..::My Diary is My Best Friend::..

May 17, 2007

memang, hati itu labil!

Filed under: Umum

Baru masuk warnet Arwana di pasar baru depan halte kampus ku tercinta aku sudah merasakan hawa sejuk, karena ruangan ini memang terpasang dua buah AC yang pas dengan posisi seperti itu.
Sembari menunggu pukul 19.00 aku duduk didepan komputer sambil menikmati siaran TV yang diputar didalam warnet ini. Asyik!

Warnet ini berisi 16 unit komputer, yang disusun saling berhadapan. Dua shaf komputer ini di tengahi oleh jalan menuju warnet lantai 2. Komputer 1 sampai 7 berada pasa satu shaf, sedangkan 8 sampai 16 berada pada shaf seberangnya. Sedangkan aku duduk di meja 10. tepat disamping TV dan dibawah “pancaran” AC.
Duduk di bangku no 16 seorang gadis yang ditemani seorang cowok, menurut perkiraanku cowok itu adalah kekasih dari si cewek. Aku memperkirakan itu karena si cewek aku kenal betul siapa dia.
Cewek yang aku maksudkan tadi adalah seorang gadis yang berasal dari satu daerah di Duri-Riau, sekarang dia kuliah di satu universitas dengan ku tapi dia di fakultas ISIP.
Ketika dia tahun satu (awal masuk kuliah) aku pernah bertemu dengannya di sekre BEM KM UNAND, dia menggenakan jilbab yang cukup rapi, ditemani oleh kak salma (aku kangan pada kakakku ini) dia masuk ke Sekre BEM yang memang terbilang besar. Setelah sedikit berbasa basi dengannya, aku mulai bertanya tentang fakultas apa dia sekrang, tinggal dimana, dan bla bla bla…
Aku salut, dia tinggal di Wisma Sketsa Biru. Berisi akhwat “papan atas” FISIP. Aku ketika itu membayangkan kalo dia juga bakalan menambah daftar akhwat yang berasal dari Duri.
Malam ini, saat ini, harapanku dulu ternyata salah besar. Dia yang bersama si cowok ternyata tidak menjadi Akhwat, ironisnya, dia duduk dengan cowoknya tanpa jilbab!
***
Dari kisah nyata diatas, aku kembali tersadarkan atas kedudukan hati sebagai penentu kebijakan dari seseorang. aku sungguh sadar itu dan semakin sadar malam ini.
Waktu kecil aku satu MDA dengannya, karena memang kami bertetangga,kemudian kami juga satu SD sampai SMA.
Dulu dia “aman-aman” saja, sekarang, aku sungguh kasihan.
Seperti kisah pada blog tercinta ini, dulu ada akhwat yang waktu tahun satu aku kuliah menggunakan pakaian yang rapi, tapi sekarang dia malah memakai jeans.
Ada juga temanku di SMA dulu, ketika SMA aku kenal dia tanpa pakaian taqwa layaknya akhwat, tapi hari ini, dia sudah menjadi akhwat militan di kampusnya, sungguh, hati ini milik Yang Punya!.
Allah, sungguh Dia lah pemilik hati ini, Dia juga yang membolak balikan hati ini.

aku berharap, aku dan kamu tetap pada jalan ini, jika kamu masih belum menikmati jalan ini seperti aku menikmatinya, aku berharap Allah sudi memberikan kenikmatan itu padamu, amiin.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dolla.blogsome.com/2007/05/17/memang-hati-itu-labil/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer