JIL (Jaringan Ikwah Liberal)
Dari obrolan dengan seorang ikhwah di
suatu malam, tibalah obrolan kami ke
arah sebuah frase bernama JIL, alias
Jaringan Ikhwan Liberal
yah, mungkin agak aneh juga sih, tapi
kalo dipikir2 lebih lanjut bisa ada
benarnya juga, meski nggak secara
keseluruhan.
contohnya, kata beliau,
1. sudah meninggalkan ghadhdhul
bashar karena katanya kurang membaur,
2. nggak pacaran tapi punya gebetan,
3. snobbies,
4. lebih lancar kalo muroja’ah
lagunya paris hilton, judika, agnes
monica, terry, nidji, linkin park, good
charlotte, sampai samson n dewo nineteen
ketimbang muraja’ah Al-Qur’an,
yaumiyahnya amburadul acakadut badut,
5. manajemen ‘afwan’ yang
keterlaluan,
6. males mbina,
7. kapok syuro karena pendapatnya
tidak diakomodir,
8. kebanyakan komen daripada eksyen,
9. demen banget nonton ndeso wal
katro atau siaran langsung bola tengah
pagi ketimbang mengkaji islam (bukan
berarti nggak bolah sama sekali, tapi
setidaknya ada keadilan lah),
10. dikotomi dakwah dengan politik,
“Ane mau liqo tapi nggak mau terikat
dengan tanzhim/ masalah partai (seolah2
dakwah adalah miliknya), dll (na’udzubillah)
dan obrolan yang berakhir menjelang
tengah malam itu, tertariklah satu
simpul yang sama2 kami sepakati bahwa,
“Memang perjalanan kita masih panjang
dan tugas kita masih banyak”.
“…maka kelak Allah akan mendatangkan
satu kaum yang dicintai dan mencintai
Allah, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang2 muknmin, bersikap keras
terhadap orang-orang kafir. Yang
berjihad di jalanNya dan tidak takut
terhadap celaan dan yang suka
mencela…(QS. Al-Maidah : 54)”
“Jika Allah menghendaki, Niscaya Dia
akan membinasakan kamu dan mendatangkan
makhluk yang baru ( untuk menggantikan
kamu). Yang demikian itu tidak sulit
bagi Allah” (QS. Al-Fatir : 16-17…)
***
Artikel ini dari buletin friendster seorang kawan. Ada benernya juga tuh?

