Nyanyian sunyi seorang bisu*
Malam semakin larut diringin hujan di luar warnet yang aku tempati, memang aku memilih malam karena sedikit murah (50 % discount) dan juga siangnya aku ga sempet.
Dari tadi aku muter-muter di dunia maya ini, ketemu ama blog yang sungguh, kisahnya bener2 membuatku iri, iri untuk segera melengkapi setengah dien ini. ku rindu itu ; menikah!
Di blog yang membuatku iri itu, ku temukan banyak puisi cinta, kisah cinta, lantunan rindu, nyanyian qalbu sang mujahidah saat mujahidnya pergi, aku rindu hal itu, sungguh!
ya, aku memang tidak terlalu panda dalam sastra, tapi aku penikmat sastra. Aku lebih menyukai istri menyampaikan rasa cintanya dalam bentuk sastra dari pada langsung yang membuatku geli, tapi jika dalam sastra hanya akan menambah rasa cinta dan tangis haru.
Aku memang bukan ahli dalam tulis menulis, tapi setiap ku membaca artikel cinta, hanya satu yang ku katakan ; Subhanallah. Kemudian ; menangis terharu!
Memendam cinta adalah cara tercepat dalam menuju patah hati, aku memang jatuh hati, aku memang jatuh cinta, aku memang sedang merindui. cintaku, rinduku, kangenku pada satu hal ; menikah!
bukan untuk gagah gagahan, karena memang aku ingin lengkap dien ini, dan jika aku harus syahid setelah itu, aku ikhlas.
Ah, bisa saja aku mendapatkan gadis yang pintar, cerdas, kaya. tapi itu bukan syarat utama. Seperti usaha keluargaku yang menjodohkanku dengan gadis yang masih terhitung saudaraku. Tapi sungguh bukan kenikmatan dunia saja aku menikah, tapi lebih dari itu ; fi dunya wal akhirah.
Kalo pengen nikah, harus ama mawar (nama samaran), lihat dia, mahasiswi kedokteran, cantik, kaya, saudara kita lagi yang kita kenal keturunannya, itu ungkapan yang diberikan mama saat ku menyodorkan sebuah biodata akhwat yang akan ku nikahi. saat mendengar itu aku menjadi layu, tapi tak putus asa.
akhirnya, untuk segera menikah aku harus mencari akhwat kedokteran, kaya , cantik dan keturunan yang baik. Itulah caranya aku lepas dari jeretan sebuah kata ; perjodohan. itu lah caraku meski susah bagiku untuk menikah.
hmm…terlalu vulgar curhatku disini, tapi aku memang orang yang terbuka, apa adanya. Ah udahlah, jika udah jodoh, meski semua jin dan manusia berkoalisi untuk menghambatnya, bidadari itu kan tetap di dekapku. Siapakah lagi yang paling menepati janji selain Allah SWT?. TIDAK ADA!
*meminjam istilah pramodya ananta tur. Judul buku tersebut sebagai hadiah dari kakek kepadaku sekitar 5 tahun silam.


Solusi :
1. Nikah lah lai
2. Selamat menempuh hidup baru
Comment by fajar — July 15, 2007 @ 3:20 pm
A Prayer
About his pray
I asked for strength and God gave me difficulties to make me strong
I asked for wisdom and God gave me problem to solve
I asked for prosperity and God gave me brains to work
I asked for courage and God gave me dangers to overcome
I asked for love and God gave me trouble people to help
I asked for favours and God gave me opportunities
I receive nothing that I wanted
I receive everything that I needed
My prayer has been answered
Comment by elis — September 29, 2007 @ 10:35 am