..::My Diary is My Best Friend::..

June 26, 2007

Untukmu…

Filed under: Umum

Tergagap aku membaca bait-bait cinta di banyak blog.
Ternganga aku saat menatap tiap-tiap kata yang diutarakan penulisnya. sampai aku tak tau harus berkata apa tentang rasa yang disimpan.
Aku pun mencoba meraba, ternyata apa yang dirasakan oleh banyak orang tentang “inginnya pendamping” sama kurasakan, jika baru saja aku membaca bait-bait jiwa tentang inginnya seorang akhwat bertemu mujahidnya. maka akupun merasakan betapa perlunya aku didampingi seorang mujahidah.
Proses yang sampai hari ini masih sedikit dan akan panjang, sedang aku terus mengingingkannya.

Rabb, sampai kapan aku harus menunggu ini. Ataukah menanti itu adalah sebuah syarat mendapatkan mujahidah itu?

Sungguh, aku tidak tau mesti menulis apa tentang rasa dan kebutuhan jiwaku ini. Yang aku tau, aku ingin mendapatkanya.

Tapi kapan? Siapa?

June 21, 2007

Selamat Milad Akhi

Filed under: Umum

Hari ini aku chat dengan kawan lama, kawan yang aku temu di Musyawarah Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa MIPA se Indonesia. (ILM MIPA). Reza nama panggilannya.
Dia adalah ketua BEM MIPA UnTan. Tapi hari ini dia tidak hanya milik MIPA UnTan saja, dia telah milik semua mahasiswa MIPA Se Indonesia, dia adalah Reza Akbar, SekJend ILM MIPA Pusat. karena dia adalah Sekjend, maka dia berhak menentukan siapa saja pengurusnya. Dan akupun ditawarkan untuk menjadi pengurusnya untuk dua tahun mendatang.
Ini tawaran kedua, awalnya ketika waktu Munas aku ditawarkan menjadi Ketua Departemen Informasi Komunikasi (InfoKom), tapi aku menolaknya. Bahkan nyaris semua peserta mendesakku, karena kemampuan dan potensi yang aku miliki alasan mereka, tapi aku tetap bersikukuh untuk menolaknya.
Hari ini dia manawarkan departemen yang sama, sebagai staff katanya. Dan hari ini juga, aku putuskan untuk mengatakan iya, karena aku ikut dalam pemilihan dia menjadi sekjend, maka aku mesti untuk membantunya.
Tapi, bukan itu yang membekas dihatiku saat hari ini chat dengan nya, tapi ternyata hari ini dia ULANG TAHUN alias MILAD. Aku sungguh terkejut saat dia mengatakan itu, aku menjadi saudara yang tak perhatian dengan saudara ku.
***

Meski aku bukan orang yang pertama, tapi izinkan aku untuk mengucapkan SELAMAT MILAD AKHI, SEMOGA DAKWAH TETAP DIHATIMU DAN IKUT MENDEWASAKANMU.
dari saudaramu yang kurang perhatian,

Dolla Indra

Saudara dari Malaysia

Filed under: Umum

Tak pernah ku duga sebelumnya, juga tak pernah rasanya aku memikirkan akan bertemu dan berbincang lepas dengan orang malaysia. Juga tak pernah aku memimpikan itu.
Akan tetapi, Allah berkehendak laen, Allah mempertemukan aku dengan beberapa saudara dari malaysia. Mereka adalah mahasiswa dan dosen yang ada di kampus UiTM (universitas teknologi mara) Jati, Malaysia.
Senang rasanya bisa bertemu dan melayani mereka semua, karena Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa yang paling baik diantara kalian adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Atau pada hadist laen, jika beriman pada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamu. Kira2 seperti itulah bunyi hadist itu.
Berikut adalah beberapa foto-foto dengan kawan dari Malaysia :

Fotoku dengan Anas.
Ini adalah foto aku dengan anas, anas orangnya lucu, cerdas dan semangat belajar agama islamnya cukup tinggi. Anas, mudah-mudahan engkau bisa menjadi seorang ustadz yang menyeru manusia ke jalan Allah dengan ikhlas. Ingat tak buku yang saya pinjamkan?

Di atas bus kota
Diatas Bus kota, menjadi menarik bagi mahasiswa malaysia ini karena bus kota disini mnghidupkan musik dengan keras, mereka tampak seronok lah….

Ini aku dengan Presiden Mahasiswa UNAND
Inilah Presiden mahasiswa UNAND yang baru. Semangat akhi, amanah bukan untuk dibanggakan, apalagi untuk disalah gunakan!

Foto bersama di patung malin kundang
Foto ini diambil siang hari, kondisi air laut yang sedang pasang, kami berfoto di dekat patung malin kundang. Panas!

Didepan Plaza Andalas
Didepan Plaza andalas, bersama saat kami hendak berangkat kembali ke Wisma Bhakti Bunda

Dimusholla ini kami menonton demonstrasi mahasiswa Indoensia
Musholla, sebuah tempat memulai untuk menuju peradaban yang beradab.

June 17, 2007

Kata Murobbi…

Filed under: Umum

Kata murobbiku….
antum mulai dari titik awal jika ingin menikah!

Yessssssssssss

Tadi aku Aksi lho!

Filed under: Umum

Eh, meski hujan aku tetap pergi aksi lho?
Ehm meski aku Menteri Luar Negeri BEM KM UNAND, aku tetap ajah pergi aksi…

aksi kali ini ku ikuti dengan tanpa menggunakan “uniform”ku. Seragam kepanduan yang selalu ku pakai dalam setiap aktivitas partai, kini ku telah ku simpan rapi sampai amanahku di BEM ini selesai.
Meski tak menggunakan seragam kepanduan, aku tetap menjadi regu kepanduan, jadi tim BUSER nya kepanduan. Kepanduan berpakaian preman, militer berpakaian sipil kataku kepada temen2 yang menanyakan kenapa aku tidak pakai seragam.
Sampai tahun depan seragamku.

Inginku….

Filed under: Umum

inginku selalu menjadi yang pas buat agama dan diriku.
Inginku selalu menjadi yang terdepan dalam banyak hal.
Inginku saat ini aku harus sering menulis, biar bisa lepas semua yang tidak patut disimpan.
Inginku masih banyak yang belum tercapai, seperti cita-citaku yang kutulis di blog ini.

Bisakah inginku tadi terwujud?

June 13, 2007

Palestine, HENTIKAN….!!!

Filed under: Umum

Ahh….kabar dari Negara saudaraku itu memang memilukan sekaligus memalukan. Aku sungguh berat untuk berkata bahwa mereka adalah saudaraku. Mereka yang selalu berperang dengan Israel, membom israel la’natullah, tapi mereka juga berperang dengan saudaranya. Aku berteriak yang entah mereka dengarkan atau tidak, tapi sungguh aku akan lakukan itu.

Hentikan!!!
Hentikan kataku!
Jangan lagi ke bodohan politik membuat kalian dan kami menjadi bingung. Kalian memang bingung karena kalian sedang di provokasi, terimalah kemenangan dengan jiwa seorang pahlawan. Terima kekalahan politik sebagai pelajaran. Dan kami menjadi bingung karena melihat tingkah polah kalian yang kekanak-kanakan itu.

Hentikanlah saudaraku!
Tidakkah kalian lihat barisan panjang saudara-saudara kalian berdemonstrasi untuk menyerukan kebebasan bagi kalian. Bebas dari Israel!
Tidakkah kalian lebih bersemangat untuk membuang semua amunisi kalian ke tubuh para zionis penjajah dari pada saudara kalian dengan melihat begitu cintanya kami kepada kalian?
Tidak kah kalian rasakan keluarnya uang dari kantong kami, lepasnya jam tangan kami, kami relakan HP kami berpindah ke kantong plastik infak sebagai bentuk bahwa kami peduli?. Tidak hanya karena kalian membela Al Aqsha, tapi karena iman, ya iman!

Sudahlah!!!
Cukup!!!
Enyahkan rasa benci, buang rasa dendam, hancurkan rasa ingin menyerang saudara sendiri.
Dan jika ada….
Kumpulkan semua emosi kalian, jika kalian merasa benci dengan saudara kalian.
Satukan semua dendam kalian jika kalian terlukai oleh saudara kalian di Palestina yang sama.
Bulatkan tekad kalian jika kalian terkalahkan dalam politik oleh yang juga saudar kalian.
Lalu…
Lampiaskan!!
Lepaskan!!
Enyahkan semua rasa yang kalian pendam itu ke daerah zionis. Lemparkan semua duka lara yang kalian simpan itu ke tubuh para penjajah zionis!.
Bukan ke tubuh saudara kalian! Bukan! Jangan lakukan itu!

Wahai pejuang palestina siapa pun kalian…
Rasakanlah cinta kami, rasakanlah sikap kami yang tegas untuk kalian ; kalian merdeka atau kami juga akan berjuang bersama kalian!!!

Hentikan!!
Hentikan!!!
peperangan saudara itu….

June 8, 2007

Blank!

Filed under: Umum

Hehehe….apa yang terlintas dikepala, langsung dikeluarkan. Tanpa malu dan segan. Selamat bengong dan merasa aneh dalam membaca ini.
***
GAk tau deh kenapa beberapa hari aku gak begitu semangat untuk menulis. Bayangkan saja, dalam waktu dua hari ini aku hanya menyelesaikan satu tulisan saja. Bagaimana mungkin aku bisa nerbitin buku kalo kondisi aku masih seperti ini.
Aku mungkin lagi sumpek yang membuatku daya nalar analisa ku kurang mempan. Entahlah, padahal kesempatan mendapatkan proyek besar cukup besar. Tapi kenapa aku jadi agak malas gini?
***
Beberapa waktu lalu aku dihubungi “orang langit” yang memberitahukan aku bahwa aku menjadi Menteri Luar Negeri KM UNAND. Ah, amanah yang berat, yang namanya MENLU aku sering di luar kampus dari pada di kampus. Bakalan ninggalin kuliah lebih lama. Gimana mau tamat neh?
***
Jadi ingat, antum terlalu banyak amanah, tapi tak satupun aminah yang antum punya.
***
Rencana lusa, ahad, aku akan ke solok. Nganterin bantuan dari Himpunan Anak Minang Kabau (HAMKA) kampus UII Jogja. Keberangkatanku belum jelas akan didampingi oleh siapa. Yang jelas, amanah itu mesti aku sampaikan kepada korban gempa.

June 6, 2007

Filed under: Umum

Sumringah
Senyum sendiri…hohoho

Komputer kesayangan
Komputerku, teman curhat, tempat luapan pikiran dan emosi.

galak se
Meski sendiri, senyum itu pengobat hati.

logo pandu
Logo ini, sebuah komunitas tempatku mengupas semua kelelahan, menguatkan kembali semangat dakwah

Wisma, Problematika dan solusinya

Filed under: Umum

Maksud dari tulisan ini tidaklah sok menjadi problem solver bagi semua. Tapi yang jelas adalah bentuk kecil dari gundahan hati terhadap fenomena yang ada selama ini. Khususnya Wisma.
Menarik bagi penulis ketika membahas topic yang satu ini. Karena ketika kita membahas wisma kita pasti akan membahas banyak orang, pribadi yang heterogen (meski sama-sama tarbiyah),watak yang berbeda, sampai gaya berjalan yang beragam.
Menurut pengalaman penulis yang sudah berada dan bersemayam di salah satu wisma di FMIPA UNAND sejak 4 tahun yang lalu. Segala karakter manusia yang ditemui adalah sebuah catatan indah dalam hidup penulis.
Beberapa problematika (tentu juga dengan solusinya) yang penulis temui selama ini :

1. Kurangnya rasa bertanggung jawab terhadap kamar.
Kamar yang kurang nyaman emang adalah masalah kebanyakan wisma yang notabene anggotanya adalah aktivis. Banyak kondisi wisma yang gak steril dalam pengadaan oksigen. Jangankan untuk hendak silaturrahim ke kamar, membaunkannya saja penghuni lain sudah pusing. Kotornya kamar akan berdampak amat buruk dengan wisma. Sehingga membuat suasana wisma tidak nyaman dan kurang asyik. Karena bagaimanapun kebersihan wisma juga ditentukan oleh kondisi masing-masing kamar yang ada.
Solusi : refresh lagi pikiran dan pola hidup kita bahwa Islam adalah agama yang bersih. Buat agenda rutin untuk membersihkan kamar. Jika perlu buat daftar piket sesame anggota kamar untuk membersihkan kamar. Atau jika memungkinkan, adakan kompetisi kamar terbersih.

2. Egoisme beberapa anggota wisma.
Yap…ini merupakan adalah factor terbesar dalam setiap permasalahan yang timbul di wisma. Tentu adalah hal berat bagi satu wisma jika setiap anggotanya mengedepankan rasa egoisme.
Solusi : mencoba untuk saling mengingatkan bagaimana tingginya bentuk itsar sahabat terhadap sahabat lainnya. Ingat kisah Abdurrahman bin auf ketika baru nyampe madinah di saat hijrah??beliau ditawari oleh sahabat Anshar untuk memilih istri sahabat anshar yang di inginkannya. Dan sahabat anshar itu ikhlas menceraikannya untuk dikawini oleh Abdurrahman bin Auf. Nah…kita sanggup gak?

3. Tidak konsisten terhadap kebijakan yang ada di wisma.
Ini juga salah satu factor kehancuran sesama anggota wisma. Lah kok?? Iya donk…karena ketika salah seorang dari angota wisma melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama. Maka jika tidak diperingatkan , bersiaplah untuk menjadi wisma yang tak konsisten. Termasuk terhadap kata-kata sendiri.
Pernah suatu ketika kebijakan wisma untuk langsung mencuci piring yang telah digunakan atau simpan dikamar. Nah hanya karena satu orang yang menunda untuk mencuci piring dan meletakkan di dekat sumur. Alhasil, pengikut piring tersebut
menjadi banyak. Akhirnya numpuk.
Solusi : ingat surat 61 ayat 2 dan 3. bahwasanya Allah membenci orang-orang yang mengatakan sesuatu padahal dia tidak melaksanakannya. Coba dibuat di mading wisma apa-apa saja yang telah disepakati, sehingga tidak ada kesepakatan ulang. Jika ada yang melanggarm kita hanya tinggal melihatkan peraturan yang dilanggarnya.

4. Figuritas, senioritas yang sudah luntur.
Wah kalo yang satu ini tentu adalah permasalahan yang dikembalikan kepada masing-masing pribadi senior yang berada disalah satu wisma. Ketika senior sudah tidak peduli terhadap wisma. Jangan harap anggota baru bisa konsisten dan betah terhadap wisma dan perangkatnya. Celakanya lagi jika senior adalah pembawa permasalahan terbesar dalam wisma. Misal jika junior sedang menikmati belajar, senior malah berhiruk pikuk dengan suara yang lantang.
Solusi : ketedalanan dalam dakwah adalah sebaik-baik dakwah. Budayakan saling menasehati antar sesame. Dan diharapkan tidak ada senior tunggal di satu wisma. Karena jika tunggal, ketika si tunggal itu membuat onar maka tidak ada senior lain yang dapat dijadikan contoh bagi junior.

5. Privasi yang tinggi.
Hihihi….adalah sebuah bentuk HAM (hak asasi manusia) dalam sebuah wisma. Tentu yang namanya privasi adalah sebuah hal yang tidak bisa kita hilangkan. Tapi juga tidak wajar jika privasi melebihi rasa ukhuwah antar sesame ikhwah.
Solusi : membuka komunikasi yang lebar dan memberi informasi yang pantas kepada anggota wisma. Hal-hal apa saja yang merupakan privasi bagi kita. Agar kelak mereka (anggota wisma yang lain) tidak salah.

6. Kurang paham terhadap sesame.
Yah…metoda tafahum adalah metode memberi tanpa harus meminta. Nah…kebanyakan dari kita kurang bisa menerapkan hal ini. Banyak diantara kita yang selalu meminta. “pahami ana akh…ana sibuk. Pagi rapat,siang kuliah, sore mesti rapat lagi” sehingga ini banyak amanah yang tidak terselesaikan dengan baik. solusi : baca lagi fiqh ukhuwah, menghindari prasangka, membudayakan tabayyun yang sehat, yang penting muhasabah diri adalah hal utama.

7. Tidur pagi.
Waaa….ini adalah sebuah pekerjaan yang enak dilakukan, asyik banget. Tapi gak ada landasan syar’inya. Ada-ada saja alasan kita untuk tidur pagi. “afwan akh, ana tidak dating rapat karena ketiduran” nah kalo udah gitu baru kita tau betapa benar Rasul kita untuk tidak pagi hari.
Solusi : lakukan manajemen waktu ala Nabi Daud atau Nabi Muhammad. Untuk membagi hari dan waktu sesuai kondisi diri. Dan komiment. Sebab tanpa komitmen semuanya nihil. Hidup sesuai rencana memang sulit, tapi hidup tanpa rencana jelas ngawur.

8. Tak bertanggung jawab.
Masih ingat dengan lirik lagu “kalo soal berkilah, abang emang rajanya”?. Nah perkataan itu sering kita rasakan. Banyak diantara anggota wisma yang seharusnya piket. Eh malah kabur atau pura-pura tidak ingat. Piket yang seharusnya dia lakukan, tapi tak ia lakukan hanya dengan alas an “ana lupa akh, itukan fitrahnya manusia”. Waduh!!
Solusi : coordinator piket bersikap tegas terhadap pelanggar piket. Dan harus ada iqob yang diberikan bagi orang-orang pelanggar piket. Entah itu makan malam gratis atau ifthor gratis. Kan asyik.

9. Soleh pribadi.
Padahal sudah banyak ustadz yang mengatakan kepada setiap da’I untuk menjadi soleh social. Artinya soleh secara bersama-sama. Nah masih ingat dengan sebuah kisah tentang Negeri yang akan dihancurkan oleh Allah dimana dimulai dari salah satu rumah yang merupakan rumah orang saleh?. Bener juga sih kalo ibadah adalah urusan nafsi-nafsi. Tapi surga emang milik kita sendiri? Terlalu luas couy. Trus emang bidadari surga hanya untuk kita?
Solusi : ingat lagi bahwa peran kita sebagai da’i. penyeru manusia. Kemudian membudayakan saling mengingatkan antar anggota wisma.

10. Komentator atau raja berkilah.
Ini sepele se. Tapi cukup mengganggu esksistensi ukhuwah di suatu wisma. Ada-ada saja yang dikomentari oleh beberapa ikhwah yang melihat sikap ikhwah yang lain. Sehingga ketika ikhwah ada yang tidak ingin diganggu malah memarahi. Berdebatpun mulai. Akhirnya, cemberut dan lari kekamar.
Solusi : bicaralah seperlunya!

11. Kekanakan-kanakan dan selalu ingin dimanja.
Nah loh…emang ada ikhwan manja???hi…gak kuku deh. Tapi emang sih ada permasalahan seperti ini. Banyak ikhwan yang ingin piketnya digantikan, tugas di selesaikan oleh yang lain. Tapi semua dikembalikan ke pribadi masing-masing. Kali aja bawaannya emang anak manja(mandi jarang,hihihihi….)
Solusi : jangan membiasakan diri untuk menikmati rasa ukhuwah saudara kita terhadap kita. Kapan kita yang ber itsar?
12. Jarang mandi.
Waaa…..ada ikhwan jorok apalagi bau. Pernah suatu ketika seorang ikhwan mengundurkan diri dari makan berjemaah hanya karena tidak sanggup menghirup “pencemaran udara” dari akh yang disebelahnya. Nah fenomena ini paling banyak ditemukan bagi ikhwan yang aktivis papan atas tapi tak peduli terhadap diri. Kalo sudah seperti ini, jangan untuk mendengar dakwah fardiyahnya kita, mendekat saja si calon mad’u udah ngeh. Mending kabur dari pada deket dia. Kalo udah gini, merasa bersalah gak?
Solusi : usahakan dikantong ada parfum, didalam atas ada diadorane, parfum. Pokoknya jika tak sempat mandi masih ada solusi untuk wangi tanpa berlebihan.

13. Kurang memiliki jiwa pembelajar.
Ini lho salah satu permasalahan terbesar bagi beberapa anggota wisma. Masa sih hanya untuk membaca 30 menit sehari untuk up grade diri aja gak bisa. Sesibuk apa se lo??
Solusi : budayakan membaca. Karena itu sarana up grade diri. Lagian kan kita akan jadi Murobi

14. Managemen waktu jama’ah.
Kalo bahasa kerennya se manajemen team work. Amal jama’I bahasanya orang arab. Kebanyakan wisma menjadikan setiap jam adalah se enaknya. Jam tidur tidak diatur, jam belajarnya kapan? Jam ngumpul bareng gimana? Nah ini harus dipikirkan. Jam untuk rihlah kelaurga besar wisma.
Solusi : buat jadwal yang jelas dan rapi serta diketikin dan diprint. Missal, jam ngumpul bareng ba’da manghrib sampe qobla isya. Ba’da isya adalah waktu belajar. Dst.

15. Telat bayar logistic.
Ish…ini berat seh untuk disampaikan. But the way, ini adalah permasalah fital dalam keluarga yang bernama anggota wisma. Bagaimana mungkin bisa berdakwah jika beras untuk dimasak saja tidak ada.
Solusi : jika tak ada uang membeli beras. Kan bisa ngutang ma temen di wisma. Kemudian berhemat!
16. Tidak ada adab antar sesama.
Ketua wisma dicuekin, anggota wisma di tindas oleh penguasa wisma.. kalo ini terjadi, wajar aja sesama anggota wisma kurang harmonis.
Solusi : saling menghormati itu adalah adab islam couy. Biar nasehat datang dari mana aja, asal itu benar. Kenapa gak.

17. Ledekan, sindiran.
Ini masalah besar juga diwisma. Budaya “cimeeh” menjadi bahan tak pernah lepas. Terutama di wisma ikhwan (karena emang penulis belum pernah tinggal dirumah akhwat).
Solusi : kurangi ngeledek karena bisa-bisa membuat saudara kita tersinggung. Mending kalo Cuma ikhwan yang diledekin lari kekamar dan ngunci pintu. Kalo dianya future karena melihat tingkah ikhwannya??hayoooo……

Dan lainnya yang mungkin penulis tak bisa sebutkan atau tak terpikirkan. Karena memang penulis adalah hamba Nya yang dho’if.
Banyak maaf. Semoga bermanfaat.

Semangat Dakwah Jamaah = Semangat dakwah fardhiyah

Filed under: Umum

Pada suatu syura di fakultasku malam itu, kami membahas banyak hal tentang kader, tentang perkembangan dakwah yang hanya melibatkan ikhwan tentunya. Karena pembahasan tentang akhwat bukanlah kerjaan kami, akhwatlah pembahasnya.
Malam itu, ada empat dari enam yang hadir, pembahasan yang cukup memakan waktu, 3 jam lebih. Sampai akhirnya satu pembahasan yang membuatku tercengang. Pembahasan tentang kondisi kader yang ternyata sangat sedikit memiliki binaan, kalaupun ada, itupun berserakan tak beraturan.
Padahal jika dilihat pada dakwah secara jamaah, banyak agenda wajihah yang di kuasai oleh kader terlaksana, kerap rapat-rapat internal berjalan mulus, tapi itu tidak beriringan dengan semangat dakwah fardhiyah. Semangat kader mengelola dakwah jamaah terlalu tinggi yang tidak tawazun dengan semangat dakwah fardhiyahnya.
Banyak kader yang senang datang rapat, banyak kader yang senang menjalankan amanahnya di BEM misalnya. Tapi nyaris tak ada kader yang memiliki semangat yang sama untuk mencari binaan, dan kalaupun ada binaan tapi sembarangan mengelolanya.
Beberapa waktu lalu aku bertanya pada ustadzku tentang kondisi ini. Ustadzku menjawab dengan jawaban yang aku tak setuju dengannya secara keseluruhan.
Ustadzku menjawab : setiap orang memiliki potensi masing-masing, ada diantara mereka yang bisa melaksanakan dakwah formal/jamaah, ada diantara mereka yang hanya bisa melakukan pembinaan kader, dan jarang diantara mereka yang amanah jamaahnya bagus dan dakwah fardhiyahnya juga lancar.
Memang untuk kata-kata diatas aku sepakat. Tapi bukankah kita adalah generasi yang memiliki potensi itu?. Mustahil rasanya ketika seorang kader yang memiliki halaqah binaan tapi tidak bisa manajemen dakwah formal/jamaah. Juga mustahil kiranya ketika seorang kader yang memiliki banyak amanah jamaah tapi dakwah fardhiyahnya tidak berjalan. Jika itu terjadi, berarti secara umum bisa kita katakan bahwa pemahaman dakwah di banyak kader kita bermasalah, ternyata banyak diantara kader kita baru parsial dalam memahami dakwah.
Bercermin pada banyak sahabat Rasulullah SAW,para sahabat RA, melaksanakan amanah jamaah/formal, sebagai khalifah mungkin, sebagai gubernur mungkin, tapi tidak membuat mereka berhenti melaksanakan dakwah fardhiyah. Karena dimanapun kita, kemanapun kita, apapun posisi kita, yang namanya dakwah fardhiyah meski kita laksanakan, yang namanya membina kader itu adalah keniscayaan.
Majunya jamaah kita ini, menapak terus kedepannya gerakan dakwah ini karena kesungguhan pendahulu kita dalam melakukan dakwah fardhiyah, kesungguhan mereka untuk membina kader sebanyak-banyaknya. Bahkan ketika itu mereka tidak hanya mencari dan membina kader, tapi mereka mesti melaksanakan amanah jamaah juga.
Hari ini, ketika kader telah ”tampak” banyak, jangan sampai kita tertipu atas kemenangan semu itu, kemenangan sesungguhnya bagi jamaah dakwah ini menurutku adalah ketika kadernya hidup dengan kemuliaan bersama Islam, dan mati sebagai pembela Islam. Terserah apakah ketika itu Islam telah menjadi penguasa dunia ataupun belum.
Jika pendahulu kita mesti mencari-cari binaan, tapi hari ini sesungguhnya banyak masyarakat, banyak pemuda, pelajar dan mahasiswa yang ingin di bina. Mereka ingin memiliki karakter yang mereka lihat pada diri kader-kader dakwah ini. Lantas apakah keinginan mereka untuk melaksanakan ini tidak kita sambut dengan baik? Apakah kita akan membiarkan semangat mereka yang tinggi akan hilang bersamaan dengan lamanya waktu mereka menunggu untuk di tarbiyah.
Wahai kader dakwah, jika orang yang mendapat hidayah melalui tangan kalian, maka itu lebih baik dari dunia dan se isinya, itu lebih baik dari unta merah.
Jika memang kita adalah perindu surga Allah, jika kita memang ingin masuk Jannah Nya, janganlah masuk ke sana sendirian, surga terlalu luas hanya untuk aku, antum.
Aku teringat ungakapan ustadzku tentang ini. Jika seseorang yang mendapatkan hidayah dari tangan antum, dan orang itu ternyata menjadi kader yang militan yang kemudian syahid. Apakah antum tidak senang? Mungkin ketika di akhirat nanti orang itu akan memberi syafaat kepada antum, karena syuhada punya hak untuk itu.
Jika tidak antum rebut mereka para mad’u, maka bisa jadi dunia kemaksiatanlah yang merebut mereka.

Mahasiswa Sumbar dan Kondisinya hari ini

Filed under: Umum

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Dipersimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Dilembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun kejalan
Demi mempersembarkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta
(totalitas perjuangan)
***
Dua kampus besar di Sumatera Barat memang sedang melangsungkan pesta demokrasi, pesta yang mencerminkan pendewasaan politik di lembaga pendidikan nasional. Perhelatan politik yang bernama pemilihan Presiden mahasiswa memang sedang heboh-hebohnya di Sumatera Barat. Jika Universitas Andalas telah berhasil melangsungkan pesta demokrasi itu, maka selasa depan (5/6/07) Universitas Negeri Padang dan Institut Agama Islam negeri Imam Bonjol yang akan melakukannya.
Tanggal 8 mei 2007 lalu, Universitas Andalas telah mendapatkan seorang Presiden Mahasiswa baru, Khalid namanya. Dengan sedikit riak demokrasi, Khalid melangkah ke istana Negara mahasiswa Universitas Andalas, PKM lantai II.
Pada tanggal Khalid memenangkan Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahassiswa(PEMIRA KM) di kampus hijau itu, memang ada sedikit penolakan terhadap adanya PEMIRA oleh sebagian mahasiswa, penentangan dan kesepakatan adalah ciri khas demokrasi, dan penyikapanlah yang membedakan level intelektual. Penolakan memang terjadi, tapi tidak sampai tataran anarkis, sebagian mahasiswa FISIP dengan Presiden FISIP UNAND menyatakan menolak PEMIRA KM UNAND di fakultasnya. Lantas itu tidak membuat terjadinya “penyatuan fisik” pada dua pihak berbeda, permasalahan selesai tatkala dialog diselesaikan.
Berbeda halnya dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang. Meski berlabelkan Islam, agaknya pendewasaan sikap demokrasi kurang berlangsung disini. Semestinya Pemilihan Presiden Mahasiswa IAIN berlangsung pada kamis minggu lalu (31/5/07), diundur menjadi Selasa (5/07/07) karena terjadi penolakan PEMIRA yang agak anarkis. Kampus IAIN memang yang paling berbeda kondisi politiknya dibanding kampus lain di SUMBAR. Jika UNP dan UNAND menerapkan sistem PEMIRA tanpa kendaraan politik untuk memajukan calon Presiden, IAIN memiliki kendaraan politik yang bernama Partai Politik. Nyaris sama dengan sistem PILPRES di Indonesia, setiap calon Presiden mahasiswa mesti memiliki Partai Politik untuk duduk di kursi mahasiswa satu (M-1).
Ada 5 partai politik yang mewarnai kampus IAIN, dan kasus penolakan terjadi karena 4 dari 5 parpol tersebut menarik semua calon anggota legislative dan calon Presidennya pada hari H pemilihan. Lantas dengan alasan ini 4 parpol tersebut menolak PEMIRA karena hanya di ikuti oleh satu orang peserta, yakni satu partai ; Partai Pergerakan Mahasiswa.

Alasan ini memang logis, hal ini jugalah yang membuat ketegangan diantara panitia yang bersikeras untuk melanjutkan PEMIRA, dan berujung pada anarkis kecil di IAIN. Penyelesaianpun melibatkan pihak birokrat kampus, dengan kesepakatan bersama, PEMIRA di undur pada selasa depannya.
Lalu, apakah kamis kelabu di IAIN akan terjadi lagi pada selasanya?. Kita simak saja perkembangan informasi dari IAIN atas pesta demokrasinya.

UNP
Universitas Negeri Padang, kampus yang terletak di pusat keramaian ini memang juga akan melaksanakan pemilihan Presiden Mahasiswa. UNP tidak menerapkan sistem partai politik untuk menjadi calon presiden dan calon anggota legislativ.
Hari ini, ada 3 orang Calon Presiden yang akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan M-1 di kampus UNP. Pemilihannya baru akan dilangsungkan pada selasa (5/7/07), sama dengan IAIN tadi.
Calon presiden itu memang memiliki basis massa masing-masing, pencalonan merekapun dilakukan berdasarkan massa tersebut.
Kita berharap pesta yang berlangsung dapat menjadi pencerahan dan pencerdasan politik bagi mahasiswa UNP, menjadi ajang silaturrahim dan menunjukan soliditas kemahasiswaan.

***
Karena proses demokrasi itulah agaknya membuat mahasiswa Sumbar tak lagi terlihat dalam aksi-aksi moralnya. Jika mahasiswa di daerah lain telah menyampaikan sikap mereka atas dana DKP, maka sampai sekarang di Sumbar belum terdengar sikap yang jelas dan tegas atas kasus itu.
Pesta demokrasi yang berlangsung di tiga kampus besar di Sumbar sepertinya memang menguras habis semua kekuatan mahasiswa, sehingga mahasiswa Sumbarpun kehilangan motor penggeraknya.
Meski ini tak dapat dijadikan alasan tunggal, tapi setidaknya salah satu alasan mandulnya pergerakan mahasiswa Sumbar hari ini karena memang mereka sedang menentukan sikap atas kondisi politik kampus mereka.
Selamat berpesta kawan, Rakyat menunggu aksi kalian selanjutnya. Mahasiswa tidak hanya untuk mahasiswa, sejarah mencatat bahwa mahasiswa ternyata lebih banyak ”di serahkan” kepada rakyat, membela rakyat dan kepentingan rakyat. Seperti lirik lagu perjuangan diatas, yang sering kalian lantunkan dijalanan. Karena kalianlah parlemen jalanan itu.
Hidup mahasiswa!!
Hidup rakyat!!

June 2, 2007

Nyanyian qalbu, teriakan jiwa, hentakan azzam!

Filed under: Umum

malam ini belum terlalu larut saat ku
masih menggoyang-goyangkan jemari di
keyboard komputer.
aku bertanya pada jiwaku, benarkah ini
saatnya ku mencari bidadari itu?
ku teringat pada lirik nasyid Suara
Persaudaraan berjudul Galau :
Apabila telah tiba masaku
Untuk segera mengakhiri lajangku
dengan segenap kemampuan yang Allah
berikan
Insya Allah azzamku segera ku tunaikan

Namun bila ku raba dalam hati
adakah ini terlalu cepat ku lalui…

***
Menikah adalah keniscayaan,
menggenapkan setengah dien kata Nabi
SAW, menguatkan dakwah kata ustadzku,
meredakan kepenatan sepulang mukhayyam
kata teman kepanduanku,menghapus
stress kata seorang teman yang
pengusaha, pelurus dan pengingat kita
kata sebagian besar aktivis dakwah,
penyejuk hati kata sahabatku,
insipirator dan motivator kata temenku
yang penulis, hah..banyak lagi kata
mereka yang telah menikah menuturkan
padaku. Sementara aku, hanya
mendengar, menguatkan azzam, berusaha
ke arah itu tanpa harus kehilangan
identitas “ikhwan” ku.
***
Tapi memang seperti lirik nasyid Saura
Persaudaraan tadi :
Namun pernikahan begitu indah kudengar
membuatku ingin segera melaksanakan
namun bila ku lihat aral melintang luas
hatiku maju mundur dibuatnya.

Ya begitulah rasa seorang “pencari
cinta”, seperti ku saat ini. ya
seperti ku.
Ku hanya mau yang halal, hanya mau
yang berkah, mawadah, mawarah,
sakinah. Aku tidak mau seperti surat
An Nisa : 9. Aku hanya mau punya
genereasi Rabbani, yang dengan
generasiku itu membuatku “ditendang”
masuk ke Syurga Nya.
***
Malam asih belum larut saat ku tulis
ini, saat ku mencari jati diri ku dan
jati diri bidadari ku tadi.
Aku tak tau siapa dia, aku hanya yakin
bahwa Allah Maha Adil dengan seluruh
Sifat dan Nama Nya yang disandarkan
pada Nya.
Aku sungguh mengharapkan KasihMu ya
Rabb.

Titip rindu untuk mereka ya Rabb.

Filed under: Umum

Malam itu aku sedang duduk di ruang kepanduan, kantor partaiku sekitar jam 22.00. Bersama banyak kepanduan ketika itu aku mendapatkan SMS dari kawan lama di jakarta. Kawan lama tadi adalah seorang sahabat yang aku kenal sejak masa kanak-kanak dahulu, saat kami di TPA sampai SMA.
Dulu aku tak terlalu dekat dengannya, maklum, keluarganya agak sedikit keras dalam pergaulan, dan ternyata sikap keluarganya yang agak keras itu membuat semua anak-anaknya berhasil.
Aku mulai kenal dengannya pada SMP, hanya sekedar bersapa jika ketemu. Kedekatanku dengannya mulai bertambah ketika aku SMA, meski berbeda SMA tapi kami sering bertemu di FORSISMA(FORUM SILATURRAHIM SISWA ISLAM MANDAU), organisasi yang mengembangkan potensiku menjadi lebih baik, di organisasi ini juga aku menjadi pemimpin keduanya.
Sejak kenal dengannya, banyak hal yang aku pelajari darinya. Sikapnya yang terkadang dewasa dibandingkan temen akhwat membuatku sering berdiskusi dengannya dalam hal psikologi. ya psikologi yang ternyata menjadi jurusan nya di UI. Hayati Rahmah, begitu nama lengkapnya. Dia memiliki dua abang dan satu adek. Buya dan umi, begitu dia memanggil papa dan mamanya. Keluarganya pun termasuk keluarga menengah keatas, tapi dia tak se”fikroh” temen2nya di SMA yang memiliki ekonomi sama.
Suatu hari di SMA ku dulu, aku sedang membaca diruang pustaka sekolah, mataku tertuju tajam pada sebuah majalah yang dikenal dengan nilai sastra yang tinggi, majalah itu HORISON, dan disana aku membaca sebuah puisi yang ternyata adalah goresan tinta temenku tadi. Tumpahan pikirannya masuk dalam majalah bergengsi tersebut.
Rahmah, begitu aku sering memanggilnya adalah seorang akhwat pendiam, jarang bicara dan suka becanda. Orangnya memang suka menulis dan inilah hobinya.
***
Malam ini Rahma memang sedang bersilaturrahim dengan ku melalui teknologi SMS, menanyakan kabar dan kesibukan. Isi sms yang memang selalu menjadi pembuka pembicaraan kami. Aku dan Rahmah memang sudah lebih dari 2 tahun tidak bertemu, lebaran kemarinpun dia harus tetap di Jakarta, karena masih menunggu ujian jawabnya saat kutanya kenapa gak pulang.
Saat sms dua kali dengan Rahmah, aku menjadi teringat akan sahabat2 masa laluku,temen2 yang menjadi motor penggerak dakwah di Sekolahku. Temen2 yang selalu ku mendapati mereka dengan semangat yang terpancar di wajahnya.
***
Malam itu telah larut, sudah pukul 23.15 saat kukirim sms terakhir ke Rahmah, dinginya udara malam mulai menyapaku, mataku kantuk.
Salam rindu buat temen2 di FORSISMA dulu : Nurya, Rudi, Ari, kardo, Heri, Rahmah, Etika, Ina, Weni, Adel. Meski ada diantara kalian yang sudah meninggalkan dakwah ini, ku berharap, mudah-mudahan Allah kembali mempertemukan kita pada barisan panjang orang yang menunggu jatah masuk ke Jannah Nya, Amiin.

LPK in Memoriam I

Filed under: Umum

Pagi itu aku berkemas menuju kantor partai di bilangan Jati, Padang. Bersama dua orang rekan aku menumpang sebuah bus kota dari depan simpang ke rumah ku yang memakan waktu lebih kurang 15 menit ke kantor partai.
Perjalanan ku ini memang agak sedikit berbeda dari yang biasa. Aku memang sudah terbiasa dan bahkan rutin setidaknya 2 kali seminggu menempuh jalan yang sama untuk rute yang sama dan untuk tujuan tempat yang sama.Akan tetapi kali ini aku sedang dalam perjalanan panjang menuju kantor Partai di Kota Payakumbuh yang memakan waktu paling cepat 2 jam perjalanan.
Keberangkatanku ke Kota Payakumbuh memang mendadak, aku sendiri tidak memasukannya ke agendaku bulan ini dan anggarannyapun tidak tercatat dalam dana reguler, sehingga untuk keperluan finansial ini aku terpaksa menggunakan dana ”tak terduga” dalam catatan kasku.
Berangkat dari rumah dua orang, sampai di Jati aku berkumpul dan menjadi 4 orang, dan perjalanan ke Payakumbuh juga ku tempuh dengan jumlah yang terakhir tadi. Sesampai di Payakumbuh kami menjadi lebih kurang 54 orang dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Kenapa bisa jadi ramai? Ya, karena hari itu, kamis, 54 orang yang mewakili daerah masing-masing memang akan menjalani sebuah kegiatan yang bernama Latsar Pandu Keadilan; LPK.
LPK ini adalah yang kedua dimana tahun lalu adalah yang pertama, bertempat di daerah yang sama, daerah Kota Payakumbuh.
***
54 orang tadi tidak datang secara serentak, diantaranya memang datang terlambat tapi lebih banyak datang tepat waktu. Namanya juga Kepanduan, komunitas kader dakwah yang tahan banting.
Aku dan beberapa kawan dari Padang memang datang tidak terlalu awal tapi kami juga tidak telat sehingga diantara kami ada yang menjadi pengawal pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Walikota Payakumbuh. Disini, Payakumbuh, memang sedang akan diadakan perhelatan pesta demokrasi daerah yang kaum elite Negara ini menyebutnya dengan PILKADAL (pemilihan kepala daerah langsung).

Kamis, 24 Mei, jam 21.00
Semua Kepanduan dari daerah di intruksikan untuk keluar dari ruangan DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Payakumbuh, intruksinya memakai pakaian lengkap, menyandang kerel (ransel besar), berbaris perdaerah dan harus sudah memiliki komanda regu.
Malam ini, Padang di komandoi oleh sahabatku di kepanduan yang bernama junaidi, dia adalah kader yang taat, nyaris semua orang senang dengan sikap dan perilakunya, akhlaknya santun dan tidak pernah membalas jika mendapatkan ledekan dari beberapa teman kepanduan. Junaidi adalah alumni aceh karena bencana tsunami yang melanda Desember 2004 dulu, ketika di Aceh, junaidi bertindak sebagai juru masak kepanduan, dan dia dikenal dengan kepanduan yang tidak mau di ajak pulang ke Padang. Maklum, ke enakan di medan jihad katanya.
Setelah berbasa basi, panitia mengumumkan bahwa seluruh peserta akan long march menuju lokasi, perjalanan itu sendiri dimulai dari pukul 22.00, memakan perjalanan lebih kurang satu setengah jam. Perjalanan dibagi atas regu dengan membentuk satu berbanjar, sehingga dari kejauhan barisan Kepanduan ini tampak rapi dalam satu banjarnya.
Perjalanan menuju lokasi di pandu oleh seorang KORSAD (korp satuan tugas kepanduan, sejenis pasukan khusus kepanduan) yang berasal dari Payakumbuh, sedangkan KORSAD yang lain menuju lokasi dengan mobil dan bahkan sudah ada yang stand by di posko.
Sesampai di lokasi kami disambut oleh panitia dan instruktur, sembari memberi keterangan denah MCK (Mandi Cuci Kakus) di lokasi, instruktur juga mempersilahkan kami tidur beralaskan matras di atas padang rumput dengan beratapkan langit, untung hujan sudah melanda sebelumnya, sehingga ketika kami sampai dilokasi hujan sudah reda yang membuat kami bisa tidur tanpa tetesan hujan dari langit, meski demikian, sisa dari hujan, genangan air memang sudah ada. Ini membuat kami mencari tempat yang layak untuk menghentikan rutunitas jiwa dan raga malam itu.

Jum’at, 25 Mei. Pukul 05.00
Long march ke lokasi, perjalanan dari padang ke payakumbuh yang memakan waktu lebih dari 2 jam, kegiatanku di posko bencana air pasang selama lebih dari 3 hari 3 malam membuatku sungguh kelelahan.
Alhamdulillah, tidurku malam tadi sangat lancar. Ini membuat teman satu regu bertanya, kenapa aku bisa tidur pulas dengan kondisi agak becek,dingin, dibawah kolong langi.
Pertanyaan ini memang pantas diajukan temanku itu, maklum tadi malam dia tidur tak senyenyak aku. Sedikit senyum dan mengucap hamdalah, aku berbagi tips. ”ana juga tidak tau bisa tidur seperti semalam, se ingat ana, ketika akan tidur ana berdoa dan berkata dalam hati bahwa ana malam ini tidur diatas kasur empuk”. Jawaban itu yang ku berikan yang membuat kening temanku berkerut.

Hari yang sama, pada ba’da subuh
Hari pertamaku di lokasi dimulai pada ba’da subuh, kami dipersilahkan oleh panitia untuk melaksanakan amalan yaumi terlebih dahulu sebelum di intruksikan untuk membangun big fak, entah aku tak tau tulisannya yang jelas mereka sering menyebutnya seperti tulisan aku ini, maksud big fak itu adalah sebuah tenda yang dibuat dari pepohonan, beratapkan mantel/daun2, pokoknya tidak boleh menggunakan tenda untuk membangunnya.
Selesai pembuatan tempat berteduh regu kami yang memang telah dipecah tadi, kami melaksanakan upacara pembukaan LPK. Acara pembukaan sendiri dihadiri oleh ust.Chaerul Umam, beliau adalah anggota DPR RI dari Fraksi PKS, juga merupakan ketua wilyah dakwah SUMBAGUT (Sumatera Bagian Utara).
Tidak lama untuk pembukaan, kemudian kami diberi Riyadhoh (olah raga) yang juga tidak lama,tapi cukup membuat banyak peserta LPK muntah, pusing, terkapar di tenda kesehatan ataupun tenda ”big fak” peserta.
Riyadhoh ini memang agak sedikit keras, pamanasan awalnya, berguling-guling akhirnya. Praktis, perut yang belum di isi, tidur yang kurang tadi malam, kekuatan fisik dan mental yang minus membuat banyak peserta ”tumbang kalah” terhadap kondisi.
Alhamdulillah, aku tidak termasuk dalam bagian itu, aku masih menjadi pememang dalam hal ini.
Riyadhoh yang dimulai pukul 08.00 sampai 9.30 ini di akhiri oleh sarapan selama lima belas menit, memakan teh dan roti kami harus menyelesaikan itu semua sampai makan siang datang. Cukup 15 menit, pluit yang berbunyi perintah berkumpulpun berteriak, serentak dan spontan semua peserta berlari ketengah lapangan meninggalkan semua nikmatnya istirahat, nikmatnya secangkit teh yang dibagi 9 orang. Kecepatan lari kami (peserta,red) bertambah cepat tatkala instruktur menghitung mundur10 sampai satu yang semakin cepat.
Beberapa kawan yang telat memang menjadi tontonan gratis bagi semua peserta yang datang tepat waktu, yang telat diberi push up 10, merayap dan berguling. Huaaakkk….muntah dari peserta tak terelakan lagi. Aku masih menatap mereka di barisan orang-orang yang datang tepat waktu.
Selesai babak pemberian hukuman telat, kami diberi sedikit pemandian yang bernama merayap diatas Lumpur sawah. Gila, seumur hidupku baru kali ini aku melihat sawah yang jika kita berdiri, maka akan memakan seluruh kaki hingga paha, sehingga cara yang paling aman dan tepat menyeberangi sawah ini adalah dengan merayap diatasnya.
Acaranya tidak lama, setelah merayap disawah, kami disuruh memanjat tebing, berlari dengan kencang sampai 45 menit menjelang waktu jum’atan.
Jum’atan siang ini terasa begitu berarti, terasa begitu berat sekaligus menantang bagiku. Jum’at ini khas!.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer