..::My Diary is My Best Friend::..

May 14, 2007

Ujian adalah tiket menuju Surga

Filed under: Umum, Sirah

Sesungguhnya di surga ada tingkatan yang tidak dapat dicapai oleh seorang hamba dengan amalnya, apa pun amalnya.
Allah telah menyediakan kedudukan tertentu di surga bagi hamba-hamba Nya yang beriman bukan karena amal mereka melainkan karena ujian dan cobaan yang menerpa. Oleh karenanya, Allah SWTmenyiapkan bagi mereka sebab-sebab yang akan mengantarkan mereka kepada ujian dan cobaan itu. Ya, sama persis seperti halnya Dia memberikan taufik kepada mereka yang beramal shalih yang juga merupakan sebab-sebab yang akan menyampaikan mereka kesana.
Ada tingkatan iman yang tidak bisa dicapai oleh seorang hamba dengan amalnya. Ia hanya akan mencapainya dengan ujian dan cobaan. Allah ber iradah (berkehendak) untuk meningkatkan imannya. Maka Allah pun menetapkan ujian dan menolongnya untuk bersabar dan teguh menghadapinya. Jadi ini merupakan rahmat dari Nya bagi sang hamba.
Bukankah sekiranya orang-orang musyrik Quraisy tidak merampas harta shuhaib ar-Rumiy karena ia tidak akan mencapai derajat ”Wahai Abu Yahya, perniagaanmu benar-benar beruntung”.
Bukankah sekiranya keluarga Yasir tidak merasakan pedihnya siksa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Quraisy niscaya tidak akan sampai ke derajat, ”bersabarlah wahai keluarga Yasir, seungguhnya bagi kalian adalah surga”.
Sekiranya Anas bin Nadlar tidak tercecah tubugnya dalam perang uhud, ia tidak akan mendapatkan kemuliaan, “seandainya ia bersumpah, memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya”.
Kalaulah bukan karena itu, niscaya wajahnya tidak akan berseri-seri dan tidak akan terealisirlah apa yang di inginkannya saat ia bersumpah, ”demi Allah, gigi depan Rubayyi’ tidak akan copot”.
Jika bukan karena siksa yang dirasakan oleh Bilal bin Rabah dari umayyah bin khalaf dan algojo-algojonya, niscaya ia tidak mendapatkan gelar, ”Bilal, penghulu kita”.
Kalaulah bukan karena kesabaran Yusuf AS saat digoda dan saat dipenjara, ia tidak akan mendapatkan panggilan ”wahai yang terpecaya” (Yusuf :46).
Sekiranya bukan kesabaran Umar bin Khattab mengenyam pahit-pahitnya kebenaran dan keadilan, niscaya tangannya tidak akan terbentang menguasai dunia se isinya, atau seperti banyak dikatakan, ”tangganya terbentang, menyentuh bumi dengan kilau perhiasan”.
Sekiranya bukan karena kesabaran Umar bin Abdul ’Aziz mengenyam getir-getir kebenaran dan keadilan, ia tidak akan diakui sebagai khalifah kelima.
Jika bukan karena kesabaran ashhaburraji’ atas apa yang menerpa mereka dijalan Allah, nsicaya mereka tidak akan menjadi orang-orang yang dimaksud oleh Allah dalam firman Nya :
”Dan diantara sebagain manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk mendapatkan ridha Allah”(Qs. 2 : 207).
Jika bukan karena kesabaran Sa’ad bin Mu’adz, perjuangannya di jalan Allah, darahnya mengalir saat perang khandaq, dan hukumnya yang adil terhadap Bani Quraizhah, niscaya ia tidak akan meraih derajat ”Arsy ar-Rahman berguncang saat kematian Sa’ad”.
Jika bukan karena kesungguhan, pengorbanan, dan kesabaran ’Abdullah bin Haram saat perang uhud dan sebelumnya, ia tidak akan meraih derajat, :wahai hamba-Ku, berangan-anganlah, niscaya Aku akan memberikannya kepadamu”.
Andai bukan kerana kesabaran Ahmad bin Hambal dalam menghadapi siksaan dan keteguhannya diatas kebenaran, ia tidak akan mencapai gelar ”imam ahlussunnah”.
Andai bukan karena kesabaran dan keteguhan sayyid qutb dalam menghadapi ujian dan saat digantung, kata-katanya tidak akan dikenang dan buku-bukunya pun tidak akan tersebar dan berpengaruh diberbagai belahan dunia.
Maka, jika Allah ber iradah(berkehendah) untuk memilih sebagaian hambaNya supaya menjadi Syuhada’, Dia akan menguasakan musuh kepada mereka yang akan membunuh dan menumpahkan darah mereka dalam cinta dan ridha Nya, supaya mereka mengorbankan jiwa mereka di jalan Nya.
Syahadah adalah derajat tertinggi setelah derajat para Nabi dan Shiddiqin. Syuhada’ adalah orang-orang yang berkorban untuk Rabbnya. Mereka telah ridha kepada Allah, dan Allah pun memilih mereka untukNya sendiri.
Karena itulah Allah mengadakan sebab-sebab untuk itu. Allah menjadikan musuh Nya – yang juga musuh orang-orang beriman- sebagai sebab tercapainya syahadah orang-orang yang beriman.
Sungguh derajat yang tinggi.
Apabila Allah beriradah untuk mengangkat para da’i dan para mujahid ke derajat ini, maka mereka harus terbunuh di tangan musuh.
Disana ada dosa yang besar yang hanya dapat dihapus oleh kebaikan yang besar atau ujian yang berat. Maka Allah menetapkan ujian bagi wali-waliNya, supaya dosa-dosa mereka terhapuskan; yang kecil ataupun yang besar, yang tampak ataupun yang kasat mara, yang awal ataupun yang akhir, sampai tak tersisa lagisatu kesalahanpun. Lalu mereka menghadap Rabbnya sedangkan dosa-dosa mereka telah berguguran.
Kemuliaan yang tak terkirakan dan derajat sangat tinggi!.
Kiranya inilah yang di isyaratkan oleh hadist yang diriwayatkan oleh at-Tarmidzi dari Abu Hurairah Ram katanya, Rasulullah SAW bersabda :
Ujian akan terus menimpa seorang mukmin ; laki-laki dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa.

penawar lelah pengemban dakwah, DR.Abdullah Azzam

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://dolla.blogsome.com/2007/05/14/ujian-adalah-tiket-menuju-surga/trackback/

  1. Well done bro, happy blogging for Islam

    Comment by Smart — August 30, 2007 @ 6:49 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer