Aku menikah…
“Assalamu’alaikum….kaifa haluk akhi? Antum udah siap untuk walimahan?Ini ada akhwat yang lagi cari suami. Antum bersedia Gak. Akhwat itu adalah akhwat jakarta.”
Kata kata itu diberitahu oleh Murrobbi ku beberapa waktu yang lalu. Dia menyuruhku untuk segera menikah…
Ha…aku jadi tertawa sendiri. Apakah dengan kondisi ini aku sanggup untuk menuju bahtera yang mulia itu…
Yang pasti dengan sikap ku sekarang aku mungkin pasti (Insya Allah) sanggup menjalaninya. Tapi kesiapan Maisyahku??? Mo dikasi makan apa anak orang ntar?
Wah..menikah sebuah problema tersendiri bagi banyak orang. Apalagi bagi kalangan Muharrik Da’wah. Banyak dari mereka yang terlalu idealis dalam mencari pasangan. Ya cantiklah..ya kayalah…ya cerdaslah dan lainnya…
Tapi buatku…calon istriku adalah yang orang yang punya binaan (mutarobi) dan seorang harakiyah (aktivis) da’wah. Dan siap untuk menjadi janda,sering ditinggal,dan siap menjadi pengingat ketika aku lupa,menjadi motivator ketika ku lemah….


ayo….. menikah!!!!
he.. he.. he..
kompor kompor kompor….
Comment by sayang — July 28, 2005 @ 3:10 am
menikah merupakan sunah rasul, tapi hendaknya jangan sekedar menikah hanya untuk mematuhi sunah rasul saja tapi menikah haruslah dari lubuk hati yang paling dalam. setelah menikah suami istri harus bisa menyatu dan jangan mengingat2 masa silam supaya tercipta rumah tangga yang rukun dan bahagia. suami istri saling menyayangi, mengasihi, saling mengisi kekurangan. alangkah damainya rumah tangga yang rukun dan saling jujur. rumah tangga yang bahagia itu adalah salah satu tujuan ku.
Comment by gussri dewi — August 1, 2007 @ 12:24 pm