Untukmu…
Tergagap aku membaca bait-bait cinta di banyak blog.
Ternganga aku saat menatap tiap-tiap kata yang diutarakan penulisnya. sampai aku tak tau harus berkata apa tentang rasa yang disimpan.
Aku pun mencoba meraba, ternyata apa yang dirasakan oleh banyak orang tentang “inginnya pendamping” sama kurasakan, jika baru saja aku membaca bait-bait jiwa tentang inginnya seorang akhwat bertemu mujahidnya. maka akupun merasakan betapa perlunya aku didampingi seorang mujahidah.
Proses yang sampai hari ini masih sedikit dan akan panjang, sedang aku terus mengingingkannya.
Rabb, sampai kapan aku harus menunggu ini. Ataukah menanti itu adalah sebuah syarat mendapatkan mujahidah itu?
Sungguh, aku tidak tau mesti menulis apa tentang rasa dan kebutuhan jiwaku ini. Yang aku tau, aku ingin mendapatkanya.
Tapi kapan? Siapa?


assalamualikum…lam kenal, jazakillah khair dah maw mampir di blog saya..
wah, menunggu itu menyakitkan yach, itu sich katanya maz Ribas, he..he…tapi kalo
qt meyakini itu adalah sebuah jalan yang harus dilalui dan akan berbuah manis, insya
allah qt akan makin mensyukuri hidup ini, wah, saya jadi ingin merekomendasikan
sebuah buku bagus “Di atas sajadah cinta” karya Habiburahman El Shirazy…moga aja
blom baca…he…he…
wassalam
Comment by Rie — July 2, 2007 @ 4:36 am
assalamualikum…lam kenal, jazakillah khair dah maw mampir di blog saya..
wah, menunggu itu menyakitkan yach, itu sich katanya maz Ribas, he..he…tapi kalo
qt meyakini itu adalah sebuah jalan yang harus dilalui dan akan berbuah manis, insya
allah qt akan makin mensyukuri hidup ini, wah, saya jadi ingin merekomendasikan
sebuah buku bagus “Di atas sajadah cinta” karya Habiburahman El Shirazy…moga aja
blom baca…he…he…
wassalam
Comment by Rie — July 2, 2007 @ 4:39 am