..::My Diary is My Best Friend::..

September 29, 2006

Duh…

Filed under: Umum

Artikel ini membuat ana begitu tersenth,tanpa sadar air matapun berlinang. Siapapun yang membuatnya, Jazakillah khairan katsiran.

Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda:
-Tentang Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda: Cleopatra. Semua dia lakukan (kata ahli sejarah)…atas nama cinta
- Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa… tetap saja:atas nama cinta
- Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya. Ini juga: atas nama cinta.

kata Jalaluddin Rumi: cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih dan dengan cinta, sakit menjadi obat dengan cinta yang mati akan menjadi hidup dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh..

Afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin… salah langkah. Bila aku salah, atau .. artikel ini tak berkenan, mohon maaf. Itu saatnya aku untuk dikritisi… aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih) tolong untuk para ikhwan(atau yang merasa sebagai muslim)

wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, but itu fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami.Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. But, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) but suka karena diperhatikan “lebih”.

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta’aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.

Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra (hiyyaaah_kaget-red), telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label:ta’aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA. Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik. Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu. Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu. Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu. Jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu. Ada beda…persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus…..beda itu bernama “rasa” dan “pemaknaan”

Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah
antum memang bukan Mush’ab
antum juga tak sekualitas Yusuf as.
tetapi antum bukan Arjuna
dan tak perlu berlagak seperti Casanova

karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah: segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa

Tolong, sebelum antum memutuskan untuk mendatangi kami jawab dulu pertanyaan ini dengan jujur:
- setelah 3 bulan antum mendatangi dan menyatakan cinta, antum masih belum siap untuk mengikrarkan dalam sebuah pernikahan?
- ataukah antum maih butuh waktu lebih lama dan meminta kami menunggu, dengan alasan yang tidak syar’i dan terlalu duniawi? kalau jawabannya “YA”,: “SELAMAT” berarti antum lebih pantas masuk surga dibandingkan Ali bin Abi Thalib as.

Dia baru berani mengatakan cinta kepada Fathimah, setelah menikah. Ali, pemuda kesayangan Rasul, tetapi menunggu waktu bertahun-tahun untuk mengatakannya. Bukan karena dia pengecut tentu saja justru karena dia adalah laki-laki kualitas surga…

Tolong, kami tidak ingin menyakiti hati calon suami kami yang sebenarnya. Mereka berusaha untuk menjaga hijab, agar datang kepada kami dalam kondisi suci hati, tetapi kami malah menjajakan cinta kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami kami. Atau antum sekarang sudah berani menjamin bahwa antum adalah calon suami kami sebenarnya?

maaf, wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan. Sebagai saudara kami, tolong, jaga kami. Karena kami akan kuat menolak rayuan preman, but bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.

Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA? Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhoiNYA?

Bukan cuma saat menikah, tetapi saat pertemuan yang juga bebas dari maksiat. Allah Maha Pencemburu, dan DIA Maha Memiliki kami, so…mintalah kepadaNya sebelum mendatangi kami.

—–END—–

September 24, 2006

first day

Filed under: Umum

Hari pertama Ramadhan neh…hihihi….semuanya berjalan lancar
ya..meski agak sedikit berbeda dari yang sebelumnya. tapi ramadhan ini cukup aman dan terkendali (kayak perang aja)
wah..tadinya pengen banyak nulis disini, tapi koq tiba2 jadi malas
pengen keliling dunia dulu ah
mengetahui kondisi saudara2 yang lain yang juga ramdhan

September 20, 2006

Ramadhan ouy

Filed under: Umum

Ramadhan return

Uhk….

Filed under: Umum

memang prosesnya begitu lama
sehingga fitnah pun timbul
bukan..bukan..kami tak bermaksud apa-apa atas proses ini
kami juga ingin cepat

kami memang ‘malaikat’ seperti kalian kira
meski bagaimanapun kami adalah manusia lengkap dengan kelemahannya

memang pantas untuk kecewa atas semua sikap tak “berukhuwah” kalian atas proses ini
aku juga ingin semua menjadi halal dan hilang semua fitnah
tapi…kami hanya bisa berdoa dan berusaha
sisanya bukan hak kami

tugasku hanya memberi informasi semua tentang ini
tapi jika kalian masih seperti itu

aku lebih suka menyerahkan ini kepada Sang Khaliq
biar Dia saja yang menyelesaikan
karena aku bukan apa-apa

*buat semua ikhwah di Fakultasku yang memandang miring atas sikapku untuk menyegerakan mengakhiri lajangku dengan akhwat di “taman” yang sama.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer