..::My Diary is My Best Friend::..

July 7, 2007

Salahkah kriteria itu?

Filed under: Umum

Beberapa hari yang lalu seorang kawan menanyakan kesiapanku untuk menggenapkan dien ini. Dia bukannya mengajukan dirinya untuk ke sana, tapi dia mengajukan seorang sahabatnya yang tak kukenal sama sekali.
Kawanku tadi menyebut ini sebagai proyek “penyelematan generasi peradaban”, bagiku sendiri, apapun namanya, ini menuntut sebuah keputusan yang penuh pertimbangan lahir dan bathin.
Email yang kuterima darinya ber intikan hal diatas, ku jawab dengan jawaban yang kupikir pantas untuk dijawab oleh setiap orang yang ditanyakan kesiapannya untuk menikah.
Ku jawab dengan kriteria istri yang aku dambakan, lantas beberapa hari setelah itu, kawanku tadi langsung memberikan sms yang sangat panjang yang berisi kecaman, rasa sedihnya berikut rasa marahnya atas sikap yang menetapkan kriteria untuk menjadi istriku.
Bahkan di sms tersebut dia menuliskan “sungguh ini tidak adil”…
Sejenak ku mulai berpikir saat itu, apa yang salah dari email ku yang dahulu, kawanku mengajukan seorang akhwat yang aku tidak tau bagaimana latar belakangnya lalu aku jawab dengan keinginanku untuk mempersunting akhwat dengan kriteria ku sendiri.
***
Hari ini, begitu banyak akhwat yang menuntut agar para ikhwan lebih dewasa untuk bersikap dalam hal nikah, mereka menuntut agar ikhwan bersedia untuk menikahi akhwat dengan tanpa kriteria. Lalu, dengan semangat untuk menyelamatkan generasi peradaban tadi, akhwat mengajukan diri tanpa syarat yang mesti dipatuhi oleh kaum ikhwan.
pertanyaannya, apakah ini yang dinamakan keadilan? ketika akhwat menuntut para ikhwan menikah dengan akhwat tanpa syarat, tanpa syarat!
Lalu, disisi lain, para ikhwan juga menuntut calon istrinya harus memenuhi kriteria istri yang di inginkan. Harus sesuai, setidaknya 70 % dari kriteria yang diajukan.
Jika perseteruan “abstrak” ini tetap dilanjutkan, maka hanya akan timbul rasa kekecawaan yang mendalam dari dua kubu ini. Untuk itu, mestilah ada solusi konkret untuk menyelesaikan hal itu.
solusi untuk akhwat :
Jika ukhti akan membeli sepatu yang akan dipakai setiap ukhti akan kekampus, yang dengannya ukhti berharap sepatu itu dapat mengarungi ukhti terus selama berada dikampus, artinya sepatu tersebut tahan lama, bagus, menarik dan dapat membantu kaki ukhti terhindar dari hal yang tidak di inginkan. Pertanyaannya, apakah ukhti akan asal pilih untuk sepatu itu? Tentulah ukhti akan menerapkan kriteria yang tepat untuk sepatu itu. Harus cocok dengan kaki, berwarna cocok dengan kulit dan lingkungan, kuat dan kriteria lainnya.
Jika kita ibaratkan dalam memilih pasangan, tentulah memilih pasangan haruslah dipilih yang sesuai kriteria. Karena tidak mungkin akan asal pilih untuk mencari pasangan. Sangat tidak mungkin dan tidak logis.
Nah, ketika para ikhwan mengajukan kriteria untuk Sang Istri tercinta, itu adalah hal yang wajar, justru tidak wajar ketika ikhwan akan menikah dengan akhwat yang tanpa syarat tadi.
lalu, solusinya, setiap akhwat mestilah selalu memenuhi dirinya dengan kriteria umum yang dinginkan oleh para ikhwan, meskipun ini bukanlah tujuan utama kita untuk merubah diri.
Secara umum, para ikhwan mencari sosok istri seperti :
Tarbiyah tentunya
Aktiv di lembaga dakwah ataupun lembaga yang menjalankan roda dakwah
Berpenampilan rapi dan menarik
hanya itu standar umum para ikhwan.
Tapi juga ada beberapa tambahan seperti :
Mesti orang kaderisasi
Ahlus Syura
Mantan ketua keputrian
inginkan suku tertentu
atau yang lainnya yang pada dasarnya itu bersifat sekunder setelah 4 hal yang ditentukan oleh Rasulullah SAW.

Solusi untuk kaum ikhwan :
Jika dibuat perbandingan, maka ikhwan lebih sedikit dari pada akhwat. Maka jika para ikhwan tidak memiliki mental dewasa untuk menikah, wajar saja para akhwat kecewa dengan ikhwan yang ada dengan tambahan pernyataan bahwa ikhwan banyak yang tidak berkualitas.
Adalah tidak wajar juga ketika mengajukan syarat yang begitu berat, yang pada dasarnya jika itu hanya untuk kesenangan duniawi.
Jika bukan hal mendasar, lebih mendahului menikah dari pada terlambat, lalu jangan sampai ketika niat mendahulukan ini tercorengi dengan sikap kurang bijaksana.
Jika antum tidak berbuat cepat, maka akan banyak akhwat yang akan terzolimi. Mesti cepat, inilah proyek penyelamatan generasi peradaban (ana pinjam istilahnya ukhti).
***
Meskipun ini hanyalah tumpahan pikiran dan hati yang tak beraturan, mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi diri sendiri dan kawan-kawan semuanya. Kesimpulannya, kriteria itu gak salah koq!
Tapi, aku juga ingin nikah neh. Doakan ya semoga mendapatkan yang terbaik yang sesuai dengan kehendak hati….

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://dolla.blogsome.com/2007/07/07/salahkah-kriteria-itu/trackback/

  1. Assalmu’alaikum wr wb Pak

    Hidup Indonesia !!! ketika Jepang menyerah “tanpa syarat” ke sekutu. Hidup Indonesia !!! mari
    kita perbaiki peradaban negeri ini dengan mencari Istri terbaik.

    Comment by w — July 24, 2007 @ 2:30 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer