..::My Diary is My Best Friend::..

July 22, 2007

Selamat berjuang ikhwah Jakarta!!!

Filed under: Umum, VIP

Hari ini, dimulai sudah perjuangan untuk menduduki Jakarta-1. Posisi yang akan mengambil banyak peran untuk melakukan perubahan dalam banyak sektor di Jakarta, dan kehadiran partai dakwah disini adalah simbol bahwa partai dakwah ini telah memiliki kuku yang cukup kuat dan tajam di pentas perpolitikan nasinal. Kenapa perpolitikan nasional? Karena Jakarta adalah wajah Negara ini. Karena DKI Jakarta adalah pusat dari semua elemen Nasional, segala ras ada disana, segala agama ada disana, segala kepentingan ada juga disana.
Bajai Bajuri dan Adang-Dani
Foto diatas adalah salah satu foto Bajai Bajuri bersama Adang-Dani yang mengendarai Bajai untuk pergi Gedung DPRD DKI Jakarta guna mengikuti kampanye pemaparan visi dan misi Cagub-Cawagub DKI Jakarta.
Melihat perkembangan politik di Jakarta, terkadang membuatku terharu. Dahulu, tak pernah kebanyakan ikhwah di jamaah ini memikirkan bahwa partai dakwah ini eksis sebelum tahun 2010. Karena memang, rancangan internal bahwa kita akan berpartai pada tahun 2010. Akan tetapi, Allah berkehendak lain, bahwa 1998 kita sudah menambah baju dakwah kita yakni Partai Keadilan.
Percepatannya 12 Tahun, jika kita menghitung dengan rencana awal 2010, tapi lahir pada 1998. Kendaraan sejarah Bangsa Indonesia harus dengan tercengang menyaksikan 50ribuan kader di depan Masjid Istiqlal Jakarta hadir dalam deklarasi Partai keadilan.
Lima tahun kemudian, 2004, sejarah Indonesia lagi-lagi dibuat tercengang dengan naiknya suara Partai Keadilan yang merubah bajunya dengan Partai Keadilan Sejahtera sebesar hampir 700 %. Segala Puja dan Puji hanyalah milik Allah Penguasa Alam Semesta!!.
Hari ini, lebih dari 100 PILKADAL yang diikuti oleh PKS, dimana PKS memenangkannya lebih dari 50 %. Angka ini sungguh dahsyat untuk sebuah partai politik yang orang-orangnya nyaris tak memiliki tokoh nasional, yang kadernya kebanyakan adalah para aktivis masjid, para pemuda yang umurnya berkisar dari 16 tahun an.
***
ust.Tifatul Sembiring
Wahai ikwah, sesungguhnya tiap-tiap kemenangan yang kita raih saat ini adalah bentuk rahmat Allah kepada kita semua, semua adalah karena pertolongan Allah SWT semata. Kita nyaris tak punya andil dalam kemenangan besar ini kecuali doa dan usaha.
Jika dahulu kita melakukan agenda tarbawi dengan sembunyi, dengan membawa sendal dan sepatu masuk kedalam rumah agar tak dicurigai oleh rezim, tapi hari ini kita melakukannya dengan terang-terangan, bahkan materi, sistem materi tarbawi itu telah dibukukan dengan judul yang beragam.
Ya ikhwatifillah…
Semua memang atas pertolongan Allah, tapi sungguh!. Pertolongan Allah tidak datang bak turunnya hujan dari awan yang datang tanpa pernah kita berusaha mendatangkannya. Tapi, datangnya pertolongan Allah itu karena tingginya keinginan kita agar kalimat Allah tegak di Bumi ini, karena usaha kita yang selalu menjaga nilai-nilai salimul aqidah, shahihul ibadah, ukhuwah dan rasa cinta kita kepada ummat islam ini.
Semua pertolongan Allah itu, pertolongan itu hadir karena kuatnya keinginan kita untuk menjaga kedekatan kita dengan Allah SWT.
Wahai para mujahid dakwah…
Tetaplah dengan ciri khas kita itu, tetaplah dengan karakter dakwah kita yang merupakan karakter islam itu sendiri. Yakinkanlah bahwa hanya dengan doa dan usaha Allah akan mendatangkan pertolongan Nya kepada kita. Bukan dengan meninggalkan keislaman kita Allah menolong kita, bukan dengan menghilangkan budaya tausyiah, ukhuwah Allah akan membantu kita.
Ya ma’syaral ikhwah…
Jangan tinggalkan itu hanya karena keinginan sesaat. Tetaplah disini, dijalan dakwah ini, dijalan para Nabi dan Rasul, jalannya para penghuni Surga. karena memang terlalu banyak alasan kita harus tetap disini, hidup mulia atau mati syahid.
***
Kepanduan
Selamat berjuang sahabat, selamat berjuang kawan. Mudah-mudahan usaha kita kan menjadi sebuah nilai untuk mendapatkan tiket ke Jannah Nya Allah SWT.
Konsolidasi

July 21, 2007

Bulan juli, bulan produktif .

Filed under: Umum

menulis, dari internet
Sampai pada pertengahan bulan juli ini, aku Alhamdulillah cukup produktif dalam menulis. Meski cuma tulisan apa adanya, setidaknya aku telah mencoba.
Seperti ku baca pada blog seorang kawan yang aku cintai, dia menulis hobinya adalah ; nulis, nulis, nulis….
Aku jadi tersemangatkan dengan gaya dia menuliskan “nulis”. Seolah dia berbisik, mari kita berpacu untuk saling menuliskan apa yang tergambar di otak dan hati ini, aku sambut seruanmu.
menulis emang sasah-sasah gampang, dibilang susah, gak juga, dibilang mudah juga enggak. Tapi emang menulis itu paling enak dari hati. Banyak karya besar atas sastra pada dua abad terakhir ditulis oleh orang yang memang menjiwai setiap tulisannya.
Karya indah tentang suka, cita, duka, cinta, kecewa, penasaran emang akan lahir dari orang yang memang sedang mengalaminya. Tidak dari orang yang sekedar membohongi diri untuk menggambarkannya.
Targetku untuk menerbitkan buku pada tahun ini agak sulit, padahal buku itu telah selesai ku tulis. Tapi memang rasa percaya diriku masih agak kurang untuk menyodorkannya pada penerbit. bantu donk fren.

Nikah dulu , baru jalan.

Filed under: Umum

Hihi…judulnya pasti agak aneh jika dihubungkan dengan karakterku yang kata temen2 agak keras, agak kurang sopan, agak kura deh semuanya.
Tapi emang, aku udah bertekad untuk tidak berjalan dengan lawan jenis kecuali dengan mahram. Sori aja kalo aku agak keras, karena kelembutanku hanya untuk yang mahram.
Pernah seh aku mencoba untuk lembut, tapi malah si akhwat ke ge er an, mending keras, kan akhwat gak ada yang naksir, tul gak?
walimahan
Huh, tapi emang ada positif negatifnya. Yang jelas, menurutku yang terbaik saat ini adalah bersifat tegas kepada akhwat.
Ada temenku, orangnya cukup lihai dalam memperbaiki komputer, sehingga ada akhwat yang selalu menjadi langganannya dalam memperbaiki komputer. Ya, akhwatnya itu itu aja, kalo gak si F, kalo gak si A.
Hihihi, pernah juga dulu akhwat yang meminta aku memperbaiki laptopnya. Aku cuma perbaiki sekali, sambil ku buat tutorialnya dan masukan untuk belajar sendiri. Trus ku suruh si akhwat untuk membagikan tutorial itu ke banyak akhwat, agar para akhwat gak lagi minta tolong ama ikhwan hanya untuk mendelete virus yang udah menginspeksi komputernya.
Kalo ikhwan bisa, akhwat pasti bisa juga dunk.
Eh, kembali ke judul diatas.
Beberapa waktu yang lalu aku kembali melihat akhi berjalan dengan ukhti dengan agak malu-malu. akhi nya se angkatanku, ukhtinya gak. Tapi, anehnya, meski sudah ketangkap basah dan banyak yang melihatnya, mereka selalu ada alasan untuk mengatakan itu hanyalah kebetulan.
Emang kebetulan kali, kebetulan ketahuan. Hihihi…
Ah, udahlah, semakin malam semakin eror neh, pikiranku masih menggenapkan setengah dien ini. Aku gak tau betapa senangnya aku nanti disaat aku benar2 telah menemukan bidadari yang mulia itu. Hah, jadi tersenyum sendiri.
^_^

Manhaj haraky

Filed under: Umum, Sirah

Manhaj Haraki
Judulnya se asyik banget. Manhaj Haraki (pedoman pergerakan). Alhamdulillah aku udah “wisuda” membacanya. Dua jilid buku telah ku selesaikan dan sekarangpun masih ku ulang-ulangi lagi.
Membacanya sangat asyik, isinya tentang marhalah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menegakan kalimat Allah SWT.
Banyak kisah yang dijadikan ibroh oleh penulis untuk dijadikan acuan dalam bergerak saat ini. Mudah-mudahan anda juga bisa membacanya seperti saya membacanya dengan nikmat.
Selamat membaca, beli aja, murah koq.

Turun lagi, naik nya kapan?

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

Percaya gak kalo dunia ini selalu turun naik layaknya keimanan seorang hamba?
Seperti kata Rasulullah SAW, iman itu turun naik.
suntuk
Hari ini sepertinya aku mengalami hal yang seperti diatas. Hari ini imanku gak teratur, meski kegiatanku cukup positif hari ini. Aku bersih-bersih kamar sekaligus reinstal komputer kesayanganku yang “belum lunas”. HIhihi…
Tapi gak tau juga kenapa seperti itu, rasanya ada yang menganggu pikiran dan jiwaku sehingga membuatku agak sedikit lemas menjalani aktivitas sehari-hari. Tadi mestinya aku ada acara pembahasan BIMBA di DPD, tapi karena aku begitu bosan dengan jiwaku, aku urungkan niatku untuk berangkat padahal aku telah bersiap sedia.
Malam ini, sebenarnya aku punya akses untuk datang MABIT dikampusku malam ini, tapi aku tidak melakukannya karena dengan alasan yang sama!.
Andainya ada yang selalu menguatkanku!
Alangkah senangnya jika ada yang selalu mengingatkanku ketika aku alpa seperti saat ini.
Duhai Allah, lama ya lagi aku gini? Dah agak susah neh manajemen hatinya. Plis ya Allah, give a true soulmate right now. Plis…
***
bulan
Bagai gambar diatas, ku merindukan penyinar itu tatkala hatiku galau. Tentu lebih tepat lentera jiwa bagiku. Karena memang, amanah banyak tapi amniha gak ada. Hiks…
Emang Allah tidak akan menguji hambanya sesuai dengan kemampuannya, berarti kemampuanku masih ok neh. Cuma, lebih cepat lebih deh.
kuamaha?

July 20, 2007

Tak semua yang bisa bertahan disini!!

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

Jalan
Jalannya panjang
Penuh dengan onak dan duri
Orangnya sedikit.

***
Itulah gambaran perjalanan yang masih sangat panjang ini. perjalanan yang hanya di usung oleh orang-orang yang memang memiliki mental baja, memeliki bahu yang tangguh. Karena bebanya juga berat.
Perjalanan nan jauh ini tak satupun orang bisa mengukurnya kapan akan berakhir, bahkan, panjangnya perjalanan ini lebih panjang dari usia orang-orang yang berjalanan di atasnya.
Begitu banyak orang yang keluar masuk dari perjalanan ini. Ada diantara meraka yang terus bertahan sampai memang kontrak hidupnya di dunia ini telah habis. Ada juga diantara mereka yang sampai hari ini masih melakukan perjalan ini, dengan nafas yang terbata, dengan kondisi tubuh yang sudah lunglai mereka tetap disini. Karena sebuah tiket mahal hanya dapat diraih dari perjalanan panjang ini.
Tapi, ada juga diantara para musafir yan mengikuti perjalanan ini lantas keluar ditengah jalan dan mencoba mencari jalan lain. Mereka tidak sanggup menghadapi setiap duri yang ada disepanjang jalan ini, mereka tidak kuat tatkala perjalanan masih jauh tapi orang yang berjalan amatlah sedikit, mereka tak mampu bertahan tatkala mereka merasa tak sanggup untuk melewatinya.
Hanya, hanya kesungguhan, ketabahan, perbekalan yang cukup sajalah yang mampu melewati perjalanan ini.
Perjalanan dakwah ini, ya itulah nama perjalanan panjang itu. perjalanan kita untuk kembali menegakan kalimat Allah sebagai satu-satunya yang tertinggi itu.
Tarbiyah, itu juga nama dari perbekalan kita untuk tetap disini. Di jalan ini, dijalan para Nabi dan Rasul. Karena hanya dengan tarbiyah kita mampu untuk tetap berjalan tatkala orang-orang sudah mundur secara teratur dari jamaah dakwah ini.
Surga, tiket ke surga itulah yang kita cari. Tiket yang hanya didapatkan dengan tebusan harta dan jiwa. Surga memang bertingkat, semakin besar titik perjuangan kita maka akan semakin besar peluang mendapatkan surga di level atas. Tapi jika kerja asal, maka surgapun yang sekedar, karena semua orang yang bersyadahat pasti masuk surga.
***
Sungguh perjalanan ini telah membuktikan bahwa orang-orang didalamnya bukanlah orang sembarangan, orangnya sering dicaci oleh musuh-musuh agama ini bahkan cacian dan makian itu berasal dari orang yang pernah berada di jalan ini.
Biarlah kawan, biarlah semua dunia mengatakan kita adalah generasi aneh, kita tak mampu berbuat banyak tatkala kita telah berada cukup menang. padahal, jika kita telaah, di Senayan sana kita hanya 7 %, sedangkan bukan kita ada 83 % lagi. Biarlah, dengan jumlah yang sedikit itu kita buktikan bahwa kita mampu mencengangkan dunia dengan kesabaran dan kuatnya perjuangan kita.
***
Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelah masa
segores luka, dijalan Allah
Kan menjadi, saksi pengorbanan

Allah tujuan kita
Rasul tauladan kita
Al Quran pedoman kita
Jihad jalan kita
Syahid cita kita tertinggi

Camkan itu kawan, yakinkah lah bahwa janji Allah adalah nyata. Bukankah Allah telah mengatakan dalam surat Muhammad : 7 ; Surat At Taubah ; 111.
AH, tak banyak alasan bagi kita untuk pergi meninggalkan perjalanan panjang ini.
Aku tak bisa merubah mui, yang ku bisa mengirimkan doa cinta ku padamu, ku berharap kita dapat bertemu di surga ALlah dalam menatap wajah Sang Maha AGung, Allah SWT.

foto dari internet

July 17, 2007

Hari ini on time lho!

Filed under: Umum

Hari ini selasa, aku pergi KP seperti hari-hari sebelumnya. Tapi untuk hari ini aku beda, aku lebih tepat waktu.
Biasanya aku datang pada pukul 10.oo pagi, tapi hari ini aku sudah menampakan wajah pada pukul 7.50 di kantor Badan Pengawasan Mutu Barang (BPMB).
Sudah 3 hari kerja, kantorku agak sibuk, karena banyaknya sampel yang masuk yang membuat aku dan kawan-kawan disana bekerja dengan sibuk sekali. Bahkan untuk dudukpun agak susah.
Sekarang aku mulai menikmati bekerja di Labor meski tidak semua. Tapi cukuplah perkembangannya dari pada dahulu kala. Mudah-mudahan semangat ini tetap terjaga, amin.
Sudah ah, aku udah capek, aku break dulu, c u.

July 15, 2007

Memang selalu berubah

Filed under: Umum

Gak pernah kebayang sebelumnya
Gak nyangka juga seh sebelumnya.

Temen lama ku, temen satu SD, namanya Helen, sekarang sudah menggunakan jilbab. Agak kaget memang. Tapi itulah kenyataan.
Jika aku mengingat foto2nya di FS, yang dia ama pacarnya begitu mesra, aku akan selalu merasa bersyukur.
Dulu waktu dia upload foto dia ama pacarnya dengan adegan yang agak “payah”, aku kritisi dan ngirim email kritik itu kepada helen.

Ah, mudah-mudahan Allah menguatkanmu ukhti…
Moga-moga kamu bisa menjadi akhwat yang lebih baik selalu…
Ukhti, selamat datang di duniamu yang baru…

Bianatang kalian!

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

Untuk para pembuat blog yang menkspose berita bohong tentang akhwat…
Untuk para binatang yang mencoba me edit foto-foto wanita yang ingin menjaga dirinya…
Untuk para pendusta yang mengarang berita bohong tentang kehidupan akhwat…
Untuk kalian yang mencoba mengganggu para akhwat…

Demi Allah…
Aku akan menghajar kalian dengan semua potensiku
Aku akan menghantam kalian dan mengganggu waktu-waktu istirahat kalian
Aku bersumpah untuk terus mengusik ketenangan kalian karena kelancangan kalian.

**Kekesalanku atas banyaknya blog yang menulis berita bohong tentang para wanita yang aku begitu menyanjungnya.

Terpikirkankah?

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

Malam ini aku berputar indah di blog beberapa kawan yang aku duga tidak memiliki blog. Membaca dan mengamati banyak tulisan dari saudara-saudara yang berada di sekelilingku.
Banyak hal yang mereka ungkapkan dalam tumpahan pikiran mereka di blog ini, mulai dari kuliah, perasaan hati, kondisi tarbiyah sampai rumah.
Ada seorang sahabat, yang ternyata begitu merasakan indahnya hidup di wisma, indahnya hidup dengan sistem yang tertata rapi. Memang dulu dia orangnya agak susah diatur, mungkin diarahkan. Ketika di ajak untuk kegiatan dakwah, selalu ada alasan untuk menolaknya. Tapi hari ini, dia sudah berubah, dia sudah banyak merubah pola pikir dan menguatkan komitmen dakwahnya.
Sahabat itu adalah Fajar Wisga Permana. Anak Payakumbuh yang punya bakat di program, design dan seni. Tetap semangat sahabatku, kita akan buat para ikhwah wisma lain cemburu dan iri kepada wisma kita, kita akan tunjukan kepada dunia bahwa kitalah generasi yang akan merubah dunia ke arah yang lebih baik. Kita juga akan tunjukan kepada Hamba-Hamba Allah bahwa kitalah orang yang paling terdepan dalam berjuang di medan dakwah ini.
***
Mengingat semua itu, aku mulai terasa bahwa memang sesuatu yang berasal dari hati akan menyentuh hati. Sesuatu jika dilakukan dengan ikhlas maka akan berbuah dengan buah yang manis.
Aku banyak mengajarkan tentang blog, website, pokoknya IT kepada kawan-kawanku, dan ternyata mereka menyambutnya. Padahal aku tidak pernah berpikir secepat itu mereka menyerap apa yang aku ajarkan. Padahal, aku mengajarkan dengan metode sedikit “cemooh”. Cemooh yang membuat mereka lebih termotivasi.
Aku jadi ingat ketika aku mengikuti LPK (Latsar Pandu Keadilan), aku satu kelompok dengan orang-orang yang anggotanya banyak telah tua.
Bersama kami melewati rintangan selama LPK, push up, kehabisan bekal dalam perjalanan, tubuh yang berdarah-darah, tangan yang terkilir, kaki yang sudah seperti ban mobil. Ya, selama fase itu kami selalu bersama.
Sampai satu ketika, disaat kami sudah mencapai puncak gunung sago yang kami daki selama 24 jam itu, salah satu anggota tim kami yang memang paling lemah diantara kami berucap : terima kasih telah mengantarkan saya sampai ke puncak!.
Deg…hatiku berdegup kencang, kami bersama dari kaki gunung dengan kondisi yang parah, kami selalu saling menunggu tatkala ada yang meminta berhenti, dan itu kami lakukan tanpa pernah kami berpikir bahwa kami nanti akan mendapatkan ucapan terima kasih.
Memang ikhlas itu akan selalu mendatangkan keberkahan.
Rabbi, bantu aku untuk menjaga keikhlasan ku untuk berjuang selalu di Jalan Mu.
Amin.

July 14, 2007

Pemersatu itu bernama Sepak Bola

Filed under: Umum

Indonesia hebat!
Begitulah kira-kira berita yang sedang hangat dibicarakan oleh banyak mania bola di tanah air. Setelah Indonesia bisa mengalahkan Bahrain 2-1 dalam pertandingan di kandang sendiri informasimasi Indonesia hebatpun seolah-olah tumbuh bak jamur di musim hujan.
Kemengan Indonesia memang patut diacungi jempol itu bukanlah sekedar hadiah dari Bahrain, tapi atas kerja keras Bambang Pamungkas dkk, wajah Indonesia dalam persepakbolaan Internasional mulai baik!
Malam ini, Indonesia akan berhadapan dengan raja minyak timur tengah ; Arab Saudi. Tentu kita akan mengaharapan hal yang sama di seantero Nusantara, bahwa tim merah putih mesti menang, mesti!
Doa dan harapan bagi timnas tersebut memang patut kita berikan. Semoga kemenangan atas Bahrain juga akan terjadi atas Arab Saudi.
Tapi saat ini, aku tidak membahas tentang kemungkinan siapa yang akan menang nanti malam, karena aku akan menyibak satu sisi positif dari perhelatan akbar se Asia ini.
Jika selama ini kita sering mendengar dan bahkan menyaksikan sendiri bagaimana kondisi persepakbolaan Indonesia terutama dalam hal suporternya, tentu kita akan malu. Para suporter yang kerap menambah malu tim yang didukungnya dengan prilaku kurang santun itu kini tampaknya cukup akur saat ini, saat pertandingan Sepak Bola se Asia tahun 2007.
Sering kita menyaksikan tawuran antar suporter yang kurang senang atas kekalahan timnya atau cuma sekedar menampakan kehebatannya di hadapan pendukung tim lain. Jak Mania mungkin salah satu suporter yang ada kita dengar terlibat tawuran dengan pendukung lainnya. Tapi untuk saat ini, tampaknya mereka akur, mereka bersahabat.
Bahkan pada salah satu kantor berita yang cukup terkenal di Negeri ini menyebutkan bahwa ketika kedatangan suporter tim nas dari daerah lawan, para Jak Mania menyambut kedatangan mereka dengan akrab, dengan penuh persahabatan.
Itulah memang yang patut kita ambil sebuah hikmah, bahwa untuk menyatukan beberapa elemen para penggila bola itu cukup bangkitkan rasa cinta mereka kepada timnas Indonesia tercinta.
Semoga keakraban yang mulai terbangun saat ini, bukanlah sekedar keakraban semu yang tidak bertahan lama, kita tentu berharap bahwa persahabatan penggila bola antar daerah ini dapat bertahan meski kekalahan tim daerah mereka dikalahkan oleh tim daerah yang lain.
Selamat berjuang TIMNAS INDONESIA, TIMNAS MERAHPUTIH.
Setelah badminton, kami berharap kalianlah pengharum nama Bangsa berikutnya

Gak jelas juga

Filed under: Umum

Eh, sekarang diluar panas, hampir gak titik untuk menyejukan badan.
Akhir-akhir ini suhu di Kota Padang emang panas, membuatku gerah untuk keluar dari rumah jika bukan karena urusan yang terpaksa.
Magangku di Badan Pengawas Mutu Barang emang dah mulai dengan kerja yang sangat banyak. Untuk tiga hari pertama memang aku tidak merasa seperti magang. Tapi mulai hari ini aku juga udah merasa seperti mahasiswa yang lagi magang.
Tugasku disana adalah menguji minyak pala yang diberikan oleh perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikat untuk eksport.
Hari jum’at memang khusus minyak pala, dan kerjaannya juga belum selesai, baru selesai 50 %. Hari senin juga banyak kerjaan, minyak baru udah masuk dengan kerja yang lebih berat. Wah, jadi hari senin kerja ku meningkat 150 % dari hari jum’at.
Hari jum’at aja aku gak bisa duduk dalam bekerja, gimana hari senin? wah wah wah….
Doakan aku kuat ya

July 11, 2007

Ceritakanlah kawan…

Filed under: Umum

Begitu banyak kita melihat orang di sekeliling kita yang kerap berubah seiring dengan berubahnya waktu.
Ada diantara mereka yang menjadi baik tapi juga banyak yang menjadi kehilangan jati diri.
Perubahan itu memang banyak faktor, tapi kali ini aku akan mengambil satu dari sekian banyak faktor itu, faktor itu yang memang kerap dijadikan perubahan drastis pada diri seseorang ; cinta!.
Ya, cinta kerap memang merubah orang lain. Ya cara berpikirnya, cara dia mendefenisikan kehidupannya.
Ada yang berpendapat bahwa cinta adalah kesucian, lalu ada lagi yang mengatakan cinta adalah persahabatan dan defenisi yang lain.
Bagiku, cinta memang adalah persahabatan yang tak perlu kenal awalnya. Karena waktu akan mengenalkan kita akan cinta itu.
Seperti antara Rakyat Indonesia yang membela saudaranya di Palestina, tak perlu kenal dengan bangsa Palestina secara rinci untuk membantunya. Karena kita cinta mereka sebab iman.
Atau seperti kisah yang di abadikan ; romeo-juliet. Banyak orang yang tertarik akan cinta dua makhluk ini yang meskipun akhirnya kurang bagus.
Aku lebih tertarik mengabadikan bagaimana cinta Seorang insan yang memiliki banyak istri, ya istrinya lebih dari 10 orang.
Dia memang memiliki istri yang banyak, tapi perlu dicatat, bahwa dia memiliki istri yang banyak dimulai setelah dia kehilangan Sang Kekasih. Sang Kekasih yang membelanya ketika semua orang mengusirnya, memberinya senyuman yang tulus ketika semua orang menampakan kemarahan kepadanya, memberika semua hartanya ketika semua orang memboikotnya. Sang Kekasih itu Khadijah dan Dia itu adalah Nabi Muhammad SAW.
Ya, Sang Baginda tak menikah selagi Sang Kekasih masih hidup. Itu salah satu defenisi cinta secara kondisional.
Lalu, dimanakah defenisi cinta itu?
Apakah kita hanya mencinta tatkala seseorang itu menjadi tokoh? menjadi idol? lalu tatkala popularitasnya mulai pudar, begitu juga kadar cinta kita?
Pernah seorang kawan bertanya kepadaku, bagaimana pendapatku jika aku di ajak untuk kenalan oleh seorang gadis yang ingin menikahimu?.
Hehe, aku seh gampang. Aku sadar dengan potensi dan kondisi diriku. Dan untuk menjawab ajakan kenalan si gadis, aku akan menampilkan sosok aku yang serba minus, ya penampilan kurang menarik, ya gaya yang kurang asyik, pokonya minus deh.
Karena bagiku, ketika seseorang mencintai kita tatkala dia tau kita sedang lebih banyak minus daripada plusnya, maka insya Allah cinta itu adalah cinta nan ikhlas, ikhlas bukan karena apa-apa.
Tapi ketika ada gadis yang jatuh cinta kepada kita dan juga ingin menikah dengan kita tatkala kita menjadi seorang tokoh dilingkungan kita, saat dia tau kita memiliki nama yang lebih baik, maka tatkala “ujian” itu datang, tatkala kita menjadi minus, dia tidak akan terlalu mencintai kita seperti awalnya.
Bukankah Rasulullah dinikahi oleh khadijah karena kesederhanaan, bukan kekayaan.
Ya, mereka, pasangan yang mulia itu menikah atas percayanya khadijah atas Sang Al Amin.

Kawan, ceritakan cinta itu menurut kalian?

JIL (Jaringan Ikwah Liberal)

Filed under: Umum

Dari obrolan dengan seorang ikhwah di
suatu malam, tibalah obrolan kami ke
arah sebuah frase bernama JIL, alias
Jaringan Ikhwan Liberal
yah, mungkin agak aneh juga sih, tapi
kalo dipikir2 lebih lanjut bisa ada
benarnya juga, meski nggak secara
keseluruhan.
contohnya, kata beliau,
1. sudah meninggalkan ghadhdhul
bashar karena katanya kurang membaur,
2. nggak pacaran tapi punya gebetan,
3. snobbies,
4. lebih lancar kalo muroja’ah
lagunya paris hilton, judika, agnes
monica, terry, nidji, linkin park, good
charlotte, sampai samson n dewo nineteen
ketimbang muraja’ah Al-Qur’an,
yaumiyahnya amburadul acakadut badut,
5. manajemen ‘afwan’ yang
keterlaluan,
6. males mbina,
7. kapok syuro karena pendapatnya
tidak diakomodir,
8. kebanyakan komen daripada eksyen,
9. demen banget nonton ndeso wal
katro atau siaran langsung bola tengah
pagi ketimbang mengkaji islam (bukan
berarti nggak bolah sama sekali, tapi
setidaknya ada keadilan lah),
10. dikotomi dakwah dengan politik,
“Ane mau liqo tapi nggak mau terikat
dengan tanzhim/ masalah partai (seolah2
dakwah adalah miliknya), dll (na’udzubillah)
dan obrolan yang berakhir menjelang
tengah malam itu, tertariklah satu
simpul yang sama2 kami sepakati bahwa,
“Memang perjalanan kita masih panjang
dan tugas kita masih banyak”.
“…maka kelak Allah akan mendatangkan
satu kaum yang dicintai dan mencintai
Allah, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang2 muknmin, bersikap keras
terhadap orang-orang kafir. Yang
berjihad di jalanNya dan tidak takut
terhadap celaan dan yang suka
mencela…(QS. Al-Maidah : 54)”

“Jika Allah menghendaki, Niscaya Dia
akan membinasakan kamu dan mendatangkan
makhluk yang baru ( untuk menggantikan
kamu). Yang demikian itu tidak sulit
bagi Allah” (QS. Al-Fatir : 16-17…)
***
Artikel ini dari buletin friendster seorang kawan. Ada benernya juga tuh?

Aku koq gini ya?

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

Gak jelas deh, akhir-akhir ini aku kurang bisa konsentrasi. Pikiranku selalu bercabang, badan agak lemas terus, pengennya di kamar trus.
Duh gejala apa ya?

Sejauh ini, semua amanah masih aman dan terkendali, sesuai dengan target, tapi kenapa amalan yaumi terganggu?
Duh, kasih semangat dunk!

July 9, 2007

The First Day!

Filed under: Umum

Hari ini pertama kali aku memasuki wilayah kerja, kerja di laboratorium yang menguji kualitas barang untuk eksport. Badan pengawas mutu barang nama tempat ku bekerja.
Selama bulan juli ini aku akan menjadi karyawan tetap disana, di tempat yang sering aku temui dalam bab inti ; labor.
mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagiku, karena hari ini aku hanya merenung, karena gak ada kerjaan.

Mengesankan bukan?

Filed under: Umum

Rabbi…

Terpengkur kubersujud diantara malam-malamMu yang penuh rahasia..merasakan akan keagunganMu pada setiap detik syukurku akan setiap kejadian yang kualami yang memberikan makna dalam…sangat dalam…berharap sebuah jawaban kutemui dalam teguh keyakinan dan kemantapan dalam diri seorang manusia namun sungguh tak bijak bila waktu terus mengejarnya yang membuatnya bimbang, sebabkah diriku?

Rabbi…

Kuakui akan kelemahanku sebagai seorang manusia yang tak berdaya, penuh harap padaMu tuk berikan yang terbaik..tuk berikan keikhlasan…tuk berikan keyakinan…tuk berikan kesabaran..dan kekuatan bahwa hati tak pernah berbohong..

Rabbi..

Biarkan keraguan menjadi saksi atas gejolak hati yang menjadikan sebuah jalan tuk menjadi penentu akan berakhirnya cerita malam ini. Biarkan ia yang menjawab akan rahasiaMu..karena KAU tahu akan apa yang terjadi dlm diriku, karena KAU tahu apa yang ada dalam hatiku, karena KAU yang memegang hidupku dan matiku… Biarkan ikhlas ini terbang bersama harap agar teguh cintaku padaMU.. Biarkan hati ini berkata, biarkan angan ini melayang, sementara aku disini menunggu..

Rabbi..

Hanya niat yang kupasrahkan tuk menggapai kesucian cinta walau ku tak punya kuasa akan diriku atau siapapun.. kubersyukur bisa merasakannya, bisa memberikannya, walaupun kutau ini tidaklah seberapa dibanding cintaMU. Biarkan ku disini… ditepi danau ketabahan, duduk dan tersenyum sambil menanti.. akan sebuah keputusan..

Kutahu cobaan ini berat..namun inilah perjuangan sesungguhnya.. sabar dan bersabar.. ya Allah, jadikanlah aku orang yg berarti bg orang lain, dibaguskan lisanku, dilembutkan hatiku, ditundukkan pandanganku, dan ditinggikan akhlakku.. ku tak meminta apa2.. hanya jagalah cintaku padaMU

July 8, 2007

Besok, KPST!

Filed under: Umum

Ah, mestinya ini tahun lalu aku lalui, tapi ternyata Allah mengabulkannya tahun ini.
KPST atau Kuliah Praktek Sains dan Teknologi adalah sebuah mata kuliah wajib di jurusan ku ; kimia!
Mestinya aku tak memilih ini, karena selain ini juga ada KKN yang menjadi pilihan pertama bagiku tahun lalu. Aku ingin sekali KKN.
Karena KKN (kuliah kerja nyata) bagiku adalah real kerja kita dilapangan, ya kerja dakwah, ya kerja penyuluhan bagi masyarakat, ya kerja membangun bangsa dan diri. Lalu apakah KPST tidak seperti itu?
Tentu tidak, KPST di tempatku ini menurut informasi dari temenku, dia adalah tempat yang sangat nyaman dalam berdakwah, tempat dimana orangnya sering bertanya atau berdiskusi tentang ke islaman. Tempat dimana aku tidak terlalu repot untuk menjadi “orang lain” disana.
Mudah-mudahan KPST ku ini yang pertama ku alami dalam seumur hidupku dapat menjadikanku lebih dalam hal akademis, karena jujur aku akui bahwa aku bukanlah orang yang terlalu memperdulikan akademis, entahlah, aku juga tak tau mengapa!
Mudah-mudahan dalam KPST ini aku dapat memiliki link baru yang dengannya dapat menambah wawasan bisnisku. Maklum, setahun ini perusahaanku macet karena orang tuaku tak ridho.
Besok KPST ouy!!!

July 7, 2007

Semua jenis tawa, ada disini bung!

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

Hehehe…
aku gak tau harus memulai dari mana
yang jelas malam ini aku mencari di google, blog yang berisikan tentang cinta.
aku akan masukan ke blog ini jika memang sesuai kriteria.
hihi…
ada yang lucu
ada yang mengharukan
ada yang happy ending
ada juga yang sedih
pokoknya komplet soal cintanya…

Pengakuan dan pesan para ikhwan untuk para akhwat

Filed under: Umum, Luapan Jiwa

1. Kami sulit menahan pandangan mata ketika melihat kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian para akhwat dengan kerudung yang membentang.

2. Kami juga sulit menahan pendengaran kamiketika berbicara dengan kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan oleh ALLAH suara yang merdudengan irama yang mendayu, karena itu tegaskanlah suara kalian, dan berbicaralah seperlunya

3. Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati kalian para akhwat, ketika kalian dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian

4. Kami juga ingin terus dekat dengan kalian para akhwat, tapi maaf bukan karena apa-apa tapi lebih karena dorongan “itu”, kata dokter sih ada hubungannya dengan hasrat kami, makannya kami selalu mencari cara agar bias untuk terus dekat dengan kalian, apakah itu dengan telefon, sms, chatting, bertemu muka, apalagi klo kalian mau menjadi pacar kami(ehm….ehm…) minimal kami bias berpegangan tangan dengan kalian, karena itu pertama nasehatilah kami akan azab allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.

***
Dari IPB

Bunda, aku ingin menikah

Filed under: Luapan Jiwa

Seketika mata tua itu berbinar senang seraya menatap anak laki-lakinya. Terlintas di pikirannya, gubuk kecil ini akan penuh dengan limpahan kebahagiaan. Ditemankan seorang gadis cantik yang kelak menjadi menantunya, hingga terbayang pula celoteh, canda dan tawa cucu-cucu yang memenuhi setiap sudut rumah.

Ditatapnya kembali pemuda tanggung yang berdiri dengan gagah di depannya. Ia telah tumbuh besar, bukan lagi bocah kecil yang dulu sering dijewer telinganya saat nakal. Tak pula sepotong kue yang disodorkan akan membuatnya menghentikan tangisan.

Bocah ingusan itu telah dewasa, bahkan terlihat lebih dewasa dari usianya. Sorot matanya tajam laksana elang, rahang kukuh dan ditumbuhi cambang, serta tubuh yang tegap bagaikan prajurit yang tak sabar menanti genderang perang ditabuhkan.

Seakan tak percaya pada sekian waktu yang telah berlalu, tangan yang telah keriput dimakan usia itu bergerak perlahan menyentuh wajah di hadapannya. Lalu dielusnya dengan lembut, penuh dengan selaksa cinta. Paras wajahnya mewarisi ketampanan asy Syahid, suaminya tercinta.

Ia memang telah dewasa dan saatnya telah tiba untuk menikah, hati kecilnya bergumam bahagia.

*****

Sepekan pun berlalu dalam guliran usia dan waktu. Seiring itu pula, alunan bacaan al Qur‘an semakin terdengar merdu dan syahdu. Hampir setiap saat, lelaki itu selalu bersama mush-haf al Qur‘an kecil yang tak pernah jauh dari sisinya. Menjelang saat pernikahan, ia memang semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Ibadah wajib bahkan sunnat pun tampak semakin khusyuk dilakukan.

Saat ini, pemuda itu kembali berdiri di hadapan ibunda tercinta. Ia semakin tampan, wajahnya tampak bercahaya, gagah walaupun tanpa mengenakan pakaian pesta seperti layaknya mempelai yang akan menikah. Ia tersenyum, sedikit menganggukkan kepala lalu memeluk dengan penuh kasih sayang wanita yang melahirkannya. Pelukannya lambat laun semakin erat, bagaikan sebuah salam perpisahan.

Ibunda pun menangis, isakannya terdengar saling memburu dan membasahi kafeyah. Mata hatinya sebagai seorang ibu, telah menerka makna pernikahan sesungguhnya yang diinginkan buah hati tercinta. Sekelebat kebahagiaan yang terlintas beberapa hari lalu di pikirannya, semata-mata hanyalah pelipur lara bagi fitrahnya sebagai seorang ibunda.

Pemuda yang lahir dari rahimnya, dibuai dan telah dibesarkan ini bukanlah miliknya, tapi milik zamannya. Kini anak panah itu telah siap meluncur dari busur, pedang siap terayun menebas musuh, butir peluru pun siap ditembakkan dan melaju.

Untaian do‘a, baluran cinta dan alunan senandung jihad yang senantiasa menemani lelap tidur anaknya telah menjelma dalam setiap helaan nafas dan butiran darah. Hidup bagi seorang laki-laki sejati di bumi al Aqsa hanyalah perjuangan yang tak pernah padam, mengusir zionis jahanam, laknatuLlah.

Dilepaskannya kepergian buah hati tercinta dengan ikhlas, penuh keredhaan dan iringan do‘a. Tak ada lagi tangis, apalagi sedu sedan dari sudut mata tuanya. Hanya tatapan kasih sayang dan senyum kebanggaan.

Sang pemuda melangkah dengan penuh keyakinan menuju gerbang pernikahan yang dihiasi mahligai cinta. Mahar yang akan diberikan pun telah siap di balik baju, melilit sekujur tubuh.

*****

Malam itu, hanya sepenggal bulan bergelayut di awan. Angin berhembus lirih, burung malam pun enggan bersenda gurau. Senyap dan kelam membalut kesunyian.

Pecah…
Menggelegar membelah angkasa. Lalu tanah pun merekah oleh suara-suara tapak sepatu bot dan deru mesin pembunuh. Mereka bergerak menuju semburat titik api yang memancar dari Jalur Gaza. Kata makian dan sumpah serapah berhamburan, meracau tak karuan. Wajah-wajah itu berang, marah dan menyeringai bagaikan srigala yang mulutnya masih berlumuran darah.

Sisa kebisingan itu menelisik dari celah-celah dinding, menyapa seorang perempuan yang baru saja selesai menunaikan sholat malamnya di sebuah gubuk tua. Ia tersenyum, lalu diambilnya sebuah mush-haf kecil, dan didekapnya dengan selimut kasih sayang. Lembut dibelainya, bagaikan membelai syuhada saat masih bocah. Ia bernyanyi kecil dengan senandung jihad, seraya beringsut menuju sebuah kamar.

Perlahan dikuaknya daun pintu kayu agar buah hati tercinta tidak terjaga dari tidur. Dengan kasih sayang lalu diletakkannya di pembaringan, dan ia pun beranjak keluar.

Semerbak…
Bau wangi menyeruak dan merebak dari kamar syuhada, harum bagaikan khas keharuman sebuah kamar mempelai yang akan mereguk cinta di malam pertama.

WaLlahua‘lam bi shawab.

Author: Ferry Hadary
(Sebuah persembahan cinta untuk para syuhada)

dari blog tetangga

Pinjamkan aku ya Rabbi

Filed under: Umum

Wahai Yang Maha Pecinta…
Pinjamkan aku seorang bidadari yang dengannya aku menjadi pribadi yang lebih baik
Pinjamkan cinta yang dengannya aku berharap menjadi seorang suami seperti Ali bin Abi Thalib, atau Umar, atau Rasulullah sekalipun.
Pinjamkan aku kasih sayang seorang “penyantun jiwa” yang dengannya aku bisa terarahkan selalu kejalan yang memang Engkau ridha terhadap hal itu.
Pinjamkan aku kekasih yang dengannya aku mengobati hati nan lara ini.
Pinjamkan aku seorang istri yang dengannya aku bisa mencetak banyak kader dakwah yang mujahid di Jalan Mu.
Pinjamkan aku seorang penerang jiwa yang dengannya aku tak selalu merasa gelap terhadap dunia ini.

Wahai Yang Maha Mencintai Keindahan…
Berikan aku kekasih yang dengannya akan aku ciptakan keluarga yang Engkau akan meridhoinya sampai keturunanku.
Berikan aku partner dalam hidup ini yang kesuburannya menyerupai khansa, yang militansinya seperti khadijah, yang cantik dan cerdasnya seperti aisyah.

Ya RAbbi…
Jika memang tidak ada wanita seperti itu didunia ini yang masih sendiri, maka izinkanlah aku membentuknya di dalam mahligai rumah tangga.
Mudah-mudahan dengan izin Mu akan kujadikan dia sebagai Khansa, Sebagai Khadijah, sebagai Fatimah, Sebagai Aisyah, dan Setidaknya dia memiliki beberapa ciri wanita sholehah.
Amin

Salahkah kriteria itu?

Filed under: Umum

Beberapa hari yang lalu seorang kawan menanyakan kesiapanku untuk menggenapkan dien ini. Dia bukannya mengajukan dirinya untuk ke sana, tapi dia mengajukan seorang sahabatnya yang tak kukenal sama sekali.
Kawanku tadi menyebut ini sebagai proyek “penyelematan generasi peradaban”, bagiku sendiri, apapun namanya, ini menuntut sebuah keputusan yang penuh pertimbangan lahir dan bathin.
Email yang kuterima darinya ber intikan hal diatas, ku jawab dengan jawaban yang kupikir pantas untuk dijawab oleh setiap orang yang ditanyakan kesiapannya untuk menikah.
Ku jawab dengan kriteria istri yang aku dambakan, lantas beberapa hari setelah itu, kawanku tadi langsung memberikan sms yang sangat panjang yang berisi kecaman, rasa sedihnya berikut rasa marahnya atas sikap yang menetapkan kriteria untuk menjadi istriku.
Bahkan di sms tersebut dia menuliskan “sungguh ini tidak adil”…
Sejenak ku mulai berpikir saat itu, apa yang salah dari email ku yang dahulu, kawanku mengajukan seorang akhwat yang aku tidak tau bagaimana latar belakangnya lalu aku jawab dengan keinginanku untuk mempersunting akhwat dengan kriteria ku sendiri.
***
Hari ini, begitu banyak akhwat yang menuntut agar para ikhwan lebih dewasa untuk bersikap dalam hal nikah, mereka menuntut agar ikhwan bersedia untuk menikahi akhwat dengan tanpa kriteria. Lalu, dengan semangat untuk menyelamatkan generasi peradaban tadi, akhwat mengajukan diri tanpa syarat yang mesti dipatuhi oleh kaum ikhwan.
pertanyaannya, apakah ini yang dinamakan keadilan? ketika akhwat menuntut para ikhwan menikah dengan akhwat tanpa syarat, tanpa syarat!
Lalu, disisi lain, para ikhwan juga menuntut calon istrinya harus memenuhi kriteria istri yang di inginkan. Harus sesuai, setidaknya 70 % dari kriteria yang diajukan.
Jika perseteruan “abstrak” ini tetap dilanjutkan, maka hanya akan timbul rasa kekecawaan yang mendalam dari dua kubu ini. Untuk itu, mestilah ada solusi konkret untuk menyelesaikan hal itu.
solusi untuk akhwat :
Jika ukhti akan membeli sepatu yang akan dipakai setiap ukhti akan kekampus, yang dengannya ukhti berharap sepatu itu dapat mengarungi ukhti terus selama berada dikampus, artinya sepatu tersebut tahan lama, bagus, menarik dan dapat membantu kaki ukhti terhindar dari hal yang tidak di inginkan. Pertanyaannya, apakah ukhti akan asal pilih untuk sepatu itu? Tentulah ukhti akan menerapkan kriteria yang tepat untuk sepatu itu. Harus cocok dengan kaki, berwarna cocok dengan kulit dan lingkungan, kuat dan kriteria lainnya.
Jika kita ibaratkan dalam memilih pasangan, tentulah memilih pasangan haruslah dipilih yang sesuai kriteria. Karena tidak mungkin akan asal pilih untuk mencari pasangan. Sangat tidak mungkin dan tidak logis.
Nah, ketika para ikhwan mengajukan kriteria untuk Sang Istri tercinta, itu adalah hal yang wajar, justru tidak wajar ketika ikhwan akan menikah dengan akhwat yang tanpa syarat tadi.
lalu, solusinya, setiap akhwat mestilah selalu memenuhi dirinya dengan kriteria umum yang dinginkan oleh para ikhwan, meskipun ini bukanlah tujuan utama kita untuk merubah diri.
Secara umum, para ikhwan mencari sosok istri seperti :
Tarbiyah tentunya
Aktiv di lembaga dakwah ataupun lembaga yang menjalankan roda dakwah
Berpenampilan rapi dan menarik
hanya itu standar umum para ikhwan.
Tapi juga ada beberapa tambahan seperti :
Mesti orang kaderisasi
Ahlus Syura
Mantan ketua keputrian
inginkan suku tertentu
atau yang lainnya yang pada dasarnya itu bersifat sekunder setelah 4 hal yang ditentukan oleh Rasulullah SAW.

Solusi untuk kaum ikhwan :
Jika dibuat perbandingan, maka ikhwan lebih sedikit dari pada akhwat. Maka jika para ikhwan tidak memiliki mental dewasa untuk menikah, wajar saja para akhwat kecewa dengan ikhwan yang ada dengan tambahan pernyataan bahwa ikhwan banyak yang tidak berkualitas.
Adalah tidak wajar juga ketika mengajukan syarat yang begitu berat, yang pada dasarnya jika itu hanya untuk kesenangan duniawi.
Jika bukan hal mendasar, lebih mendahului menikah dari pada terlambat, lalu jangan sampai ketika niat mendahulukan ini tercorengi dengan sikap kurang bijaksana.
Jika antum tidak berbuat cepat, maka akan banyak akhwat yang akan terzolimi. Mesti cepat, inilah proyek penyelamatan generasi peradaban (ana pinjam istilahnya ukhti).
***
Meskipun ini hanyalah tumpahan pikiran dan hati yang tak beraturan, mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi diri sendiri dan kawan-kawan semuanya. Kesimpulannya, kriteria itu gak salah koq!
Tapi, aku juga ingin nikah neh. Doakan ya semoga mendapatkan yang terbaik yang sesuai dengan kehendak hati….

July 6, 2007

Kobongan bernama “ABS”

Filed under: Umum

Kampusku sedang sibuk, gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa dibersihkan, dicat, direnovasi kecil dalam beberapa hari ini.
Kesibukan itu membuat beberapa agenda kemahasiswaan “dipaksa” untuk di pending pada hari sabtu ini. Itu karena kampusku akan kedatangan seorang tamu yang bernama Jusuf Kalla. Ya, Orang nomor dua di Indonesia itu akan berkunjung ke kampusku dalam rangka silaturrahim bersama masyarakat unand.
karena menyambut itulah, jalan menuju kampusku atau yang akan dilewati oleh JK diperbaharui, di aspal kembali. Dan ketika hari pertama pengerjaan, terjadi sebuah insiden yang memilukan. Seorang calon mahasiswa yang mengikuti SPMB di kampus meninggal gara-gara kendaraan yang ditumpanginya tergelincir karena jalan yang biasa dilalui telah banyak di kikis oleh PU SUMBAR.
Ah, aku bosan melanjutkan hal itu. semua hanya membuatku muak dengan tingkah polah pimpinan di Indonesia yang masih menggunakan ABS = asal bapak senang.

Cobaan nan bertubi

Filed under: Umum

Teriknya masih tak juga turun meski sudah pukul 15.30, bahkan pendingin ruangan di kantor ini juga tak begitu mampu menularkan dinginnya padaku.
Begitu panas diluar sana, begitu juga dalam relung hatiku. Tahukah bagaimana itu?
Masalahnya sederhana, pengendalian hati yang tak kunjung usai. Keinginan hati dan kondisi real yang berserakan membuatku terhempas dalam badai kesedihan dan kepasrahan mendalam.
Aku terhempas atas nama ketidak sampaian rasa di dalam dada karena sebab yang aku kurang tau pasti. Apakah kamu telah menemukan soulmate itu?

July 4, 2007

Semua masih samar

Filed under: Umum

Izinkan aku untuk berteriak tentang rasa di jiwa.
aku hanya inginkan kecukupan atas apa yang aku butuhkan
tapi memang semua masih samar

July 2, 2007

Rabb, kapan?

Filed under: Umum

Hari ini panas, keringat ditubuhku berjalan mulus untuk “tampil” di baju biruku. Matahari nan terik tak mau pengertian dengan perasaanku yang cukup bercampur.
Aku mengayuhkan kaki ke warnet kawan, kawan yang cukup ku kenal dalam wajah. Tidak lebih.
Aku mulai membaca satu persatu daftar situs yang memang harus ku kunjungi. Eramuslim, Republika, Detik, Yahoo …. friendster. Yang terakhir ini yang membuatku kaget dan entah apa rasa yang kurasakan.
Seorang kawan jauh, mahasiswi UI. Aku memanggilnya bunga, karena itu memang namanya. Sudah lebih 6 bulan aku tak melihatnya aktiv, tapi baru saja aku melihat baru saja mengup date friendsernya.
Di profilenya ku lihat “married”. Ku lihat lebih pada fotonya, aku tak lagi melihat foto akhwat itu. Akhwat yang ku kenal dari tulisannya yang begitu mendalam, bahkan saat ku melihat dia berfoto dengan lelaki istimewanya, dia tak lagi seperti akhwat.
ku masuki lebih dalam friendsternya, ku temukan sang suami bunga, kubaca dirinya dari tulisannya.
sedikit kesimpulanku, bahwa ternyata bunga menikah dengan orang “mantan kader” dakwah. Ah, lagi ku melihat orang sekelilingku terjatuh di dakwah ini. Rabb, lindungi aku…
Banyak yang ingin kutanyakan pada bunga, tentang bagaimana dia menikah, kenapa sekarang di singapura dan bla bla…
***
Memang hidup adalah sebuah pilihan kenyataan, tak ada pilihan mimpi apalagi bermimpi. Dulu memang bisa A, belum tentu besok akan tetap seperti itu. Bisa juga B atau malah Z.
Itulah kehidupan yang kulihat, jika tak bisa bertahan maka terkikis. Jika tak bisa berbuat maka tertinggal. Banyak orang disekelilingku yang begitu tegar awalnya, tapi justru runtuh oleh waktu.
Musuh dalam kesabaran bagiku bukanlah apa yang kita tunggu, tapi waktulah musuh itu. Jika terlalu lama menunggu waktu, maka akan semakin besar tantangan zaman yang mesti ditaklukan.
Tapi jika waktu tunggu itu hanya sesaat, tentulah kita akan menjadi lebih terimunkan dengan kondisi yang kita ciptakan sendiri.
Itulah yang kumaksud ; menikah!

Terlalu lama rasanya, terlalu jauh rasanya, hingga banyak dari kawan-kawan seperjuangan dulu mundur secara teratur dari medan dakwah ini karena tak bisa mengendalikan diri dalam melawan waktu. Ada diantara mereka yang menikah lalu pergi dari medan dakwah ini, ada diantara mereka yang “mencoba” dulu sebelum menikah, percobaan yang bernama pacaran juga membuat kawanku bergegas meninggalkan dakwah ini.
Rabbi, lindungi aku dari hal itu, jauhkan aku dari kesempatan itu, kuatkan aku melawan waktu ini.

Rabbi, jika aku jatuh cinta…
maka tambatkanlah cinta ini kepada orang yang juga menyeru kejalan Mu, yang juga menginginkan keluarga seperti Rasulmu Muhammad SAW, yang juga ingin memiliki generasi penerus seperti generasi sahabat…
Ya Rahman, jika memang belum saatnya aku mendampingi atau didampingi, maka kuatkan aku untuk terus imun dari virus penyebab runtuhnya bentengku…
Ya Rahim, jika Engkau melihat bahwa aku adalah lemah, maka kuatkan aku dengan hidayah dan inayahmu, perkenankan aku untuk mendapatkan pengingat disaat lupa, peneguh disaat aku lemah, pelurus disaat aku mulai tersesat, dan penerang jiwa saat aku merasa kegelapan dunia mengelilingiku…
Ya Aziz, Engkau lebih tau apa yang aku butuhkan, maka jadikanlah mujahidah impianku itu adalah hal yang memang sesuai dengan kebutuhanku…
Ya Ghaffar, santuni aku, ampuni aku, lupakanlah salahku….
Ya Khaliq, Engkau menciptakanku dengan proses yang bagiku sangat panjang tapi tidak bagi Mu, Engkau juga menciptakan segala hal dalam berpasangan, aku sungguh percaya itu ; berpasangan.

Rabb, kapan?
kapan saatnya aku memiliki pendamping itu?
kapan aku bisa menginjakan kaki di jannah Mu?
kapan aku bisa menjadi muslim yang kaffah?
kapan aku menjadi satu dari sekian banyak pejuangan Mu yang bisa membunuh musuh Islam lalu syahid?

Rabb, kapan?…

*** Sebuah lantunan kalbu yang tak mengalir dengan baik tapi keluar dengan rapi.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer