..::My Diary is My Best Friend::..

June 20, 2006

Nasyid Qatrunada

Filed under: Umum

Engkau ingin berjuang, tapi tidak mampu menerima ujian
Engkau ingin berjuang, tapi engkau rusak oleh pujian
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak begitu setia kawan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup berkorban
Engkau ingin berjuang, tapi ingin jadi pemimpin
Engkau ingin berjuang, menjadi pengikut agak segan
Engkau ingin berjuang, tolak ansur engkau tidak amalkan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup menerima cabaran
Engkau ingin berjuang, kesehatan dan kerehatan tidak sanggup engkau korbankan
Engkau ingin berjuang, masa tidak sanggup engkau luangkan
Engkau ingin berjuang, karenah isteri tidak kau tahan
Engkau ingin berjuang, rumahtangga lintang-pukang
Engkau ingin berjuang, diri engkau tidak engkau tingkatkan
Engkau ingin berjuang, disiplin diri engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, janji kurang engkau tunaikan
Engkau ingin berjuang, kasih sayang engkau cuaikan
Engkau ingin berjuang, tetamu engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, anak isteri engkau lupakan
Engkau ingin berjuang, ilmu berjuang engkau tinggalkan
Engkau ingin berjuang, kekasaran dan kekerasan engkau amalkan
Engkau ingin berjuang, pandangan engkau tidak diselaraskan
Engkau ingin berjuang, rasa berTuhan engkau abaikan
Engkau ingin berjuang, Iman dan taqwa engkau lupakan
Ya sebenarnya apa yang Engkau hendak perjuangkan…

June 16, 2006

Dien hanya akan dipikul oleh orang-orang yang bertekad “baja”*

Filed under: Umum

Ketahuilah bahwa dien ini hanya akan tegak diatas pundak orang-orang yang memiliki ‘azzam (kemauan) yang kuat. Ia tidak akan tegak diatas pundak orang-orang yang lemah dan suka berhura-hura,tidak akan pernah!!
Dien yang agung hanya akan tegak dipundak orang-orang yang agung pula. Tanggung jawab besar yang sempat dienggani oleh langit dan bumi, pasti akan hanya dipikul oleh ahlinya.
Bagaimana mungkin Islam akan tegak tanpa ‘azzam seteguh ‘azzam Anas Bin Nadhar yang pernah berkata, ‘sekiranya Allah memberi kesempatan kepadaku untuk memerangi orang-orang musyrik niscaya Dia akan melihat apa yang aku lakukan.’
Lalu ia mengikuti perang uhud,bereprang dan gugur disana. Pada tubuhnya didapati lebih dari 80 luka anak panah,pedang dan tombak. Tubuhnya terkoyak tak terkenali lagi. Hanya saudari peremupuannya yang mengenalinya,dari jari-jemarinya(Riwayat Bukhari,Muslim,At Tarmidzi).
Bagaimana mungkin Islam akan tegak,kembali jaya dan mulia tanpa ‘azzam sekokoh ‘azzam Abu Bakaar Ash Shiddiq saat terjadi gerakan murtad massal. Saat itu, ia yang telah lanjut usia dan sangat gampang menangis,dengan ketegaran batu karang berkata “Demi AllAh aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan antara zakat dan sholat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Sekiranya mereka tidak membayar satu iqal yang mereka bayarkan kepada Rasulullah SAW niscaya aku akan memerangi mereka karenanya. (Riwayat Bukharti).”
Ia juga berkata. “Demi Allah yang tiada Ilah yang hak selain Dia. Kalaupun anjing-anjing menyeret kaki istri-istri Rasulullah SAW aku tidak akan menarik mundur pasukan yang telah diberangkatkan oleh Rasulullah SAW dan akupun tidak akan melipat panji yang telah dikibarkan oleh Rasulullah SAW.
Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali mendapatkan ‘izzah tanpa tekad baja seperti tekad Mush’ab bin Umair. Tekad yang membuatnya meninggalkan kehidupan masa mudanya,masa hura-hura,menuju kehidupan yang keras,fakir dan bersehaja. Tekad yang telah menjadikan Mush’ab menjadi pintu masuk Islam nya kebanyakan penduduk Madinah.
Bahkan anda akan merasakan bahjwa Mush’ab adalah pemiliki tekad sampai kematiannya! Ia yang memegang panji dalam perang uhud, tanganya kanannya terputus,sehingga ia mmegangnya dengan tangan kiri. Tangan kirinya pun terputus,maka ia memgang panji dngan kedua lengannya. Dalam seperti itu,Ibnu Qum’ah yang terlaknat menyabetkan pedangnya,dan Mush’ab pun gugur,semoga ALLah merahmatinya. Bahkan lagi, mungkin anda akan merasakan betapa tekad Mush’ab melakat erat padanya. Mush’ab, seorang perlente, para sahabatnya tidak mendapatkan kain yang cukup untuk mengkafani kecuali secarik kain, jika bagaian atasnya ditutup akan tampaklah kakinya, dan jika kakinya yang ditutup akan tampaklah kepalanya!Mmaka Rasulullah SAW memerintahkan mereka supaya menutup bagian kepalanya. Dan menutupi kedua kakinya dengan rumput Idzkhir.
Bagaiamana mungkin Islam akan tegak dan kembali mendapatkan kemuliaan dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad Shalahuddin Al Ayuubi. Tekad yang telah memporak porandakan pasukan salib di Hithin dan mengembalikan ujmat Islam kepada Aqidah yang benar. Setelah hampir saja tenggalam dikegelapan lautan syiah dan kesesatan bathiniyah.
Betapa kita sangat membutuhkan tekad yang dimiliki oleh Shalahuddin Al Ayyubi. Tekad yang telah menjadikan sultan yang agung ini menginggalkan kehidupan para Raja, dan memeilih kehidupan dibawah kemah yang terombang ambing ditiup angin ditengah gurun sahara.
Seluruh hidupnya dia habiskan di terpaan terik dan keringnya gurun pasir dimusim panas serta dingginya angin yang bertiup dan salju yang turun dimusin dingin dia bersama para mujahidin.
Betapa indah penuturan seorang sejarahwan, tentangnya Ibnu Syidad tentangnya, “kecintaan dan rindu dendamnya terhadap Jihad telah meluapi hati dan seluruh persendiannya. Semua pembicaraanya tentang jihad. Semua kajian nya tentang perlengkapan jihad.semua perhatiannya tentang pasukan tempur, semua kecendrunganya terhadap orang-orang yang mengingatkan dan mendrong terhadap jihad. Demi cintanya kepada Jihad Fi sabilillah,I ia telah meninggalkan keluarga, anak-anaknya, kampungnya, tempat tinggal, dan sleuruh negerinya dan rela memilih hidup dibawah kemah yang bergoyang kekanan dan kekiri dihembus angin.
Jika bukan karena Allah menganugerahkan tekad Shalahuddin Al Ayyubi kepada umat ini,niscya Dien umat ini dan juga buminya akan sama rata, tidak tersisa hidup baginya.
Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali mendapatkan kemuliaan dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad Umar bin Abdul ‘aziz, yang lewat tangan Umar Allah memperbaharui kondisi umat dalam waktu dua setengah tahun saja; sampai-sampai dikatakan bahwa se ekor srigala pun berdamai dengan se ekor kambing pada masanya! Ini bukanlah suatu hal yang aneh atau asing kecuali bagi orang-orang yang ilmunya tentang Allah dan SunnahNya terhadap wali-walinya hanya sedikit.
Betapa Islam sangat membutuhkan tekad semacam tekad Umar bin Abdul ‘aziz yang pernah dikirimi surat protes oleh salah seorang pegawainya. Isi surat itu,”sesungguhnya reformasi keuangan yang dilakukan oleh khalifah dan penghapus jizyah dari orang-orang BarBar yang masuk Islam pasti akan mengakibatkan defesit pada kas Negara.”
Maka Umar pun membalasnya sebagai berikut,”Demi Allah,aku benar-benar menginginkan andai semua orang masuk Islam,lalu aku dan kamu kesawah, membajak, dan makan dari hasil jerih payah tangan kita.”
Pada kesempatan lain umar berkata,”sesungguhnya Allah mengutus Muhammad sebagai pembawa petunjuk,bukan penarik pajak.”
Sehubung dengan urgensi tekad inilah Rasulullah SAW memohon kepada Rabb-nya,”ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam melaksanakan perintah dan tekad yang utuh untuk memberi petunjuk.”
Ini adalah pengajaran bagi kita , pendidikan bagi umat islam pada umumnya , dan bagi para aktifis pada khususnya. Untuk itu, hendaknya kita memanjatkan banyak – banyak doa yang agung ini disertai dengan memenuhi faktor-faktor pendukungnya .
Himmah (cita-cita) ,semangat yang tinggi benar –benar menggelegak di dalam dada yang mememilikinya seperti air mendidih dalam kuali.ia akan mendorong pemiliknya untuk terus menerus bekerja dari pagi hingga sore hari , sehingga terwujudlah penuturan imam syafii , bagi rijal (perawi hadis) istirahat itu sama saja dengan lalai.”
Pemilik hummah(cita–cita) yang tinggi akan menjadikan syair yang selalu digemakan oleh Imam Syafi’i berikut ini sebagai motto hidupnya.
Aku, jika aku masih hidup aku pasti akan bisa makan .
Dan jika aku mati aku pasti kebagian kuburannya.
Semangatku adalah semangat para raja, jiwa akullah adalah
Jiwa yang merdeka , yang mellihat kehinaan hanya pada kekafiran
Betapa rijal(laki-laki)harakah Islamiyyah membutuhkan himmah (ciat-cita) yang tinggi itu. Himmah yang tidak mengenal kata mustahil, yang tidak berhenti karena adanya aral melintang ; apa pun itu.
Bukankah himmah telah menjadikan dua orang sahabat Nabi keduanya adalah saudara kandung dan terluka parah dalam perang uhud, salah seorang dari kedua nya mengisahkan sendiri tentang himmahnnya yang tinggi ,”aku dan saudara kandungku sama-sama mengikuti perang uhud bersama Rasulullah SAW. Kami berdua pulang dalam terluka parah. Ketika seorang utusan rasulullah SAW mengummandangkan seruan untuk keluar kembali mengejar musuh , aku katakana kepada saudaraku atau ia katatan kepadaku ,apakah kita akan kehilangan kesempatan berperang bersama Rasulullah SAW , demi Aallah , kami tidak memiliki tunggangan untuk berangkat padahal kami berdua benar-benar terluka parah. Kendati demikian, kami tetap berangkat bersama Rasulullah SAW. Lukaku lebih ringan daripada luka saudaraku ketika ia benar-benar tidak mampu lagi berjalan , maka aku mengendongnya . jika aku kelelahan mengendongnya , iapun berjalan tertatih –tatih , dan begitu seterusnya sampai kami berdua tiba ditempat pemberhentian kaum muslimim,”
Perlu diketahui bahwa hamraul asad, tempat pemberhentian yang ditetap oleh Nabi SAW berjarak lebih dari delapan mil dari kota Madinah!
Saya sendiri sangat takjub dengan himmah Warkah bin Naufal. Seorang yang telah lanjut usia, lemah jasadnya, rapuhnya tulangnya, bungkuk punggungnya dan memutih rambutnya kepada Rasulullah dia berazzam, “sungguh,jika aku nanti mendapati harimu,aku akan menolongmu dengan sebenar-benarnya.!”. lalu ia mendekatkan kepala Nabi kepada nya dan menciumnya.
Warkah bin Naufal yang telah renta itu pernah berharap mendapati masa turunnya wahyu sehingga ia berkesempatan untuk membantu dakwah Rasulullah. Sebenarnya, kata Warkah bin Naufal ini menyisakan pengaruh yang sangat kuat dalam diri saya dan banyak ikhwah. Seorang yang sudah sangat tua menantang dunia dan seisinya demi menolong Rasulullah. Bahkan ia sempat berharap menjadi orang yang pertama kali masuk Islam dan yang pertama kali mengikuti Rasul yang mulia sampai walau mekah terguncang. Itupun tidak cukup! Ia masih meneriakan dengan lantang dihadapan orang-orang musyrik,sekiranya Allah memanjangkan umurnya sampai hari itu tiba,niscaya akan dapat disaksikan upaya dahsyat darinya demi menegakan kebenaran dan membela Rasulullah SAW meski orang-orang kafir menghalangi. Ia tidak takut takut kepada celaan selagi berada dijalan Allah.
Kalimat-kalimat Waraqah benar-benar mengalirkan “darah muda dan semangatnya” didalam dada saya,sesuatu yang selama ini saya dan para aktivis selalu mencari-carinya,padahal saya masih muda. Saya merasa,Waraqah benar-benar siap untuk memerangi dunia se isinya sendirian demi menjaga dan membela Rasulullah SAW yang mulia. Masih banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kisah waraqah bin naufal. Saya berharap semoga Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk menampilkannya dalam sebuah risalah khusus.
Benar juga Ibnul Qayyim yang telah berkata. “Wahai orang yang bersemangat banci! Ketahuilah, yang paling lemah dipapan catur adalah bidak. Namun jika ia bangkit,ia bisa beruba menjadi menteri.”

* Dikutip dari Buku “Penawar lelah pengemban dakwah” karangan Dr.Abdullah Azzam. Penerbit Uswah






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer