Dear… Ukhti di bumi Allah. Apa kabar? Bagaimana keadaanmu hari ini, apakah sama seperti hari kemarin? Aku berharap keadaan ukhti hari ini lebih baik dari hari kemarin.
“Jadikan hari ini lebih baik dari kemarin.” Adalah sebuah motto yang sedah diketahui semua orang. Juga kalimat berikut ini yang sangat ukhti kenal “Merugilah orang yang yang hari ini sama dengan hari kemarin. Namun apakah ukhti sudah pernah menelaah lebih lanjut, apa maksud dari kalimat tersebut? Bagaimana dengan hari-hari ukhti sekalian? Sudahkah kita samakan visi dan misi kita di jalan dakwah? Jawabannya ada di hati ukhti sekalian.
Betapa jalan dakwah itu penuh dengan duri, dan ujian itu adalah tarbiyah dari Allah. Ukhti semua mungkin sudah tahu itu. Namun apakah kita semua sudah pernah menyelami bahwa medan dakwah saat ini sangat membutuhkan keikhlasan tangan-tangan budi pekerti dari ukhti sekalian. Betapa dengan perolehan 7,3 % suara partai kita di pemilu lalu, menjadikan tugas dakwah sangat membutuhkan keistiqomahan ukhti sekalian untuk melanjutkan perjuangan ini. Karena perjuangan takkan pernah berhenti sampai Allah mengumpulkan kita di Yaumil Akhhir nanti.
Ukhti… Tahukah bahwa kalian adalah orang-orang pilihan yang meneruskan perjuangan ini. Perjuangan yang telah dimulai sejak dekade 1980an, oleh ukhti-ukhti senior yang tetap istiqomah hingga hari ini. Betapa saat ini kita tinggal melanjutkan perjuangan yang telah mereka lakukan untuk dapat menunjukan jati diri mereka sebagai muslimah.
Betapa saaat ini, banyak lahan dakwah di sekitar kita yang menunggu rangkulan hangat kita, menunggu untuk dibina oleh ukhti sekalian. Demi terwujudnya menyarakat Indonesia yang menjalankan Islam secara kaffah. Betapa cita-cita luhur para pendahulu kita, para pendiri negara menginginkan agar kewajiban menjalanakan syariat Islam bagi para pemeluknya terealisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Namun bagaimana sekarang ini? Bagaimana pula dengan tugas-tugas ukhti sekalian? Sudahkah ukhti ikut ambil bagian dalam melanjutkan cita-cita itu hari kemarin dan hari ini? Tanyakan dalam diri ukhti sekalian mulai sekarang. Detik ini juga kita harus yang menjadi nomor satu untuk ikut andil dalam menciptakan masyarakat Islami.
Dikutip dari : pks-jaksel.or.id