara, sedangkan
pada PILKADAL ini PKS melalui Adang-DAni
memperoleh 45 % suara. Artinya suara PKS
naik 20 %.
Sedangkan koalisi Jakarta yang pada
PEMILU 2004 mendapatkan 75 % suara, tapi
pada PILKADA ini hanya mampu mendapatkan
55 % suara. Padahal mereka sudah bersatu
menjadi 20 Partai Politik untuk
menghadapi sebuah partai anak muda yang
baru berumur 4 tahun ; PKS.
Sesungguhnya yang kalah cuma satu, yakni
koalisi Jakarta. KIta akan runut
kekalahan mereka.
I. Dari sisi suara pada PILKADA ini.
Seperti yang telah saya tulis diatas,
bahwa suara koalisi Jakarta turun 10 %
dan PKS naik 20 % suara.
2. Jika memang benar tulisan dari
seorang kawan saya tentang black
campaign untuk adang agar warga jakarta
ikut memilih pada PILKADA DKI Jakarta
ini jika tidak ingin Adang menang, maka
dapat dikatakan bahwa ajakan tidak
GOLPUT mereka sukses dan himbauan untuk
tidak memilih adang gagal total, sekali
lagi, semestinya jika himbauan mereka
didengarkan maka suara koalisi jakarta
akan naik, bukannya malah turun.
3. Dari sisi ekonomi
PKS hanya sendiri, FAuzi di usung oleh
20 PARPOL, sedangkan beda dana kampanye
adang-dani dan fauzi-prijanto adalah
satu miliyar, ini artinya kekuatan PKS
dalam sisi ekonomi nyaris sama dengan
kekuatan ekonomi 20 parpol tadi, yang
termasuk disana GOLKAR, PDIP, PAN, PKB,
dan lainnya.
4. Masa depan cerah milik PKS.
Jika pernyataan adang saat konfrensi
pers pada waktu pencoblosan adalah
tetap, dimana adang akan tetap di PKS,
maka dapat kita pastikan bahwa suara PKS
di 2009 untuk daerah jakarta adalah 45 %
tadi. Sedangkan koalisi Jakarta yang
pada 2009 dipastikan akan pecah harus
memperebutkan 55 % suara tadi,
bayangkan, 55 % suara diperebutkan oleh
20 PARPOL, maka akan dapat ditarik
kesimpulan bahwa PKS partai terkuat di
Jakarta saat ini dan 2009.
5. Bergaining PKS semakin tinggi.
Posisi tawar PKS di perpolitikan
nasional naik tajam, setelah dikeroyok
di Pekanbaru, dimana di PILKADA
Pekanbaru PKS juga dikeroyok oleh 20
Parpol dan suara PKS ketika itu
mendapatkan 45 % suara, dan lawannya
mendapatkan 55 % suara.
Pengoroyokan serupa juga dilakukan oleh
parpol yang sama di DKI Jakarta dan
hasilnya pun nyaris sama, padahal
rentang waktu 2004 dan PILKADA DKI
adalah 3 tahun saja. Artinya untuk 3
tahun bekerja, PKS mampu melipatkan
dirinya naik 20 % suara, Jika kita bagi
20 % tadi, maka pertahunnya PKS mampu
menaikkan suaranya sekitar 6,7 %. Dan
untuk 2009 diprediksikan suara PKS akan
naik menjadi 33,5 %, jika kita gabubgkan
dengan suara PKS pada 2004, maka
kekuatan akhir PKS di Jakarta adalah
58,5 % suara. Dahsyat!
6. Terpecahnya partai peserta koalisi
jakarta.
Kita ketahui bahwa 6 gerakan pemuda
milik 6 parpol peserta koalisi jakarta
melarikan suaranya ke ADang, diantarnya
adalah gerakan pemuda ka’bah, atau yang
lainnya. Tentu kekecawaan pemuda di
parpol tersebut bukan tidak mungkin
membuat mereka pindah kandang ke PKS.
Karena melihat kesolidan dan militannya
orang-orang PKS.
setidaknya itu adalah list kekalahan
Koalisi “20 parpol” Jakarta, dan lain
waktu akan saya tulis kemenganan PKS.
Tentu, ada yang menjadi kekalahan bagi
lawan PKS adalah kemenangan bagi PKS
tapi ada juga yang tidak merupakan
kekalahan bagi koalisi jakarta adalah
kemenangan juga bagi PKS.

Menganalisa PILKADA DKI Jakarta.

Filed under: Umum

Suara Fauzi Bowo sudah tidak akan mungkin terkejar lagi oleh Adang Darajatun, PILKADA DKI Jakarta sudah memasuki babak menentukan siapa menang siapa kalah. Untuk secara kasat mata kita akan melihat bahwa PKS dan calonnya dinyatakan kalah, dan Fauzi Bowo serta Koalisi “20 PARPOL” Jakartanya menang.
Tapi, untuk saat ini izinkan saya untuk memberikan analisa berbagai hal terkait PILKADA DKI Jakarta yang menjadi barometer politik Nasional.
***
PKS dan calonnya.
Partai Keadilan Sejahtera adalah partai yang mendapatkan suara pada PEMILU 2004 untuk daerah DKI Jakarta sebesar 24 % atau sekitar 1 juta suara. Suara itu juga yang mengantarkan PKS menguasai DPRD DKI Jakarta. Suara itu juga menjadikan PKS sebagai partai nomor urut satu untuk PEMILU 2004 di Jakarta.
Pada PILKADA DKI ini, PKS melalui calonnya Adang-Dani mendapatkan suara sebesar 1.500.000 atau sekitar 24 %, artinya suara PKS naik 500ribu suara atau naik sekitar 20 % dari suara sebelumnya.
Ini adalah prestasi yang luar biasa, PKS yang dikeroyok oleh 20 parpol bukannya jatuh tersungkur tapi malah tegak naik meninggi. Kenaikan suara ini memang patut untuk diwaspadai oleh semua parpol.
Jika kita menggunakan hitung-hitungan logika matematika, PKS yang kita tetapkan untuk mendapatkan suara pada PEMILU 2009 sejumlah yang sama, sedangkan 20 parpol tadi telah terpecah dan mengambil jatahnya sendiri, maka bisa dipastikan bahwa PKS semakin menguatkan posisinya sebagai partai terkuat di Jakarta. Karena jika koalisi Jakarta yang mengusung Fauzi Bowo telah pecah, maka suara 56 % itu akan dipecah lagi menjadi beberapa bagian, setidaknya akan dibagi untuk parpol yang lulus electoral treshold.
Memang ada sebagian pengamat yang mengatakan bahwa kenaikan 20 % suara PKS melalui calonnya di PILKADA DKI bukanlah milik PKS, tapi bisa dipastikan untuk 2009 itu bisa milik PKS karena pernyataan Adang yang akan tetap pada barisan PKS. Pernyataan Adang ini dilontarkan pada pers disaat hari pemilihan di Jakarta ; 8 Agustus lalu. Jika kenaikan itu adalah milik Adang secara personal.
PILKADA ini juga kembali membenarkan pernyataan para tokoh PKS bahwa PKS adalah partai kader, partai ini juga mengaku memiliki kader terbina dan militan, itu dapat dilihat jernih di PILKADA ini. Lihat saja, kenaikan suara PKS ini memang tidak lepas dari peran kadernya dilapangan, PILKADA kali ini, PKS hanya sendiri, akan tetapi dana yang didapat untuk kampanye hanya berselisih lebih kurang satu milyar dengan Fauzi Bowo yang diusung oleh 20 parpol, artinya kekuatan kader PKS Jakarta nyaris dapat menyamai kekuatan seluruh kader di 20 parpol tadi dalam hal perekonomian. Kenyataan ini juga membuktikan bahwa PKS memang memiliki kader yang militan, sehingga hasil exit pool Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang mengatakan bahwa 17,2 % suara PKS lari ke koalisi Jakarta adalah salah besar.
Sedangkan dari sisi militansi kerja lapangan, Adang-Dani yang hanya berselisih lebih kurang 15 % dengan Fauzi bowo adalah sebuah prestasi besar, ketika kader PKS harus berhadapan dengan 20 macam bendera partai politik, mereka justru dapat meningkatkan suara partainya melalui Adang-Dani.
Sehingga untuk saat ini saya dapat menarik kesimpulan bahwa Fauzi dan PKS menang, dan hanya koalisi Jakarta lah yang kalah.

(bersambung…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer