..::My Diary is My Best Friend::..

July 11, 2007

Ceritakanlah kawan…

Filed under: Umum

Begitu banyak kita melihat orang di sekeliling kita yang kerap berubah seiring dengan berubahnya waktu.
Ada diantara mereka yang menjadi baik tapi juga banyak yang menjadi kehilangan jati diri.
Perubahan itu memang banyak faktor, tapi kali ini aku akan mengambil satu dari sekian banyak faktor itu, faktor itu yang memang kerap dijadikan perubahan drastis pada diri seseorang ; cinta!.
Ya, cinta kerap memang merubah orang lain. Ya cara berpikirnya, cara dia mendefenisikan kehidupannya.
Ada yang berpendapat bahwa cinta adalah kesucian, lalu ada lagi yang mengatakan cinta adalah persahabatan dan defenisi yang lain.
Bagiku, cinta memang adalah persahabatan yang tak perlu kenal awalnya. Karena waktu akan mengenalkan kita akan cinta itu.
Seperti antara Rakyat Indonesia yang membela saudaranya di Palestina, tak perlu kenal dengan bangsa Palestina secara rinci untuk membantunya. Karena kita cinta mereka sebab iman.
Atau seperti kisah yang di abadikan ; romeo-juliet. Banyak orang yang tertarik akan cinta dua makhluk ini yang meskipun akhirnya kurang bagus.
Aku lebih tertarik mengabadikan bagaimana cinta Seorang insan yang memiliki banyak istri, ya istrinya lebih dari 10 orang.
Dia memang memiliki istri yang banyak, tapi perlu dicatat, bahwa dia memiliki istri yang banyak dimulai setelah dia kehilangan Sang Kekasih. Sang Kekasih yang membelanya ketika semua orang mengusirnya, memberinya senyuman yang tulus ketika semua orang menampakan kemarahan kepadanya, memberika semua hartanya ketika semua orang memboikotnya. Sang Kekasih itu Khadijah dan Dia itu adalah Nabi Muhammad SAW.
Ya, Sang Baginda tak menikah selagi Sang Kekasih masih hidup. Itu salah satu defenisi cinta secara kondisional.
Lalu, dimanakah defenisi cinta itu?
Apakah kita hanya mencinta tatkala seseorang itu menjadi tokoh? menjadi idol? lalu tatkala popularitasnya mulai pudar, begitu juga kadar cinta kita?
Pernah seorang kawan bertanya kepadaku, bagaimana pendapatku jika aku di ajak untuk kenalan oleh seorang gadis yang ingin menikahimu?.
Hehe, aku seh gampang. Aku sadar dengan potensi dan kondisi diriku. Dan untuk menjawab ajakan kenalan si gadis, aku akan menampilkan sosok aku yang serba minus, ya penampilan kurang menarik, ya gaya yang kurang asyik, pokonya minus deh.
Karena bagiku, ketika seseorang mencintai kita tatkala dia tau kita sedang lebih banyak minus daripada plusnya, maka insya Allah cinta itu adalah cinta nan ikhlas, ikhlas bukan karena apa-apa.
Tapi ketika ada gadis yang jatuh cinta kepada kita dan juga ingin menikah dengan kita tatkala kita menjadi seorang tokoh dilingkungan kita, saat dia tau kita memiliki nama yang lebih baik, maka tatkala “ujian” itu datang, tatkala kita menjadi minus, dia tidak akan terlalu mencintai kita seperti awalnya.
Bukankah Rasulullah dinikahi oleh khadijah karena kesederhanaan, bukan kekayaan.
Ya, mereka, pasangan yang mulia itu menikah atas percayanya khadijah atas Sang Al Amin.

Kawan, ceritakan cinta itu menurut kalian?

JIL (Jaringan Ikwah Liberal)

Filed under: Umum

Dari obrolan dengan seorang ikhwah di
suatu malam, tibalah obrolan kami ke
arah sebuah frase bernama JIL, alias
Jaringan Ikhwan Liberal
yah, mungkin agak aneh juga sih, tapi
kalo dipikir2 lebih lanjut bisa ada
benarnya juga, meski nggak secara
keseluruhan.
contohnya, kata beliau,
1. sudah meninggalkan ghadhdhul
bashar karena katanya kurang membaur,
2. nggak pacaran tapi punya gebetan,
3. snobbies,
4. lebih lancar kalo muroja’ah
lagunya paris hilton, judika, agnes
monica, terry, nidji, linkin park, good
charlotte, sampai samson n dewo nineteen
ketimbang muraja’ah Al-Qur’an,
yaumiyahnya amburadul acakadut badut,
5. manajemen ‘afwan’ yang
keterlaluan,
6. males mbina,
7. kapok syuro karena pendapatnya
tidak diakomodir,
8. kebanyakan komen daripada eksyen,
9. demen banget nonton ndeso wal
katro atau siaran langsung bola tengah
pagi ketimbang mengkaji islam (bukan
berarti nggak bolah sama sekali, tapi
setidaknya ada keadilan lah),
10. dikotomi dakwah dengan politik,
“Ane mau liqo tapi nggak mau terikat
dengan tanzhim/ masalah partai (seolah2
dakwah adalah miliknya), dll (na’udzubillah)
dan obrolan yang berakhir menjelang
tengah malam itu, tertariklah satu
simpul yang sama2 kami sepakati bahwa,
“Memang perjalanan kita masih panjang
dan tugas kita masih banyak”.
“…maka kelak Allah akan mendatangkan
satu kaum yang dicintai dan mencintai
Allah, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang2 muknmin, bersikap keras
terhadap orang-orang kafir. Yang
berjihad di jalanNya dan tidak takut
terhadap celaan dan yang suka
mencela…(QS. Al-Maidah : 54)”

“Jika Allah menghendaki, Niscaya Dia
akan membinasakan kamu dan mendatangkan
makhluk yang baru ( untuk menggantikan
kamu). Yang demikian itu tidak sulit
bagi Allah” (QS. Al-Fatir : 16-17…)
***
Artikel ini dari buletin friendster seorang kawan. Ada benernya juga tuh?

Aku koq gini ya?

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

Gak jelas deh, akhir-akhir ini aku kurang bisa konsentrasi. Pikiranku selalu bercabang, badan agak lemas terus, pengennya di kamar trus.
Duh gejala apa ya?

Sejauh ini, semua amanah masih aman dan terkendali, sesuai dengan target, tapi kenapa amalan yaumi terganggu?
Duh, kasih semangat dunk!






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer