Resah
Dah beberapa hari ini hidupku dihiasi kemalasan
hampir semua tatanan kehidupanku nyaris lumpuh karena hatiku sendiri
untuk kedua kalinya hati ini tercabik dalam pergulatan bahtera yang bernama “kesucian”
kesucian akan diri,ketika kesucian menjadi landasan utama
ya,landasan utama dan prioritas…
haram menjadi halal,maksiat menjadi pahala,ah semua memang sangat berat bagiku
Yang dinginkan oleh hati,kenyataan berbeda di depan mata
yang tak sudi hati ini berbagi. Kenyataannya sangat berserakan di sekitarku
apakah aku akan asal pilih??tidak!!!
Aku tetap dengan yang terakhir ku tambatkan perahu hati ini
tidak hanya alasan sepenggal rasa,tapi lebih dari itu, tanggung jawab!!
rasa untuk mempertanggung jawabkan atas semua yang terjadi
bukan,bukan,bukan aku sok bertanggung jawab. Bahkan aku nyaris sering khianat dengan amanah
tapi,terkadang jarak yang membuat pertemuan lebih berarti
bahasa hati tak perlu teratur
tapi yang ku mau,asrat jiwa dapat tersalurkan dengan baik
untuk kerinduan atas energi positif yang bernama “kasih cinta dalam ridho Nya”
aku bukan penyair
heh,apalagi pujangga
tapi aku sering berkata dari hati
menyampaikan dari jiwa
hanya dua kesimpulan ketika pesan tak sampai :
1. sinyal frekuensi yang berbeda
2. pesawat penerima dan pengirim yang saling berbeda
aku mungkin lebih condong ke yang pertama, sinyal telah berubah
tidak lagi ke arah yang dulu telah terikrarkan…
***
aku,dengan kesendirianku
padang,26-11-06

