Selamat berjuang ikhwah Jakarta!!!
Hari ini, dimulai sudah perjuangan untuk menduduki Jakarta-1. Posisi yang akan mengambil banyak peran untuk melakukan perubahan dalam banyak sektor di Jakarta, dan kehadiran partai dakwah disini adalah simbol bahwa partai dakwah ini telah memiliki kuku yang cukup kuat dan tajam di pentas perpolitikan nasinal. Kenapa perpolitikan nasional? Karena Jakarta adalah wajah Negara ini. Karena DKI Jakarta adalah pusat dari semua elemen Nasional, segala ras ada disana, segala agama ada disana, segala kepentingan ada juga disana.

Foto diatas adalah salah satu foto Bajai Bajuri bersama Adang-Dani yang mengendarai Bajai untuk pergi Gedung DPRD DKI Jakarta guna mengikuti kampanye pemaparan visi dan misi Cagub-Cawagub DKI Jakarta.
Melihat perkembangan politik di Jakarta, terkadang membuatku terharu. Dahulu, tak pernah kebanyakan ikhwah di jamaah ini memikirkan bahwa partai dakwah ini eksis sebelum tahun 2010. Karena memang, rancangan internal bahwa kita akan berpartai pada tahun 2010. Akan tetapi, Allah berkehendak lain, bahwa 1998 kita sudah menambah baju dakwah kita yakni Partai Keadilan.
Percepatannya 12 Tahun, jika kita menghitung dengan rencana awal 2010, tapi lahir pada 1998. Kendaraan sejarah Bangsa Indonesia harus dengan tercengang menyaksikan 50ribuan kader di depan Masjid Istiqlal Jakarta hadir dalam deklarasi Partai keadilan.
Lima tahun kemudian, 2004, sejarah Indonesia lagi-lagi dibuat tercengang dengan naiknya suara Partai Keadilan yang merubah bajunya dengan Partai Keadilan Sejahtera sebesar hampir 700 %. Segala Puja dan Puji hanyalah milik Allah Penguasa Alam Semesta!!.
Hari ini, lebih dari 100 PILKADAL yang diikuti oleh PKS, dimana PKS memenangkannya lebih dari 50 %. Angka ini sungguh dahsyat untuk sebuah partai politik yang orang-orangnya nyaris tak memiliki tokoh nasional, yang kadernya kebanyakan adalah para aktivis masjid, para pemuda yang umurnya berkisar dari 16 tahun an.
***

Wahai ikwah, sesungguhnya tiap-tiap kemenangan yang kita raih saat ini adalah bentuk rahmat Allah kepada kita semua, semua adalah karena pertolongan Allah SWT semata. Kita nyaris tak punya andil dalam kemenangan besar ini kecuali doa dan usaha.
Jika dahulu kita melakukan agenda tarbawi dengan sembunyi, dengan membawa sendal dan sepatu masuk kedalam rumah agar tak dicurigai oleh rezim, tapi hari ini kita melakukannya dengan terang-terangan, bahkan materi, sistem materi tarbawi itu telah dibukukan dengan judul yang beragam.
Ya ikhwatifillah…
Semua memang atas pertolongan Allah, tapi sungguh!. Pertolongan Allah tidak datang bak turunnya hujan dari awan yang datang tanpa pernah kita berusaha mendatangkannya. Tapi, datangnya pertolongan Allah itu karena tingginya keinginan kita agar kalimat Allah tegak di Bumi ini, karena usaha kita yang selalu menjaga nilai-nilai salimul aqidah, shahihul ibadah, ukhuwah dan rasa cinta kita kepada ummat islam ini.
Semua pertolongan Allah itu, pertolongan itu hadir karena kuatnya keinginan kita untuk menjaga kedekatan kita dengan Allah SWT.
Wahai para mujahid dakwah…
Tetaplah dengan ciri khas kita itu, tetaplah dengan karakter dakwah kita yang merupakan karakter islam itu sendiri. Yakinkanlah bahwa hanya dengan doa dan usaha Allah akan mendatangkan pertolongan Nya kepada kita. Bukan dengan meninggalkan keislaman kita Allah menolong kita, bukan dengan menghilangkan budaya tausyiah, ukhuwah Allah akan membantu kita.
Ya ma’syaral ikhwah…
Jangan tinggalkan itu hanya karena keinginan sesaat. Tetaplah disini, dijalan dakwah ini, dijalan para Nabi dan Rasul, jalannya para penghuni Surga. karena memang terlalu banyak alasan kita harus tetap disini, hidup mulia atau mati syahid.
***

Selamat berjuang sahabat, selamat berjuang kawan. Mudah-mudahan usaha kita kan menjadi sebuah nilai untuk mendapatkan tiket ke Jannah Nya Allah SWT.







