..::My Diary is My Best Friend::..

May 30, 2007

Zahara, anggun!

Filed under: Umum

Namanya Fatimah Az Zahra binti Muhammad, dia dikenal dengan perilaku, tutur kata dan sikap berjalan yang nyaris sama dengan Bapaknya, Nabi Muhammad SAW. Fatimah adalah anak kesayangan Rasulullah SAW dan menikahkannya dengan seorang pemuda yang ketika melamar putrinya sambil menundukan wajah. Pemuda itu tersipu malu, mengutarakan dengan kata-kata yang terbata tapi jelas tentang niatnya untuk mempersunting Fatimah. Pemuda itu kelak menjadi khalifah ke empat dalam sejarah peradaban Islam, pemuda itu juga yang disembuhkan oleh Nabi matanya hanya dengan air liur Sang Baginda. Pemuda itu Ali bin Abi Thalib.
Fatimah Az Zahara, seanggun namanya, akhlaknya terhadap suami sangat terpuji dan menjadi rujukan bagi beberapa ikhwan yang ada saat ini. Pernah suatu ketika, penulis berdiskusi pajang dengan seorang kawan tentang akwhat seperti apa yang akan mencetak mujahid-mujahidnya. kawan tersebut tersenyum dan menjawab dengan semangat, ana mencari yang seperti Fatimah Az Zahara!
Luar biasa, tidak hanya ibunya saja yang menjadi acuan, dia pun masuk dalam daftar itu.
***
Aku beranjak pada seorang kawan yang ku pandang luar biasa, namanya Agustiba Zahara. Dia akhwat. Dan satu tahun di atasku, tapi tidak pernah sekalipun aku memanggilnya uni/kakak.
Sampai ketika zahara (begitu aku memanggilnya) protes dengan mengatakan kenapa aku tidak memanggil uni kepadanya.
Diserbu dengan pertanyaan bernada protes, kujawab dengan sebisaku. Bahwa nama Zahara terlalu anggun, terlalu bagus untuk di bumbuhi uni. Dia pun terdiam, dia menulis bahwa sebenarnya dia terserah saja.
Pernah dia meminta aku memanggil agus untuknya, karena agus adalah nama cowok. kata Sang Idol SAW, bahwasanya nama artinya doa. Ya, ketika aku memanggil dengan agus akan sama artinya aku mendoakan dia menjadi atau paling tidak berkarakter seperti cowok, sedangkan zahara, sungguh, nama itu sungguh anggun, baik, cerdas, … !
***
Sesungguhnya tanpa aku memanggilnya zaharapun dia telah menjadi akwhat yang luar biasa. Aku hanya menambahkan dia menjadi akhwat yang super luar biasa dengan memanggilnya seperti itu.

izinkan saya memanggilmu Zahara.

May 23, 2007

Ta’limat turun lagi!

Filed under: Umum

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan lemah maupun kuat…” (Qs. 9:41).

Ah, ta’limat dari kepanduan itu turun lagi, setelah aku berusaha semaksimal mungkin untuk mengelak. Tapi emang, sepertinya itulah yang terbaik, aku diwajibkan mengikuti LPK (Latsar Pandu Keadilan). Itu setara dengan LATSAR (Latihan dasar) III.
Acaranya di gunung sago, gunung yang dikenal dengan medan tidak bersahabat, dikenal dengan suhu yang tidak pengertian.
Tapi satu hal yang ku yakinkan pada diriku, setelah aku mencoba mencari sebuah keyakinan dalam menerima ta’limat ini :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah:216)
huh, resiko menjadi seorang Jundy da’wah adalah patuh terhadap aturan dan tatib di jamaah ini.
tapi, pergi g ya?

May 17, 2007

memang, hati itu labil!

Filed under: Umum

Baru masuk warnet Arwana di pasar baru depan halte kampus ku tercinta aku sudah merasakan hawa sejuk, karena ruangan ini memang terpasang dua buah AC yang pas dengan posisi seperti itu.
Sembari menunggu pukul 19.00 aku duduk didepan komputer sambil menikmati siaran TV yang diputar didalam warnet ini. Asyik!

Warnet ini berisi 16 unit komputer, yang disusun saling berhadapan. Dua shaf komputer ini di tengahi oleh jalan menuju warnet lantai 2. Komputer 1 sampai 7 berada pasa satu shaf, sedangkan 8 sampai 16 berada pada shaf seberangnya. Sedangkan aku duduk di meja 10. tepat disamping TV dan dibawah “pancaran” AC.
Duduk di bangku no 16 seorang gadis yang ditemani seorang cowok, menurut perkiraanku cowok itu adalah kekasih dari si cewek. Aku memperkirakan itu karena si cewek aku kenal betul siapa dia.
Cewek yang aku maksudkan tadi adalah seorang gadis yang berasal dari satu daerah di Duri-Riau, sekarang dia kuliah di satu universitas dengan ku tapi dia di fakultas ISIP.
Ketika dia tahun satu (awal masuk kuliah) aku pernah bertemu dengannya di sekre BEM KM UNAND, dia menggenakan jilbab yang cukup rapi, ditemani oleh kak salma (aku kangan pada kakakku ini) dia masuk ke Sekre BEM yang memang terbilang besar. Setelah sedikit berbasa basi dengannya, aku mulai bertanya tentang fakultas apa dia sekrang, tinggal dimana, dan bla bla bla…
Aku salut, dia tinggal di Wisma Sketsa Biru. Berisi akhwat “papan atas” FISIP. Aku ketika itu membayangkan kalo dia juga bakalan menambah daftar akhwat yang berasal dari Duri.
Malam ini, saat ini, harapanku dulu ternyata salah besar. Dia yang bersama si cowok ternyata tidak menjadi Akhwat, ironisnya, dia duduk dengan cowoknya tanpa jilbab!
***
Dari kisah nyata diatas, aku kembali tersadarkan atas kedudukan hati sebagai penentu kebijakan dari seseorang. aku sungguh sadar itu dan semakin sadar malam ini.
Waktu kecil aku satu MDA dengannya, karena memang kami bertetangga,kemudian kami juga satu SD sampai SMA.
Dulu dia “aman-aman” saja, sekarang, aku sungguh kasihan.
Seperti kisah pada blog tercinta ini, dulu ada akhwat yang waktu tahun satu aku kuliah menggunakan pakaian yang rapi, tapi sekarang dia malah memakai jeans.
Ada juga temanku di SMA dulu, ketika SMA aku kenal dia tanpa pakaian taqwa layaknya akhwat, tapi hari ini, dia sudah menjadi akhwat militan di kampusnya, sungguh, hati ini milik Yang Punya!.
Allah, sungguh Dia lah pemilik hati ini, Dia juga yang membolak balikan hati ini.

aku berharap, aku dan kamu tetap pada jalan ini, jika kamu masih belum menikmati jalan ini seperti aku menikmatinya, aku berharap Allah sudi memberikan kenikmatan itu padamu, amiin.

May 14, 2007

Nyanyian sunyi seorang bisu*

Filed under: Umum, VIP

Malam semakin larut diringin hujan di luar warnet yang aku tempati, memang aku memilih malam karena sedikit murah (50 % discount) dan juga siangnya aku ga sempet.
Dari tadi aku muter-muter di dunia maya ini, ketemu ama blog yang sungguh, kisahnya bener2 membuatku iri, iri untuk segera melengkapi setengah dien ini. ku rindu itu ; menikah!
Di blog yang membuatku iri itu, ku temukan banyak puisi cinta, kisah cinta, lantunan rindu, nyanyian qalbu sang mujahidah saat mujahidnya pergi, aku rindu hal itu, sungguh!

ya, aku memang tidak terlalu panda dalam sastra, tapi aku penikmat sastra. Aku lebih menyukai istri menyampaikan rasa cintanya dalam bentuk sastra dari pada langsung yang membuatku geli, tapi jika dalam sastra hanya akan menambah rasa cinta dan tangis haru.
Aku memang bukan ahli dalam tulis menulis, tapi setiap ku membaca artikel cinta, hanya satu yang ku katakan ; Subhanallah. Kemudian ; menangis terharu!

Memendam cinta adalah cara tercepat dalam menuju patah hati, aku memang jatuh hati, aku memang jatuh cinta, aku memang sedang merindui. cintaku, rinduku, kangenku pada satu hal ; menikah!
bukan untuk gagah gagahan, karena memang aku ingin lengkap dien ini, dan jika aku harus syahid setelah itu, aku ikhlas.

Ah, bisa saja aku mendapatkan gadis yang pintar, cerdas, kaya. tapi itu bukan syarat utama. Seperti usaha keluargaku yang menjodohkanku dengan gadis yang masih terhitung saudaraku. Tapi sungguh bukan kenikmatan dunia saja aku menikah, tapi lebih dari itu ; fi dunya wal akhirah.

Kalo pengen nikah, harus ama mawar (nama samaran), lihat dia, mahasiswi kedokteran, cantik, kaya, saudara kita lagi yang kita kenal keturunannya, itu ungkapan yang diberikan mama saat ku menyodorkan sebuah biodata akhwat yang akan ku nikahi. saat mendengar itu aku menjadi layu, tapi tak putus asa.

akhirnya, untuk segera menikah aku harus mencari akhwat kedokteran, kaya , cantik dan keturunan yang baik. Itulah caranya aku lepas dari jeretan sebuah kata ; perjodohan. itu lah caraku meski susah bagiku untuk menikah.

hmm…terlalu vulgar curhatku disini, tapi aku memang orang yang terbuka, apa adanya. Ah udahlah, jika udah jodoh, meski semua jin dan manusia berkoalisi untuk menghambatnya, bidadari itu kan tetap di dekapku. Siapakah lagi yang paling menepati janji selain Allah SWT?. TIDAK ADA!

*meminjam istilah pramodya ananta tur. Judul buku tersebut sebagai hadiah dari kakek kepadaku sekitar 5 tahun silam.

Ujian adalah tiket menuju Surga

Filed under: Umum, Sirah

Sesungguhnya di surga ada tingkatan yang tidak dapat dicapai oleh seorang hamba dengan amalnya, apa pun amalnya.
Allah telah menyediakan kedudukan tertentu di surga bagi hamba-hamba Nya yang beriman bukan karena amal mereka melainkan karena ujian dan cobaan yang menerpa. Oleh karenanya, Allah SWTmenyiapkan bagi mereka sebab-sebab yang akan mengantarkan mereka kepada ujian dan cobaan itu. Ya, sama persis seperti halnya Dia memberikan taufik kepada mereka yang beramal shalih yang juga merupakan sebab-sebab yang akan menyampaikan mereka kesana.
Ada tingkatan iman yang tidak bisa dicapai oleh seorang hamba dengan amalnya. Ia hanya akan mencapainya dengan ujian dan cobaan. Allah ber iradah (berkehendak) untuk meningkatkan imannya. Maka Allah pun menetapkan ujian dan menolongnya untuk bersabar dan teguh menghadapinya. Jadi ini merupakan rahmat dari Nya bagi sang hamba.
Bukankah sekiranya orang-orang musyrik Quraisy tidak merampas harta shuhaib ar-Rumiy karena ia tidak akan mencapai derajat ”Wahai Abu Yahya, perniagaanmu benar-benar beruntung”.
Bukankah sekiranya keluarga Yasir tidak merasakan pedihnya siksa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Quraisy niscaya tidak akan sampai ke derajat, ”bersabarlah wahai keluarga Yasir, seungguhnya bagi kalian adalah surga”.
Sekiranya Anas bin Nadlar tidak tercecah tubugnya dalam perang uhud, ia tidak akan mendapatkan kemuliaan, “seandainya ia bersumpah, memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya”.
Kalaulah bukan karena itu, niscaya wajahnya tidak akan berseri-seri dan tidak akan terealisirlah apa yang di inginkannya saat ia bersumpah, ”demi Allah, gigi depan Rubayyi’ tidak akan copot”.
Jika bukan karena siksa yang dirasakan oleh Bilal bin Rabah dari umayyah bin khalaf dan algojo-algojonya, niscaya ia tidak mendapatkan gelar, ”Bilal, penghulu kita”.
Kalaulah bukan karena kesabaran Yusuf AS saat digoda dan saat dipenjara, ia tidak akan mendapatkan panggilan ”wahai yang terpecaya” (Yusuf :46).
Sekiranya bukan kesabaran Umar bin Khattab mengenyam pahit-pahitnya kebenaran dan keadilan, niscaya tangannya tidak akan terbentang menguasai dunia se isinya, atau seperti banyak dikatakan, ”tangganya terbentang, menyentuh bumi dengan kilau perhiasan”.
Sekiranya bukan karena kesabaran Umar bin Abdul ’Aziz mengenyam getir-getir kebenaran dan keadilan, ia tidak akan diakui sebagai khalifah kelima.
Jika bukan karena kesabaran ashhaburraji’ atas apa yang menerpa mereka dijalan Allah, nsicaya mereka tidak akan menjadi orang-orang yang dimaksud oleh Allah dalam firman Nya :
”Dan diantara sebagain manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk mendapatkan ridha Allah”(Qs. 2 : 207).
Jika bukan karena kesabaran Sa’ad bin Mu’adz, perjuangannya di jalan Allah, darahnya mengalir saat perang khandaq, dan hukumnya yang adil terhadap Bani Quraizhah, niscaya ia tidak akan meraih derajat ”Arsy ar-Rahman berguncang saat kematian Sa’ad”.
Jika bukan karena kesungguhan, pengorbanan, dan kesabaran ’Abdullah bin Haram saat perang uhud dan sebelumnya, ia tidak akan meraih derajat, :wahai hamba-Ku, berangan-anganlah, niscaya Aku akan memberikannya kepadamu”.
Andai bukan kerana kesabaran Ahmad bin Hambal dalam menghadapi siksaan dan keteguhannya diatas kebenaran, ia tidak akan mencapai gelar ”imam ahlussunnah”.
Andai bukan karena kesabaran dan keteguhan sayyid qutb dalam menghadapi ujian dan saat digantung, kata-katanya tidak akan dikenang dan buku-bukunya pun tidak akan tersebar dan berpengaruh diberbagai belahan dunia.
Maka, jika Allah ber iradah(berkehendah) untuk memilih sebagaian hambaNya supaya menjadi Syuhada’, Dia akan menguasakan musuh kepada mereka yang akan membunuh dan menumpahkan darah mereka dalam cinta dan ridha Nya, supaya mereka mengorbankan jiwa mereka di jalan Nya.
Syahadah adalah derajat tertinggi setelah derajat para Nabi dan Shiddiqin. Syuhada’ adalah orang-orang yang berkorban untuk Rabbnya. Mereka telah ridha kepada Allah, dan Allah pun memilih mereka untukNya sendiri.
Karena itulah Allah mengadakan sebab-sebab untuk itu. Allah menjadikan musuh Nya – yang juga musuh orang-orang beriman- sebagai sebab tercapainya syahadah orang-orang yang beriman.
Sungguh derajat yang tinggi.
Apabila Allah beriradah untuk mengangkat para da’i dan para mujahid ke derajat ini, maka mereka harus terbunuh di tangan musuh.
Disana ada dosa yang besar yang hanya dapat dihapus oleh kebaikan yang besar atau ujian yang berat. Maka Allah menetapkan ujian bagi wali-waliNya, supaya dosa-dosa mereka terhapuskan; yang kecil ataupun yang besar, yang tampak ataupun yang kasat mara, yang awal ataupun yang akhir, sampai tak tersisa lagisatu kesalahanpun. Lalu mereka menghadap Rabbnya sedangkan dosa-dosa mereka telah berguguran.
Kemuliaan yang tak terkirakan dan derajat sangat tinggi!.
Kiranya inilah yang di isyaratkan oleh hadist yang diriwayatkan oleh at-Tarmidzi dari Abu Hurairah Ram katanya, Rasulullah SAW bersabda :
Ujian akan terus menimpa seorang mukmin ; laki-laki dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa.

penawar lelah pengemban dakwah, DR.Abdullah Azzam

May 11, 2007

10 tempat terangker di jakarta

Filed under: Umum

ditemukan di alamat ini, hanya untuk uji mental, tidak untuk dipercaya. Tapi iman kepada yang ghoib harus juga lhoo….

RUMAH PONDOK INDAH
Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel
Fenomena: Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.
Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini?
Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilang
tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi.
Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak
orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian
horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.
Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai
bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.

TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK
Lokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.
Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo
Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri.
Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari.
Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.
Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat,
yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena
mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium
bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.

RUMAH KENTANG PRAPANCA
Lokasi: Jln. Dharmawangsa 9, Jak-Sel, persis di sebelah salah satu club terkemuka di daerah ini.
Fenomena: Hantu anak kecil
Sejarah: Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang.
Apabila Anda sedang ‘mujur’ dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.
Testimonial: Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus,
terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai karena disewa oleh ekspatriat.

LINTASAN KERETA BINTARO
Lokasi: Bintaro, Jakarta Selatan
Fenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta
Sejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro.
Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker
karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.
Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam.
Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakan
pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.

JEMBATAN ANCOL
Lokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jak-Ut
Fenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)
Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar
setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Mitos ini
sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu
pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam ddan membayar pendayung tersebut dengan daun.
Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.
Testimonial: Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat.
Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat,
Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh,
perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya
calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis,
serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang.
Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu,
Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.

KLENDER
Lokasi: Klender, Jak-Tim
Fenomena: Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998.
Sejarah: Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa .
Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai pertokoan, pengunjung, dan para penjarah.
Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya, segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan,
ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot tersebut wajahnya berubah menjadi hangus. Semenjak pertokoan ini
dibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masih
menghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei. Namun demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiri
di sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda.
Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut.
Testimonial: Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua orang sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu pertokoan
di daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan dan madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam.
Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat menyengat. Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk;
yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.

TEROWONGAN CASABLANCA
Lokasi: Jln. Basuki Rachmat, Jak-Tim
Fenomena: Sosok menyeberang jalan, di antaranya nenek-nenek bersama cucunya dan perempuan cantik.
Sejarah: Dibangun di atas tanah pekuburan, terowongan Casablanca terbilang angker. Menurut beberapa warga Casablanca ,
ketika pembongkaran kuburan tersebut, bahkan ada 1 jenazah yang masih utuh. Dari terowongan Casablanca sampai kira-kira radius 40 meter
sesudahnya, banyak terjadi kecelakaan yang penyebabnya tidak masuk akal. Biasanya karena pengendara motor atau mobil melihat sesosok
perempuan tiba-tiba menyeberang di hadapan kendaraannya, sehingga pengemudi kendaraan tiba-tiba banting setir dan menabrak pembatas jalan.
Menurut warga, ada baiknya ketika melewati terowongan ini, pengemudi kendaraan membunyikan klakson untuk “menyapa” penghuni terowongan.
Akhir tahun 90-an, seorang laki-laki separuh baya ada yang menggantung diri dengan spanduk di sini. Jadilah tempat ini semakin angker.
Testimonial: Menurut Ibu Yati Mustofa (43), warga yang tinggal di dekat terowongan Casablanca, warga kerap mendengar suara tangisan,
ketika sumber bunyi dihampiri, suara itu berpindah-pindah.

LUBANG BUAYA
Lokasi: Pondok Gede, Jak-Tim
Fenomena: Arwah korban G.30S dan aura penyiksaan yang masih terasa.
Sejarah: Pada 30 September 1965 , ditemukan jenazah 6 brang jenderal dan seorang letnan TNI dikubur di dalam sumur ini.
Di sebelah sumur tersebut, terdapat ruang yang 7 di dalamnya terisi patung patung patung replika dan terdengar suara yang menceritakan
penyiksaan terhadap ketujuh pahlawan tadi. Di sebelah ruangan tadi terdapat dua rumah lengkap dengan perabot asli. Rumah-rumah tadi disebut
sebagai pos komando dan dapur umum pasukan PKI. Kemudian, dibangunlah Monumen Pancasila Sakti untuk menghormati jasa ketujuh pahlawan tadi.
Testimonial: Hartono (48), warga Lubang Buaya, sudah tak asing lagi dengan cerita penampakan di sekitar lokasi museum dan sumur.
Dia banyak mempunyai teman yang bercerita pernah melihat sosok kuntilanak bila melewati daerah Lubang Buaya di malam hari. Namun dia tak pernah
menyaksikan sendiri. Seorang petugas penjaga loket Sumur Maut yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah mendengar suara derap sepatu boots
seperti tentara yang sedang berbaris di suatu malam

TPU JERUK PURUT
Lokasi: Kelurahan Jeruk Purut, Jak-Sel
Fenomena: Pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak-laki, and if you’re lucky , Pastur Kepala Buntung.

Sejarah: Pada tahun 1986, seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang sedang jaga malam melihat sesosok pastur tak berkepala melintas di antara makam.
Pastur itu menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, ikut seekor anjing. Konon, pastur ini “salah pulang”. Ia mencari-cari makamnya yang sebenarnya
berada di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di TPU Jeruk Purut hanya ada unit Islam. Sapri Saputra, penjaga makam yang melihat pastur kepala buntung itu,
hingga kini masih menjaga makam dan dianggap kuncen atau orang yang dituakan di TPU Jeruk Purut. Kesaksian Bapak Sapri ini kemudian menyebar luas
se-Jakarta dan hingga kini “Sang Pastur Kepala Buntung” menjadi legenda horor di Jeruk Purut. Konon, jika Anda ingin menemui pastur legendaris ini,
Anda harus datang pada malam Jumat dengan jumlah ganjil (sendiri atau bertiga).

Testimonial: Sejak kecil, Asmari (34), juniornya Bapak Sapri, telah terbiasa tinggal di areal pemakaman Jeruk Purut. Ayahnya adalah pegawai Pemda
yang bekerja di sana . Semenjak lulus SD (1986), Asmari menjadi pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut mengikuti jejak ayahnya.
Menurut Asmari, pengalaman bertemu dengan makhluk-makhluk gaib merupakan hal yang biasa baginya; mulai dari pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak laki, dan
lain-lain. Akan tetapi, hingga saat ini dia belum pernah bertemu dengan Sang Pastur Kepala Buntung. “Yang paling jahil itu kuntilanak-laki, ” tutur Asmari.
Ketika sedang ronda, Asmari pernah ditimpuki kerikil dari atas pohon melinjo oleh makhluk ini. Tapi, dari semua pengalaman Asmari bertemu dengan makhluk gaib,
yang paling menarik adalah ketika bertemu dengan tuyul. Pada suatu hari menjelang malam di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah bersama ayahnya.
Mereka melihat seorang anak kecil telanjang bulat berlarian di antara makam sambil tertawa-tawa. Anak itu lalu berteriak meminta uang pada Asmari.
Asmari heran karena anak itu tak dikenalnya, sementara ia mengenal semua penduduk di kampung belakang Jeruk Purut. Dulu memang hanya ada satu kampung
yang penduduknya tidak terlalu banyak. Ketika ditanya latar belakangnya, anak kecil mi malah lari ke dalam keramat, sebuah rumah makam tradisional Betawi.
Asmari mengikutinya hingga ke dalam keramat dan, bisa ditebak, anak itu menghilang.

RS DI JALAN SALEMBA
Lokasi: RS di Jln. Salemba, Jak-Pus
Fenomena: Suster ngesot
Sejarah: Konon di sinilah asal-usul Suster Ngesot. Selai itu, banyak juga kasus penampakan yang terjadi di bangunan rumah sakit yang cukup tua ini.
Testimonial: Menurut petugas Secure Parking yang tidak mau disebutkan namanya, setiap malam sekitar pukul 2 pagi, sering ada yang mengetuk pos
pintu masuk yang terletak di dekat rumah duka. Namun ketika dicek, tidak ada siapa-siapa. Di UGD sering terdengar bunyi orang main air, ketika dicek
juga tidak ada siapa-siapa. Para satpam yang berjaga malam pernah menemui sosok perempuan. Ketika melihat sosok ini, mereka seperti tersihir
dan tidak bisa berteriak atau lari hingga perempuan ini lewat.

Estimasi Berlebihan Terhadap PKS

Filed under: Umum

Oleh :

Hartono
Direktur Bening Citra Media Research and Monitoring

April 2007 ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) genap berusia sembilan tahun. Boleh dibilang, PKS masih hijau dalam percaturan politik di Tanah Air. Meski masih terbilang hijau, harus diakui PKS ternyata mampu bersaing dengan partai-partai lain yang sudah banyak makan asam garam perpolitikan. Pada Pemilu 1999 ketika masih menyandang nama PK, partai ini hanya memperoleh suara 1,3 juta atau 2,1 persen suara pemilih. Hasil ini membuat PK tidak lolos electoral threshold, sehingga pengurusnya harus mendirikan partai baru jika ingin ikut Pemilu 2004.

Setelah berganti jubah menjadi PKS, peruntungan partai ini membaik. Isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang diusungnya lewat slogan bersih dan peduli, berhasil menggugah emosi masyarakat dan membuat masyarakat menaruh simpati besar pada partai ini. Masyarakat, terutama kalangan menengah, menjadikan PKS sebagai partai alternatif di tengah kejenuhan mereka terhadap parpol-parpol yang ada.

Dan dukungan masyarakat itu kemudian menjadikan PKS melompat lumayan tinggi dengan perolehan suara 8,3 juta atau 7,3 persen pada Pemilu 2004 lalu. Perolehan itu mengantarkan 45 kader PKS ke Senayan. Dan lebih dari 1.000 kader lainnya mengisi kursi DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. PKS pun mulai dihitung dalam kancah politik nasional. Dalam percaturan politik, baik di tingkat pusat maupun daerah, partai ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Bahkan di sejumlah daerah PKS dipersepsi memiliki kekuatan yang begitu hebat sehingga memerlukan koalisi besar partai untuk mengadang calon yang diusung PKS.

Koalisi Jakarta yang dibangun 16 parpol besar dan kecil untuk pilkada DKI Jakarta contohnya. Partai sebesar Golkar, PDI Perjuangan, juga PPP merasa perlu bersatu untuk menandingi kekuatan PKS di Jakarta. Sedigdaya itukah PKS sehingga perlu dilawan oleh sebuah koalisi besar parpol?

Dalam konteks Pilkada DKI Jakarta, estimasi terhadap kekuatan PKS terasa berlebihan. Jika saja para peserta Koalisi Jakarta mau menjadikan riset-riset yang dilakukan berbagai lembaga, tentu mereka tidak akan memiliki persepsi berlebihan seperti itu. Survei-survei itu menunjukkan, sejak Pemilu 2004 persentase perolehan suara PKS terus menurun.

Dalam survei yang dipublikasi Maret 2007, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut dukungan ke PKS tinggal sekitar 5,6 persen. Jauh di bawah PDI-P (22,3 persen), Partai Golkar (16,6 persen), dan Partai Demokrat (16,3 persen). Artinya jika pemilu dilakukan saat survei itu digelar, tinggal 5,6 persen masyarakat Indonesia yang memilih PKS. Perolehan suara PKS anjlok 1,7 persen dibanding Pemilu 2004.

Masih dalam konteks pilkada DKI Jakarta, calon yang diusung PKS pun tidak sementereng calon lain. Tingkat pengenalan (awareness) maupun tingkat pilihan masyarakat DKI Jakarta terhadap Adang Daradjatun, calon gubernur yang dijagokan PKS, masih di bawah Agum Gumelar dan Fauzi Bowo.

Bercermin dari angka-angka survei tersebut, sulit memahami mengapa partai-partai besar itu berkoalisi ‘mengeroyok’ PKS? Sampai-sampai PDIP dan Partai Demokrat yang nota bene memiliki tiket untuk mencalonkan gubernur tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain, rela memberikan tiketnya kepada calon yang diusung Partai Golkar. PDIP, yang menyatakan diri sebagai partai oposisi, mau bergabung dengan Partai Demokrat (PD), yang menjadi penyangga utama pemerintah.

Ada sejumlah kemungkinan untuk menjelaskan fenomena itu. Pertama, ada kemungkinan elite partai peserta Koalisi Jakarta, tidak yakin, meragukan, atau mungkin tidak mempercayai hasil survei itu. Kekuatan riil PKS dianggap melampaui atau lebih besar dari angka-angka survei. Ini tentunya jadi bahan pertanyaan.

Kedua, ada kemungkinan para elite partai ikut termakan isu islamisasi yang akan dilakukan jika PKS dominan di suatu wilayah. Sehingga ada yang sempat menyebut PKS sebagai musuh ideologis. Yang lain menyebut koalisi besar itu untuk menjaga pluralisme dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam pandangan mereka jika PKS menang dikhawatirkan akan semena-mena menerapkan perda syariat sehingga mengancam pluralisme dan NKRI.

Alasan ini cukup mengherankan juga. Pasalnya, jika PKS dianggap sebagai musuh ideologis, mengapa hal itu hanya berlaku di Jakarta? Sementara dalam ratusan pilkada yang sudah digelar di berbagai daerah, partai-partai tersebut justru bahu membahu dengan PKS mengusung calon dalam pilkada.

Di kota Batam dan Balikpapan misalnya, calon dari Golkar dan PKS jalan berdampingan. Di Bontang, PDIP dan PKS maju bersama. Demikian juga dengan Partai Demokrat, dan partai-partai nasionalis lainnya, PKS berkoalisi di ajang pilkada di sejumlah daerah. Bahkan dalam pilkada di Papua, PKS bergabung dengan Partai Damai Sejahtera (PDS), dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) membangun Koalisi Nusantara.

Kemudian terkait Perda syariah seperti di Tangerang, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan beberapa daerah lainnya, para elite politik itu tentu tahu jawabannya dengan pasti. Di daerah-daerah tersebut, PKS tidak dominan, baik di legislatif, apalagi eksekutif. Sebaliknya di daerah di mana PKS dominan, baik di legislatif maupun eksekutif hal yang selalu disangkakan tampaknya tidak terjadi. Di Depok misalnya. Di kota ini anggota legislatif PKS cukup signifikan jumlahnya. Demikian juga top eksekutif di kota itu dipegang oleh kader PKS. Namun tidak ada pemberlakuan perda syariat di situ.

Ketiga, ketakutan terhadap militansi kader-kader PKS. Sudah menjadi rahasia umum, PKS memiliki kader-kader dengan tingkat militansi yang tinggi. Militansi kader memang terbukti efektif dan efisien dalam menggerakkan mesin politik PKS. Jika mesin politik PKS bergerak kencang memasarkan atau mensosialisasikan kandidat yang diusungnya, dikhawatirkan akan mengubah angka-angka survei yang selama ini kurang menguntungkan bagi kandidat PKS. Kekhawatiran dan estimasi berlebihan para elite politik, yang kemudian melahirkan isu pengeroyokan terhadap PKS, sangat boleh jadi justru akan menguntungkan PKS.

Sumber: Republika

Kriteria Ulama dan Ilmunya

Filed under: Umum, Fiqh

oleh : Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.Secara bahasa, kata ulama adalah bentuk jamak dari kata ‘aalim. ‘Aalim adalah isim fail dari kata dasar:’ilmu. Jadi ‘aalim adalah orang yang berilmu, maksudnya ilmu syariah. Dan ulama adalah orang-orang yang punya ilmu ke dalam di bidang ilmu-ilmu syariah.

Dan secara istilah, kata ulama mengacu kepada orang dengan spesifikasi penguasaan ilmu-ilmu syariah, dengan semua rinciannya, mulai dari hulu hingga hilir.

Keutamaan dan Kedudukan Para Ulama

Al-Quran memberikan gambaran tentang ketinggian derajat para ulama,

يَرْفَعِ اللهُ الذينَ آمَنُوا والذينَ أُوتُوا العِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah: 11)

Selain masalah ketinggian derajat para ulama, Al-Quran juga menyebutkan dari sisi mentalitas dan karakteristik, bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat:

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Fathir: 28)

Sedangkan di dalam hadits nabi disebutkan bahwa para ulama adalah orang-orang yang dijadikan peninggalan dan warisan oleh para nabi.

والعلماء ورثة الأنبياء، إن الأنبياء لم يُورِّثوا دينارًا ولا درهمًا ولكنهم وَرَّثوا العلم

Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas), dirham (perak), tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu.(HR Ibnu Hibban dengan derajat yang shahih)

Di dalam kitab Ihya’u Ulumud-din karya Al-Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa manusia yang paling dekat derajatnya dengan derajat para nabi adalah ahlul-ilmi (ulama) dan ahlul jihad (mujahidin). Karena ulama adalah orang yang menunjukkan manusia kepada ajaran yang dibawa para rasul, sedangkan mujahid adalah orang yang berjuang dengan pedangnya untuk membela apa yang diajarkan oleh para rasul.

Kerancuan Istilah Ulama

Namun istilah ulama di masa kini sering kali menjadi rancu dan tertukar-tukar dengan istilah lain yang nyaris beririsan. Padahal keduanya tetap punya perbedaan mendasar. Misalnya, seorang yang berprofesi sebagai penceramah, seringkali disebut-sebut sebagai ulama, meski tidak punya kapasitas otak para ulama. Kemampuannya di bidang ilmu syariah, jauh dari kriteria seorang ulama.

Penceramah adalah sekedar orang yang pandai berpidato menarik massa, punya daya pikat tersendiri ketika tampil di publik, mungkin sedikit banyak pandai menyitir satu dua ayat Quran dan hadits, tetapi begitu ditanyakan kepadanya, apa derajat hadits itu, ada di kitab apa, siapa saja perawinya, dan seterusnya, belum tentu dia tahu.

Bahkan tidak sedikit penceramah yang buta dengan huruf arab, alias tidak paham membaca kitab berbahasa arab. Padahal sumber-sumber keIslaman hanya terdapat dalam bahasa arab.

Namun penceramah tetap dibutuhkan oleh masyarakat awam, yang betul-betul kurang memiliki wawasan dan pemahaman atas agama Islam. Jadi meski seorang penceramah hanya punya ilmu agama pas-pasan, tetapi tidak ada rotan, akar pun jadilah.

Bahkan terkadang terjadi fenomena sebaliknya, banyak orang yang sudah sampai kepada level ulama, punya ilmu banyak dan mendalam, tetapi kurang fasih ketika berbicara di muka publik. Bahkan boleh jadi figurnya malah kurang dikenal. Sebab beliau tidak mampu berpidato di TV untuk menjaring iklan. Padahal dari sisi ilmu dan kedalamanannya atas kitabullah dan sunnah rasul-Nya, tidak ada yang mengalahkan.

Ulama Satu Bidang Ilmu

Di zaman sekarang ini, nyaris kita tidak lagi mendapatkan ulama dengan penguasaan di berbagai disiplin ilmu syariah. Kita hanya menemukan para ulama yang pernah belajar beberapa bidang ilmu, namun hanya menguasai satu atau dua cabang ilmu.

Misalnya, kita mengenal ada Syeikh Nashiruddin Al-Albani yang tersohor di bidang kritik hadits. Buku yang beliau tulis cukup banyak, namun kita tahu bahwa beliau bukan seorang yang ekpert di bidang lain, misalnya ilmu ushul fiqih, juga bukan jagoan ahli dibidang ilmu istimbath ahkam fiqih secara mendalam.

Kalau mau tahu apakah sebuah hadits itu shahih atau tidak, silahkan tanya beliau. Tetapi kalau tanya kaidah ushul fiqih, tanyakan kepada ulama lain yang ahli di bidangnya. Namun demikian, kita tetap harus hormat dan takzim kepada beliau atas ilmunya.

Ilmu-Ilmu Yang Harus Dikuasai Oleh Ulama

Idealnya, ilmu syariah dan cabang-cabangnya itu harus secara mendalam dikuasai, terlebih olehpara ulama. Sekedar gambaran singkat, di antaranya ilmu-ilmu syariah dan keIslaman yang harus dikuasai seorang ulama antara lain:

1. Ilmu Yang Terkait Dengan Al-Quran

Ilmu tajwid yang membaguskan bacaan lafadz AL-Quran

Ilmu qiraat (bacaan) Al-Quran, sepertiqiraah-sab’ah yang bervariasi dan perpengaruh kepada makna dan hukum.

Ilmu tafsir, yang mempelajari tentang riwayat dari nabi SAW tentang makna tiap ayat, juga dari para shahabat dan para tabi’in dan atbaut-tabi’in.

Ilmu tentang asbababun-nuzul, yaitu sebab dan latar belakang turunnya suatu ayat.

Ilmu tentang hakikat dan majaz yang ada pada tiap ayat Quran

Ilmu tentang makna umum dan khusus yang dikandung tiap ayat Quran

Ilmu tentang muhkam dan mutasyabihat dalam tiap ayat Quran

Ilmu tentang nasikh dan mansukh dalam tiap ayat Quran

Ilmu tentang mutlaq dan muqayyad, manthuq dan mafhum

Ilmu tentang i’jazul quran, aqsam, jadal, qashash dan seterusnya
2. Ilmu Yang Terkait dengan Hadits Nabawi

Ilmu tentang sanad dan jalur periwayatan serta kritiknya

Ilmu tentang rijalul hadits dan para perawi

Ilmu tentang Al-Jarhu wa At-Ta’dil

Ilmu tentang teknis mentakhrij hadits

Ilmu tentang hukum-hukum yang terkandung dalam suatu hadits

Ilmu tentang mushthalah (istilah-istilah) yang digunakan dalam ilmu hadits

Ilmu tentang sejarah penulisan hadits yang pemeliharaan dari pemalsuan
3. Ilmu Yang Terkait dengan Masalah Fiqih dan Ushul Fiqih

Ilmu tentang sejarah terbentuknya fiqih Islam

Ilmu tentang perkembangan fiqh dan madzhab

Ilmu tentang teknis pengambilan kesimpulan hukum (istimbath)

Ilmu ushul fiqih (dasar-dasar dan kaidah asasi dalam fiqih)

Ilmu qawaid fiqhiyah

Ilmu qawaid ushuliyah

Ilmu manthiq (logika)

Ilmu tentang iIstilah-istilah fiqih istilah fiqih madzhab

Ilmu tentang hukum-hukum thaharah, shalat, puasa, zakat, haji, nikah, muamalat, hudud, jinayat, qishash, qadha’, qasamah, penyelenggaraan negara dan seterusnya.
4. Ilmu Yang Terkait dengan Bahasa Arab

Ilmu Nahwu (gramatika bahasa arab)

Ilmu Sharaf (perubahan kata dasar)

Ilmu Bayan

Ilmu tentang Uslub

Ilmu Balaghah

Ilmu Syi’ir dan Nushus Arabiyah

Ilmu ‘Arudh
5. Ilmu Yang Terkait dengan Sejarah

Tentang sirah (sejarah nabi Muhammad SAW)

Tentang sejarah para nabi dan umat terdahulu dan bentuk-bentuk syariat mereka

Sejarah tentang Khilafah Rasyidah

Sejarah tentang Khilafah Bani Umayyah, Bani Abasiyah, Bani Utsmaniyah dan sejarah Islam kontemporer.
6. Ilmu Kontemporer

Ilmu politik dan perkembangan dunia

Ilmu ekonomi dan perbankan

Ilmu sosial dan cabang-cabangnya.

Ilmu psikologi dan cabang-cabangnya

lmu hukum positif dan ketata-negaraan

Ilmu-ilmu populer
Di masa lampau, orang yang disebut dengan ulama adalah orang-orang yang menguasai dengan ahli cabang-cabang ilmu di atas tadi. Namun di zaman sekarang ini, nyaris kita tidak lagi menemukannya.

Maka di zaman sekarang ini, para ulama dari beragam latar belakang keilmuwan yang berbeda perlu duduk dalam satu majelis. Agar mereka bisa melahirkan ijtihad jama’i (bersama), mengingat ilmu mereka saat ini sangat terbatas. Sementara ilmu pengetahuan berkembang terus.

Perbedaan Pendapat di Kalangan UIlama

Masalah perbedaan pendapat di kalangan ulama, barangkali yang anda maksud adalah pendapat fiqih dan fatwa-fatwa.

Sebelum kita memilih pendapat mereka yang menurut anda berbeda-beda, anda harus tahu terlebih dahulu latar belakang keilmuan mereka.

Untuk jawaban masalah hukum fiqih, maka janganlah bertanya kepada ulama hadits, atau ulama tafsir, atau ulama bahasa, atau ulama sejarah. Anda salah alamat. Kalau pun mereka jawab, jawaban mereka tetap kalah dibandingkan dengan jawaban ahlinya.

Misalnya, di Mesir saat ini ada ulama yang berfatwa tentang hukum wanita menjadi kepala negara. Sayangnya, beliau bukan ahli fiqih, tetapi doktor di bidang ilmu pendididikan. Tentu saja fatwanya aneh bin ajaib. Para ulama fiqih tentu terpingkal-pingkal kalau mendengar isi fatwanya.

Masalah fiqih tanyakan kepada ulama yang ahli di bidang ilmu fiqih. Sebab ilmu yang mereka miliki memang lebih menjurus kepada ilmu hukum fiqih.

Faktor Perbedaan Kasus dan Fenomena Sosial

Kalau para ahli fiqih berbeda pendapat, maka anda harus melihat pada konteks ketika mereka menjawab masalah itu. Apakah fatwa yang mereka keluarkan sesuai kondisi sosialnya dengan kondisi sosial di mana anda berada.

Misalnya ketika Syeikh bin Bazz mengeluarkan fatwa haramnya ziarah kubur, maka anda harus tahu bahwa fenomena ziarah kubur di negeri tempat tinggalnya memang sulit untuk dibilang tidak syirik. Sebab orang-orang di sana memang nyata-nyata menyembah kuburan, baik dengan jalan mencium, mengusap, meratap dan meminta rezeki kepada kuburan. Wajar sekali bila Syeikh bin Baz mengharamkan ziarah kubur.

Tetapi fatwa haramnya ziarah kubur versi beliau tidak bisa digeneralisir di semua tempat, yang fenomenanya berbeda.

Kalau di negeri kita ada orang yang ziarah kubur, namun tanpa menyembah dan melakukan hal-hal yang dinilai syirik, maka kita tidak bisa mengharamkannya. Karena ziarah kubur itu sunnah nabi, namun harus dengan cara yang dibenarkan.

Terkadang kesalahan bukan datang dari para ulama, tetapi dari orang awam yang salah kutip dan salah penempatan sebuah fatwa.

Faktor Perbedaan Nash dan Dalil

Terkadang perbedaan pendapat itu dilatar-belakangi oleh perbedaan nash dan dalil. Bila perbadaan pendapat itu memang berangkat dari perbedaan nash, yang oleh para ulama memang sejak dulu sudah menjadi titik perbedaan pendapat, maka kita dibolehkan untuk memilih yang mana saja dari pendapat yang berbeda itu.

Misalnya, ada dua hadits yang sama-sama shahih namun berbeda isi hukumnya. Hadits pertama mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW sujud dengan meletakkan lutut terlebih dahulu baru kedua tanggannya. Hadits kedua mengatakan sebaliknya, beliau meletakkan tangan terlebih dahulu baru kedua lututnya. Maka yang mana saja dari hadits ini yang kita pakai, keduanya boleh digunakan. Toh keduanya sama-sama didasari oleh hadits shahih.

Faktor Perbedaan Dalam Menilai Keshaihan Hadits

Ada juga perbedaan pendapat karena perbedaan dalam menilai keshahihan suatu riwayat hadits. Sebab keshahihan suatu hadits memang sangat mungkin menjadi perbedaan pendapat. Seorang Bukhari mungkin saja tidak memasukkan sebuah hadits ke dalam kitab shahihnya, karena mungkin menurut beliau hadits itu kurang shahih. Namun sangat boleh jadi, hadits yang sama justru terdapat di dalam shahih Muslim.

Maka perbedaan dalam menilai keshahihan suatu hadits adalah hal yang pasti terjadi dan lumrah serta wajar.

Seperti dalam kasus hadits bahwa nabi Muhammad SAW diriwayatkan selalu melakukan qunut shalat shubuh hingga akhir hayatnya. Sebagian ulama menerima keshaihannya dan sebagian lainnya menolaknya.

Maka dalam hal ini, kita pun boleh menerima yang mana saja dari kedua pendapat itu, karena masing-masing jelas punya argumentasi yang kuat atas pendapat keshahihan riwayat itu.

Pendeknya, ketika sebuah pendapat dari seorang ulama memang betul-betul telah mengalami proses ijtihad dengan benar, meski pun sering kali tidak sama, maka pendapat yang mana pun boleh kita pakai.

Bahkan meski tidak konsekuen dalam menggunakan pendapat seorang ulama. Kita dibolehkan untuk mengambil sebagian pendapat dari seorang ulama dan dibolehkan juga untuk meninggalkan sebagian pendapatyang lainnya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
sumber : eramuslim

Eror lagi di detik.com

Filed under: Umum

hmm…seperti kru yang ada di kantor berita on line kesayanganku ini memang butuh bantuan monitoring. Karena kembali aku menemukan eror di detik.com, tepatnya pada aplikasi iklan di frame situs detik.com.
Situs yang setiap hari ini aku buka mengalami eror ringan. Dengan kondisi seperti ini :
Warning: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: /data/xml/news/tpl/10/10_topn.xml:73: parser error : Input is not proper UTF-8, indicate encoding ! Bytes: 0x93 0x4F 0x70 0x73 in /data/application/apps/parserXML/read/actReadXMLTopN.php on line 6

Warning: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: ukan terhadap dirinya. Menurut Kaban, dia tetap tidak akan mundur dari menteri. in /data/application/apps/parserXML/read/actReadXMLTopN.php on line 6

Warning: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: ^ in /data/application/apps/parserXML/read/actReadXMLTopN.php on line 6

ini ditemukan pada file \lihatsms.htm
meski memang eror ringan, tapi ini akan mengganggu pengunjung setia detik.com. Tapi insya Allah kru detik.com adalah kru yang hebat yang akan menindak setiap kesalahan meski kecil.
Selamat memperbaiki kru detik.com

May 10, 2007

Macet dalam amanah…tanya kenapa?

Filed under: Umum

Dah beberapa kali tim yang aku menjadi mas’ul disana tidak lagi berjalan tidak normal. ya tim ini kembali seperti dulu kala…
aku menjadi tidak karuan dalam hati saat melihat kondisi miris seperti ini. Banyak hal yang harusnya diselesaikan oleh tim terpaksa aku kerjakan putuskan sendiri. Tapi emang aku g punya pilihan laen…
ada beberapa permasalahan dalam hal tim ini :
1. kurang pahamnya anggota terhadap urgensi tim dan apa yang akan dikerjakan di tim ini, sehingga membuat mereka tidak ikut serta dalam memikirkannya.
2. kurang pandainya tim dalam menempatkan permasalahan. karena peran mas’ul yang terlalu besar, sehingga membuat jundi merasa sudah terselesaikan tugasnya karena jika tidak dikerjakan tepat waktu maka mas’ul akan mengambil alihnya.
3. Tanpa rapatpun, agenda yang seharusnya dikerjakan mas’ul tetap berjalan sebagaimana mestinya, jadi ada atau tiada rapat agenda dakwah tetap jalan.
4. Kurang amanahnya setiap anggota dalam menjalankan roda dakwah. Ini berangkat dari pemahaman anggota tim itu sendiri terhadap amanah. Karena banyaknya amanah yang harus dikerjakan tidak dibarengi dengan up grade diri dengan maksimal.
Ah. banyak lagi yang akan aku keluarkan. tapi karena aku janji ama Dilla buat tutorial, aku kerjakan itu dulu deh.

May 9, 2007

Burung Beo Adzan di rumah Yahudi

Filed under: Umum

Ini berita unik. Secara mengejutkan, salah satu keluarga Yahudi ekstrem di Asqalan mengungkapkan, mereka baru saja membeli seekor burung beo yang baru saja dibelinya, bisa berbicara bahasa Arab bahkan terus menerus mengungkapkan kalimat Allahu Akbar.. Allahu Akbar… sebagaimana suara adzan kaum Muslimin.

Berita ini dilansir harian berbahasa Ibrani Maaref yang erbit di Israel. Artikel di harian itu menyebutkan, seorang pedagang burung piaraan dikejutkan dengan permitaan sebuah keluarga Yahudi untuk menjual burung beonya dengan harga murah. Dikatakannya, burung beo itu sebenarnya dibeli dari kampung Kfar Qasim beberapa hari lalu, dengan harga tinggi. Tapi terpaksa dijual murah karena selalu mengeluarkan kalimat-kalimat berbahasa arab dan meneriakkan ajakan untuk shalat bagi kaum Muslimin.

“Setiap hari burung itu membuka harinya dengan kata-kata “Allahu akbar…” ujar pedagang burung.

Harga jual burung beo itu akhirnya dibeli dengan harga turun 50% dari harga beli. Pemilik beo, sebelumnya sangat gembira membeli burung yang bisa berbicara meniru suara manusia itu. Tapi mereka lupa tidak memperhatikan apa yang dibicarakan burung beo tersebut.

Awalnya selama beberapa hari mereka tidak begitu peduli karena dianggap suara beo merupakan suara yang tak memiliki arti apa-apa. Tapi beberapa hari kemudian mereka mulai menyadari bila kalimat demi kalimat yang dikeluarkan beo itu adalah bahasa Arab. Dan yang mengejutkan, antara lain adalah kalimat Allahu akbar, Allahu akbar… (na-str/akhbr)

from here

May 5, 2007

Onta Itu Mengadu Kepada Rasulullah

Filed under: Sirah

Suatu hari untuk suatu tujuan Rasulullah keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta.

Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah saw. Ia merintih. Air matanya jatuh berderai. Rasulullah saw. mendatanginya. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Unta itu pun tenang. Diam.

Kemudian dengan wajah penuh kemarahan, Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah pemilik unta ini, siapakah pemilik unta ini?”

Pemiliknya pun bergegas datang. Ternyata, ia seorang pemuda Anshar.

“Itu adalah milikku, ya Rasulullah,” katanya.

Rasulullah saw. berkata, “Tidakkah engkau takut kepada Allah karena unta yang Allah peruntukkan kepadamu ini? Ketahuilah, ia telah mengadukan nasibnya kepadaku, bahwa engkau membuatnya kelaparan dan kelelahan.”

Subhanallah! Unta itu ternyata mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa tuannya tidak memberinya makan yang cukup sementara tenaganya diperas habis dengan pekerjaan yang sangat berat. Kisah ini bersumber dari hadits nomor 2186 yang diriwayatkan Abu Dawud dalam Kitab Jihad.

Bagaimana jika yang mengadu adalah seorang pekerja yang gajinya tidak dibayar sehingga tidak bisa membeli makanan untuk keluarganya, sementara tenaganya sudah habis dipakai oleh orang yang mempekerjakannya? Pasti Rasulullah saw. lebih murka lagi.

Di kali yang lain, Abdullah bin Umar menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang wanita disiksa karena menahan seekor kucing sehingga membuatnya mati kelaparan, wanita itupun masuk neraka.” Kemudian Allah berfirman –Allah Mahatahu—kepadanya, “Kamu tidak memberinya makan, tidak juga memberinya minum saat ia kamu pelihara; juga engkau tidak membiarkannya pergi agar ia dapat mencari makanan sendiri dari bumi ini.” (HR. Bukhari, kitab Masafah, hadits nomor 2192).

Yang ini cerita Amir Ar-Raam. Ia dan beberapa sahabat sedang bersama Rasulullah saw. “Tiba-tiba seorang lelaki mendatangi kami,” kata Amir Ar-Raam. Lelaki itu dengan kain di atas kepadanya dan di tangannya terdapat sesuatu yang ia genggam.

Lelaki itu berkata, “Ya Rasulullah, saya segera mendatangimu saat melihatmu. Ketika berjalan di bawah pepohonan yang rimbun, saya mendengar kicauan anak burung, saya segera mengambilnya dan meletakkannya di dalam pakaianku. Tiba-tiba induknya datang dan segera terbang berputar di atas kepalaku. Saya lalu menyingkap kain yang menutupi anak-anak burung itu, induknya segera mendatangi anak-anaknya di dalam pakaianku, sehingga mereka sekarang ada bersamaku.”

Rasulullah saw. berkata kepada lekaki itu, “Letakkan mereka.”

Kemudian anak-anak burung itu diletakan. Namun, induknya enggan meninggalkan anak-anaknya dan tetap menemani mereka.

“Apakah kalian heran menyaksikan kasih sayang induk burung itu terhadap anak-anaknya?” tanya Rasulullah saw. kepada para sahabat yang ada waktu itu.

“Benar, ya Rasulullah,” jawab para sahabat.

“Ketahuilah,” kata Rasulullah saw. “Demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran, sesungguhnya Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya melebihi induk burung itu kepada anak-anaknya.”

“Kembalikanlah burung-burung itu ke tempat di mana engkau menemukannya, bersama dengan induknya,” perintah Rasulullah. Lelaki yang menemukan burung itupun segera mengembalikan burung-burung itu ke tempat semula.

Begitulah Akhlak terhadap hewan yang diajarkan Rasulullah saw. Bahkan, membunuh hewan tanpa alasan yang hak, Rasulullah menggolongkan suatu kezhaliman. Kabar ini datang dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seekor burung tanpa hak, niscaya Allah akan menanyakannya pada hari Kiamat.”

Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak burung tersebut?”

Beliau menjawab, “Menyembelihnya, dan tidak mengambil lehernya lalu mematahkannya.” (HR. Ahmad, hadits nomor 6264)

Jika kepada hewan saja kita memenuhi hak-haknya, apalagi kepada manusia. Adakah hak-hak orang lain yang belum kita tunaikan?

dari dakwatuna.com

Urutan Khilafah Islamiyah

Filed under: Sirah

Ada begitu banyak analisa para pemikir dan pengamat tentang sebab-sebab jatuhnya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924. Baik yang bersifat lebih teknis maupun sebab-sebab yang bersifat lebih umum.

Sebab-sebab secara teknis kita serahkan kepada para ahli sejarah, terutama sejarah Turki sendiri. Sedangkan yang akan kita bahas di sini adalah sebab-sebab secara umumnya saja.

A. Sebab Ekternal

Sudah kita ketahui bersama bahwa Khilafah Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu dengan mudah ditindas, dirampok dan juga diperebutkan wilyahnya oleh para pemangsa dan lawan-lawannya.

Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang secara geografis memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan “The Sickman in Europe.” Bahkan kata “turkey” dalam ungkapan mereka merupakan pelecehan, yang artinya ayam kalkun.

Pahlawan dan tokoh muslim Turki pu tidak luput dari penghinaan. Salah satunya adalah Barbarossa si Janggut Merah. Di dalam cerita Asterik, tokoh Barbarosssa muncul sebagai bajak laut yang bodoh. Padahal beliau adalah pahlawan Islam di masanya dan pelaut kafir Eropa sangat takut dengan angkatan perangnya.

B. Sebab Internal

Penjajahan barat terhadap Turki semakin menusuk tatkala mereka berhasil meraih generasi muda Turki dengan pendidikan ala barat. Tentu saja semua itu untuk mendapatkan satu tujuan, yaitu sekulerisasi selapis generasi. Maka lahirlah kemudian generasi baru yang anti Islam, Islamo-phobia, sekuler, liberal dan berotak barat.

Mereka inilah yang kemudian didukung oleh Eropa untuk menumbangkan lembaga khilafah Islamiyah. Tercatat tokohnya adalah Mustafa Kemal Ataturk yang terlaknat. Sosok ini telah berhasil menumbangkan khilafah pada tahun 1924 lewat gerakan Turki Muda.

Sayangnya, hujaman belati mematikan ini justru masuk ke dalam pelajaran sejarah di negeri kita sebagai kebangkitan, bukan sebagai kejahatan. Rupanya, jaring-jaring kerja bangsa-bangsa kafir itu sedemikian luas, sehingga sosok Kemal Ataturk yang zhalim itu, justru muncul dalam buku sejarah kita sebagai pahlawan.

Padahal Kemal telah melakukan dosa yang bahkan Iblis pun tidak pernah melakukannya. Yaitu menumbangkan satu rangkaian khilafah Islamiyah yang terakhir. Padahal belum pernah sebelumnya umat Islam di dunia hidup tanpa naungan khilafah.

Sebab khilafah sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW hidup, yakni sejak 15 abad yang lalu. Selama itu, umat Islam belum pernah hidup tanpa ada khilafah. Iblis dan para jin tidak pernah mampu menumbangkannya. Tiba-tiba seorang sekuleris yang nota bene agamanya masih Islam, malah menumbangkannya. Walhasil, sejak jatuhnya khilafah Turki, umat Islam masuk dalam bid’ah kubro. Sebuah bid’ah teramat besar yang melebihi semua jenis bid’ah yang pernah ada. Dan tentunya sangat dibenci dan dimurkai. Sebuah bid’ah berupa umat Islam hidup tanpa naungan khilafah.

Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam

Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam.

Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilah Amirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat Islam.

1. Khilafah Rasyidah

Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:

Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)

‘Umar bin Khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)

‘Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)

‘Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M) dan

Al-Hasan bin ‘Ali ra (tahun 40 H/661 M)
Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para khalifah rasyidah ini.

2. Khilafah Bani Umayyah

Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

Mu’awiyyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)

Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)

Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-65 H/683-684 M)

Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)

Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-86 H/685-705 M)

Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)

Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)

Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724M)

Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)

Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)

Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)

Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)

Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)
Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.

3. Khilfah Bani Abbasiyah

Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah.

Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)

Abu Ja’far al-Manshur (tahun 137-159 H/754-775 M)

Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)

Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)

Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)

Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)

Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)

Al-Mu’tashim Billah (tahun 618-228 H/833-842M)

Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)

Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)

Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)

Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)

Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)

Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)

Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)

Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)

Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)

Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)

Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)

Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)

Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)

Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)

Al-Tha`i’ Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)

Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)

Al-Qa`im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)

Al-Mu’tadi Bi Amrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)

Al-Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)

Al-Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)

Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)

Al-Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160 M)

Al-Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)

Al-Mustadli`u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)

Al-Naashir Lidinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)

Al-Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)

Al-Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)

Al-Musta’shim Billah (tahun 640-656 H/1242-1258 M)

Al-Mustanshir Billah II (tahun 660-661 H/1261-1262 M)

Al-Haakim Biamrillah I (tahun 661-701 H/1262-1302 M)

Al-Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)

Al-Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1343 M)

Al-Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)

Al-Mu’tadlid Billah I (753-763 H/1354-1364 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I (th. 763-785 H/1364-1386 M)

Al-Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)

Al-Musta’shim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II (th. 791-808 H/1392-1409 M)

Al-Musta’in Billah (tahun 808-815 H/1409-1416 M)

Al-Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416- 1446 M)

Al-Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)

Al-Qa`im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)

Al-Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III (th 884-893 H/1485-1494 M)

Al-Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV (th 914-918 H/1515-1517 M)
Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar (Mongol), sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.

4. Khilafah Bani Utsmaniyyah

Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:

Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)

Sulaiman al-Qanuni (tahun 926-974 H/1520-1566 M)

Salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)

Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)

Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)

Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)

Mushthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)

‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)

Mushthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)

Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)

Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)

Muhammad IV (tahun 1058-1099 H/1648-1687 M)

Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691 M)

Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)

Mushthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)

Ahmad III (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)

Mahmud I (tahun 1143-1168 H/1730-1754 M)

‘Utsman III (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)

Musthafa III (tahun 1171-1187 H/1757-1774 M)

‘Abdul Hamid I (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)

Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)

Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)

Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)

‘Abdul Majid I (tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M)

‘Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)

Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)

‘Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)

Muhammad Risyad V (tahun 1328-1338 H/1909-1918 M)

Muhammad Wahiddin (II) (th. 1338-1340 H/1918-1922 M)

‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M).

Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama (2006-1924= 82 tahun) tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.

Kepastian Kembalinya Khilafah

Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar negeri merekabertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita mereka menjadi hamba syahwat, bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namunmasih ada harapan.

Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.

Sabda Rasulullah saw, “Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi”.

Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja. Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah.

Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyaksikan beridirnya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh sebuah kepuasan yang dimpikan oleh dunia Islam selama ini. Amien.

Wallahu a’lam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi warabaraktuh.

Sumber: Eramuslim

Cerita lucu

Filed under: Umum

Ada cerita lucu dari myquran.com, pembahasan tentang sms-an ama akhwat. Banyak perdebatan. Dan ini ceritanya :
mau denger pengalaman ana
hmm..ya akhirnya ana bongkar deh, tapi dikit aja yah

sms sama akhwat teu apa2, but kalo itu memang butuh tanpa ada hasrat, ingat tak ada hasrat

hmm, ana menyukai seorang akhwat yg kini dia adalah dede yg ana cintai banget..he..he..

awalnya ana sms dia karena iseng aja n satu lagi memang dia salah satu remaja masjid yg paling rajin (menurut ana niyh)

ana pernah siaran radio di salah satu radio nasyid depok, dan tau nggak dede ana yg sering sms, padahal sms ntu mau request

lanjutnya ana yg mulai sms

ngasih tausiyah n tetek bengeknya deh

lanjut sms ana menjadi

“hai, kaifa haluk? udah makan lom?”

nah jadi gto

2 bulan kemudian hubungan ana lewat sms diketahui ummi-nya, wah gawat, but umminya cuma bilang, kalo suka bilang dong!!! jangan sekedar sms

2 bulan kemudia abinya tau

ana dipanggil sang abi

anta tau kan namanya zina?

anma mikir lagi, apa hubungannya zina dengan sms, padahal nggak ada yg disentuh secara fisik or jarang pula tatap muka

“anta dah sms anak ana brapa kali?”

ana diam

“prasaan apa yg anta keluarkan ketika sms ke anak ana?”

hmm, dalam hati ana jawab geli, cinta, iseng, n nyari temen ngobrol
ana tersenyum kecut

ana jawab aja, ana suka sama anak abi!

sudah mahramkah?

kalo belum, adakah hasrat bila bercinta, rangsangan, pemikiran nyeleneh dan semacamnya yg mereka semua adalah permainan syaitan yg jelas nyata dalam pikiran anta…

hasrat mencintai dan berpikiran negatif menimbulkan zina tak nyata

1 kata dalam sms brapa huruf? minimal 5 max 8 huruf

1 huruf =1hasrat=1zina

berarti 1 kata anta dalam sms = 5 zina atau 8 zina

lalu ana harus milih

anta mau lanjut atau nggak

1.Lanjut=Mengmahramkan hubungan lebih halal(eh mahram kan udah halal yah, upz)
2.Nggak=ninggalin n nggak berhubungan

n ana jawab

u know lah

wassalam

afwan kalo kurang jelas
***
Duh, enaknya jadi dia. Dapat istri yang mertuanya ngerti ama tarbiyah. Calon mertuaku dulu malah nanya yang bikin aku sedikit panas. Untung gak jadi nikah ama tuh akhwat. Habis dia lum punya binaan seh!. HEHEHE

PERKENALKAN, KAMI ADALAH MUSLIM!!!!!

Filed under: Umum

Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah “selamat” atau “tunduk patuh.” Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.

Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.

Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.

Kami ini Muslim.

Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir. Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.

Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.

Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur’an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.

Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan. Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.

Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata. Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.

Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.

Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang. Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.

Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur’an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh. Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!

Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka. Kalian bisa membumihanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian. Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.

Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung. Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami. Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan: bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.

Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan. Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.

Kami adalah Muslim. Kami akan menang.

Akhwat CAKEP

Filed under: Umum

Duh siapa seh yan g pengen nikah ama akhwat? pasti ikhwan gak normal tuh. Apalagi nikah ama akhwat yang jam terbangnya dah wah!, punya binaan lebih dari 2 kelompok, hafal 2 juz lebih. Atau hal yang buat ikhwan streess (karena kalah saingan).
Eh, kemaren seh ada istilah ikhwan GANTENG. Skrang ada akhwat CAKEP. ada yang mau? yang penting ane dulu dah!

1. Confidence
Tentu saja c yang ana maksud di sini bukan chatting yang saya bicarakan diatas….tapi Confidence

Fenomena akhwat saat ini terjadi karena kurangnya rasa percaya diri, bahkan ada seorang ukhti yang menolak saat hendak di beri binaan, dengan alasan belum siap, lantas mau menunggu sampai kapan? Apa kita mau menjadi aktivis ketinggalan yang perlu lama menjadi dewasa di jalan ini? Atau aktivis yang tak pernah dewasa?Ya… memang banyak orang yang masuk ke jalan ini, namun terkadang ia hanya berdiri saja di tepi tanpa mau melanjutkan perjalanannya dan melihat saja orang orang yang berlalu lalang.

Sungguh fenomena yang tidak lucu saat seorang akhwat menolak binaannya.

2.Adroit,Tangkas

Akhwat tangkas yang bisa membaca situasi

Sungguh banyak akhwat yang kuper, tidak tahu perkembangan saudara saudara saudara seimannya di berbagai belahan dunia..bahkan menjadi orang yang tidak di perhitungkan dimasyarakat, ana sungguh simpati dengan seorang akhwat yang tidak hanya aktif di kampus, namun juga di pandang di masyarakat karena kepintarannya bergaul, tapi jangan sampai menjadi akhwat yang kelewat gaul sehingga kita melupakan norma norma dan aturan, sehingga tak ada lagi figur seorang akhwat saat kita berada di masyarakat

Ana jadi ingat penuturan beberapa teman, ada akhwat yang tidak nampak “ tarbiyah” nya saat berada diantara teman-teman nya. Tak ada maksud ghibah disini, karena sesungguhnya harapan teman-teman kita tersebut adalah jua harapan Allah pada diri kita. Sepakat?

3.Kindness

Pernah dengar akhwat ketus? Judes?

Sesungguhnya warna celupan Allah itu indah bila di bingkai dengan keislaman, lihat saja Umar yang tetap keras atau abu bakar yang lembut setelah keislamannya tetap dengan karakter mereka , dan sungguh indah Rosulullah menggambarkan kedua sifat mereka tersebut.seperti ungkapan Salim A.Fillah” alangkah sunyinya dunia jika semua seragam,biarkan semua melekat sesuai yang Allah lekatkan pada diri kita, maka akan tetap ada akhwat jago karate seperti Nusaibah binti Ka’ab yang menyertai Rosulullah kemanapun beliau bergerak di medan perang, akan tetapi ada yang berkepribadian kuat dan berani seperti Ummu Hani’ binti Abu Thalib, tetap ada yang suka bermanja dan ceria seperti Aisyah, ada yang tetap bisa membentak dan tertawa terbahak seperti Hafsah akan tetapi ada yang lembut dan kleibuan seperti Khadijah”

“Celupan warna Allah . dan siapakah yang lebih baik celuipan warnanya daripada Allah. Dan kepada Allah saja kami beribadah”(Al Baqarah 138)

Namun yang kita bicarakan adalah karakter, jauh berbeda dengan sifat, yang bisa kita rubah, jadi tidak ada lagi akhwat judes, suka ngerumpi, berkata kasar hingga menyakiti saudara dengan alasan itu semua karena dari “sononya”…..atau akhwat yang kelewat tomboy, memang ada beberapa akhwat yang terlihat “gagah” atau suka mengenakan sepatu kets, namun sangat berbeda bila kasusnya adalah menggagahkan diri karena ingin disebut tampan?(maksud lo?) ya itu, kadang kita suka disebut akhwat kesatria sehinga menggagah gagah kan diri, baik cara berjalan ataupun saat berbicara. Atau akhwat yang kelewat tangkas sehingga selalu membantah qiyadah dengan alasan ia berkarakter kritis.nah lo?

4. Exclaim

Menyerukan. Aslih nafsaka, wad’u ghairaka

Perbaiki diri sendiri lantas seru orang lain, kalau kita selalu menunggu perbaikan diri lantas baru menyatakan kesediaan untuk menyeru atau menjadi seorang murobbi, sampai kapan gituuuu?, ingat, kita bukan orang suci, namun orang orang yang insya Allah selalu memperbaiki diri, dan saat kita menyeru kepada orang lain yakinlah saat itu akan seiring juga dengan usaha kita untuk memperbaiki diri, dan jangan putus asa dengan ampunan Allah, teruslah bertaubat dan tingkatkan ibadah, jadikan orang orang di sekitar kita cermin, antum akan tahu kondisi ruhiyah antum dengan memperhatikan sikap saudari saudari antum. Maka saat antum merasa jauh dari saudari saudari, cek lagi kedekatan antum dengan Allah. Tips yang mudah bukan. Kita akan tahu posisi kita di sisi Allah dengan melihat posisi Allah di hati kita.ok ukhtyfillah?

5. Patient

Patient disini bukan sakit, tapi sabar. Saat kita merasa kaki ini tak kuat lagi berdiri disini, yakinlah itu bukan karena kita lemah, namun karena kita tidak menyerahkan semuanya pada si pemilik semua kemudahan, mengadu saja padanya bahkan seorang Rosullullah saja mengadu pada Nya saat ia merasa goyah, apalagi kita, mungkin ada saatny kita merasa saudara sadara kita tidak mengerti kondisi kita, atau kita merasa tak sanggup memikul sebuah amanah, jangan berbalik saudariku, jika kita keluar dari jalan ini, hidayah tuhan mana yang kita harapkan, jika saja Allah mencabut nikmat iman dan hidayah ini dari hati kita, tuhan mana yang sanggup mengembalikan?

Tiap kita pernah putus asa, tiap kita pernah lemah, namun tak berarti itu menyurutkan niat kita menuju cahaya Nya.ALLAHUAKBAR!!!!!

Sesungguhnya semua ini adalah jua sebuah cermin diri bagi ana. Keep spirit, keep fight saudariku.

Dapet dari sebelah

Yang Sesungguhnya Diinginkan Cewek/Cowok

Filed under: Umum

Berikut ini adalah hasil jajak pendapat yang diambil oleh Allan & Barbara Pease dari 15 ribu orang pria dan wanita berusia 17-60 tahun.

Menurut para pria, apa yang dicari wanita dari pria?

kepribadian

tubuh atletis

rasa humor

kepekaan

ketampanan

Pada kenyataannya, apa yang dicari wanita dari pria?

kepribadian

rasa humor

kepekaan

kecerdasan

tubuh atletis

Dari kedua daftar itu bisa kita simpulkan bahwa kecerdasan dan segi-segi batiniah lainnya (yang menempati urutan nomor 1-4) ternyata jauh lebih dicari wanita dari pria ketimbang ketampanan dan segi-segi lahiriah lainnya. Makanya, kalo ada cewek cantik kok mau berjodoh ama cowok yang gak tampan dan kurang atletis, jangan heran dan jangan iri! Mungkin saja, si cewek nemuin kepribadian yang memikat, rasa humor, kepekaan, dan kecerdasan pada diri si cowok. Terus, menurut para wanita, apa yang dicari pria dari wanita?

kecantikan

bodi indah

dada indah

pantat besar

kepribadian

Pada kenyataannya, apa yang dicari pria dari wanita?

kepribadian

kecantikan

kecerdasan

rasa humor

bodi indah

Dari kedua daftar itu bisa kita simpulkan bahwa banyak cewek salah-sangka. Mereka mengira, para cowok sangat menghendaki keindahan lahiriah wanita. (Kepribadian hanya menempati nomor lima, sedangkan nomor 1-4 semuanya mengenai keindahan lahiriah. Mungkin ini gara-gara media massa yang gencar mengeksploitasi daya-tarik seksual wanita.) Padahal, pada kenyataannya, para cowok lebih mengharap kecantikan batiniah wanita daripada lahiriahnya. (Kepribadian di posisi pertama, kecerdasan dan rasa humor di posisi ketiga dan keempat.)

Untuk semua Akhwat

Filed under: Umum

Kriiiing, kriiiiing,kriiiiing, pak pos lewat tepat di depan sekumpulan akhwat yang sedang LIQO’ ( ngaji ), tiba-tiba pak pos menghampiri mereka
“assalamu’alaikum”
“waa’alikumussalam” jawab akhwat serempak
“afwan, ukhti… ini ada surat untuk mujahidah” kata pak pos
“ooooh… syukron pak”
“ya.. afwan” jawab pak pos singkat, sesingkat beliau mampir ke tempat itu
“assalamu’alaikum” pamit pak pos
“wa’alaikum salam” jawab jilbaber serempaktak sabaran merekapun membuka surat yang baru saja di terimanya
bereweeeek, sebuah amplop berwarna pink di sobek, lalu seorang murobbiyah pun membacanya, dan mutarobbbiyah khusyu mendengarkannya

“ assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh “ seuntai kata dari surat itu mulai di baca
“wa’alaikum salam warahmatullahi wabaraktuhu” jawab jilbaber lagi-lagi kompak
“ukhti… yang di nantikan syurga “ satu persatu murobbiyah mulai mengalirkan kata-kata surat yang di bacanya

Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu,mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang di idamkan bahkan bisa jadi kierudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan

Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak) menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu

Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya ksasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu

Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa seklaipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.

Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuahnmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.

Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa) mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang entum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang snagat mengerikan yaitu maksiat

Ukhti…cantiknya wajahmumu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu

Ukhti…tundukan pandanganmu yang katuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk beranui menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,

Ukhti…tajamnya tatapanmu yang) menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu teerhadapa warga sesamamu mu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujhaid-mujahidah kevil tertembak mati, atau dengan cuek bebk membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya baerjihad yang di lakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan

Ukhti…lirikan mamatamu yang) menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisny islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berprlikaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam

Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang khalolikmu, antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengiontai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakuakn sejak dari sekarang, kapan lagi coba….

Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keleuargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sesombong itukah haitmu, lallu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu

Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin) infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosongdan menghawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan, maukah antum di beri rizki sepelit itu.

Ukhti…rutinnya halaqahmu tidak) menjamin serutin puasa sunanah senin kamis yang antum laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semanga tr uhani tanpa di sadari turun drastic, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi

Ukhti…manisnya senyummu tak) menjamin semanis rasa kaishmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi… antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memrlukan dakwah

Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin) keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,

Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah antum senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?

Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga) yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu

Ukhti…masih ingatkah antum terhadap pepatah yang) masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu

Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah) satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu.maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu

Ukhti…muhasabah yang antum lakukan masihkah) terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhalk busuk mu di lupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik

Ukhti…pernahkah antum) bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu inging mencari is tri yang solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah

Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan) hinggap dalam diri antum,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu o0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah,

Ukhti…apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasa n belaka karena merasa berkerudung besar la

Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat) perhatian semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang laing, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang sautu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain

Ukhti…dirimu) menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan is tri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan i tri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi is tri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang

Selesai membaca, tak terasa murobbiyah dan mutarobbiyah pun mengeluarkan butiran-butiran halus dari matanya, mereka menangis, meratapi dan muhasabah bersama dalam liqo’atnya….

Mudah2an bermanfaat……..
dari blog sebelah

Dicari kader IT?

Filed under: Umum

Malam ini pukul 00.21 aku masih didepan komputer untuk menikmati berita yang ada. Sampai akhirnya aku ketemu dengan blognya bang adang (cagub DKI Jakarta dari PKS). Aku kaget dan tersentak saat melihat blog itu berikut isinya.
Blog dengan alamat www.adangbenahijakarta.blogspot.com tampil dengan warna putih yang berisikan berita yang membuat para kader dakwah pasti marah! Termasuk aku!
Blognya penuh dengan fitnah yang diberikan oleh si pembuat blog. Bacalah sendiri.
Berbeda dengan blognya Foke (cagub DKI dari 16 ParPol) di alamat www.foke.blogspot.com tampil dengan warna hitam, awalnya situs itu berisi gambar sutiyoso dengan foke akan tetapi malam ini situs tersebut sudah berubah tampilan, karena sudah diambil alih oleh hacker yang menamakan diri dengan Tim Pembela Foke.
Lalu, situs bang adang yang sampai sekrang masih dengan tampilan menjijikan sampai kapan akan dibiarkan? mana para kader yang hebat? apa terlalu sibuk sehingga tidak bisa melihat hal itu?
Ayo, saatnya bela bang adang di dunia maya! Bukan untuk Bang adang, tapi untuk jamaah.

May 3, 2007

hebat, Indonesia masuk rekor dunia!

Filed under: Umum

Aku masih saja duduk didepan komputer. Menikmati dinginnya pendingin ruangan yang lumayan membuatku nyaman, ya karena di luar ruangan memang sangat panas sekali.
Sembari menikmati internet dan membalas pesan yang masuk ke mailbox ku, ku disentakan oleh berita RCTI yang mengatakan bahwa Indonesia akan masuk dalam buku rekor dunia kategori penghancur hutan tercepat di dunia.
Laju percepatan rusaknya hutan di Indonesia sejak tahun 2000 sampai 2005 adalah 2 % pertahun. Sedangkan brazil saja hanya nol koma sekian persen pertahun. Dan Indonesia sebagai penyumbang polusi di dunia. Aku malu!
Malu!
Itu memang kata yang tepat bagiku sebagai warga Negara besar ini. Bagaimana tidak, aku salah satu pecinta alam, sedangkan bangsaku adalah bang perusak hutan tercepat di Dunia.
Ayo semua, bangun! Tegakanlah badan, ayunkan kaki, bersama kita benahi hutan kita. Mungkin kita tidak menikmati langsung hasilnya, akan tetapi anak cucu kita adalah pemilik hutan itu.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer