BLOG PINDAH
hehehe….Sudah sekian banyak pindah-pindah blog
sekarang mesti pindah lagi,cari suasana baru,bosen ama ini terus
SEE MY NEW BLOG
www.dolla.wordpress.com
hehehe….Sudah sekian banyak pindah-pindah blog
sekarang mesti pindah lagi,cari suasana baru,bosen ama ini terus
SEE MY NEW BLOG
www.dolla.wordpress.com
Esok adalah hari kemenangan, penuh suka cita, semua serba baru.
Wah….katanya kita kembali menjadi fitri/suci.
Kalo boleh jujur, tanyakan pada nurani, apakah kita termasuk orang yang mendapatkan kemenangan tersebut. Setahuku orang-orang seperti itu sangat langka saat ini.
1 bulan diberi kesempatan malah disia siakan, padahal tahun depan belum tentu bertemu.
Dasar manusia!!!
Maaf lahir bathin untuk semua. Thanks for my bro ahmad suryaman yang udah memberi asa cita dalam kenangan indah.
Terkadang kita sering merasa bahwa kita adalah orang yang merugi dalam banyak hal, sering juga kita mengira bahwa kita adalah manusia yang kurang tepat dikatakan beruntung tapi juga kurang pas dikatakan merugi.
setiap kita pasti pernah merasakan semangat yang begitu mendalam, tetapi juga pernah kita mendapati diri kita adalah orang yang sangat lelah dalam beraktivitas. lalu, di posisi manakah kita lebih sering merasakannya.
Saat kita merasa semangat , semua hal rasanya begitu mudah kita lalui, bahkan kita siap menerima tantangan hidup berikutnya ketika tantangan yang ini belum terselesaikan. akan tetapi saat kita merasa letih akan kehidupan, untuk tersenyum pun mahal rasanya.
Seperti diriku, saat merasa rendah, acapkali mata ini berlinang, tapi saat sukses berada di tangan, lebih sering aku merasa bangga.
Hah, setiap manusia punya rasa, setiap manusia punya masa. Mari menata setiap rasa yang ada menjadi lebih bermakna bagi siapa saja, dan mencitpa masa yang lebih berarti untuk diri sendiri. Agar semua lebih bermanfaat.
KU tertawan rasa gelisah dan gundah
saat ku selalu mengingatmu
ku tertahan rasa takut untuk berkata
aku inginkanmu
ku terbawa arus rendah diri
saat mesti selalu mengenangmu
apalagi jika harus berhadapan denganmu
aku sungguh nyaris jadi tak berarti
ku sadarkan diri ini
bahwa aku bukanlah seburuk yang terlintas dikepalaku
tapi keadaan selalu berkata lain
bahwa lintasan itu ternyata ada
ku kembali mengumpulkan sisa-sisa angan dan ‘azzam
tuk kembali menyatakan bahwa aku tak boleh mati
mati akan rasa dan cita yang terpendam
karena kalah dengan keadaan
aku memang bukanlah seorang pangeran
tapi aku memiliki jiwa calon pangeran
jika tidak bisa sendiri ku menjadi pangeran
denganmu bukankah itu bisa diwujudkan?
aku menata kembali hati yang telah berkali terluka
menyusunnya menjadi alunan indah dalam jiwa
mengutarakan dalam gerak keyboard nan suara tak berirama
aku tuturkan dalam kata dan performa bahasa
izinkan aku utarakan, aku mencintaimu segenap dirimu
aku mencintai keagungan akhlak dan tarbiyahmu
aku mencintai cita dan visi dirimu
aku mencintai apa yang engkau cinta ; Rabbi ‘izzati!
in my room, 23;53 WIB
Untuk Bidadari yang aku tak kenal siapa kamu.
Sebenarnya ini udah lama banget, tapi baru sempat nge upload sekarang.
Dapat artikel ini dari email, sebenarnya udah lama seh taunya, tapi malas aja ngeupload ke sini, tapi sekarang mesti deh. Semoga bermanfaat
1. BEKAS BOTOL AQUA
Mungkin sebagian dari Kita mempunyai kebiasaan memakai Dan memakai ulang Botol plastik (Aqua, VIT, etc) Dan menaruhnya di Mobil atau di kantor.
Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai Polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung Zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, Jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, Dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak Dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang Kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol
Plastik.
2. PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang Dapat menyebabkan kanker. Untuk itu Kita punya obatnya yaitu timun yang Disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.
3. UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan Keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang Dan Vitamin C di dalam tubuh Dan berakibat keracunan yang fatal dalam Hitungan jam.
4. MI INSTAN
Untuk para penggemar MI instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) Hari setelah Anda mengkonsumsi MI instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi MI instan. Itu sebabnya mengapa MI instan tidak lengket satu Sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mie instan setiap Hari. Akhirnya Dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena Adanya lilin dalam MI instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa Tubuh Kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) Hari untuk membersihkan lilin Tersebut.
5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-Hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan Dan cenderung dianggap sebagai “pelindung” makanan. Sebetulnya tidak Tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi Kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, Dan informasi. Ada Begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, aitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan.Tetapi tidak semua Bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan Kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
A. Kertas.
Beberapa kertas kemasan Dan non-kemasan (kertas Koran Dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) Melebihi Batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui Saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah Dan Kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak, Saraf Dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis Dan akut. Untuk terhindar dari makanan Yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak Makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng Dan Tempe goreng yang Dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari is penjual, Padahal bahan yang panas Dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale keMakanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di Atas piring.
B.Styrofoam
Bahan pengemas Styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan Yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan Bahwa Styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer Styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran Dan Tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut Juga mampu mempertahankan panas Dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, Mempertahankan kesegaran Dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih Aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang Mengungkapkan bahwa residu Styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu Itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang Terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi Dan reproduksi Manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.
Komisi Pemberantasan Korupsi memang lembaga tinggi Negara yang sudah dikenal banyak kalangan, banyak kasus ternyata ampuh di berikan kepada KPK.
Kasus terbaru yang mampu menunjukan taring KPK adalah penanangkapan anggota Komisi Yudisial bernama Irawady Joenoes. Tak tanggung-tanggung, orang yang ditangkap adalah koordinator bidang pengawasan kehormatan, keluruhan martabat, dan perilaku hakim pada KY. Semua posisi dahsyat untuk ukuran komisi yudisial.
Prestasi besar KPK tak hanya sekali ini saja, sebelumnya KPK juga mampu “melumpuhkan” mantan Ketua KPU dan beberapa anggota KPU lainnya, mantan Gubernur NAD juga tak luput dari hantaman KPK, mantan Gubernur Kalsel, Bupati kutai juga menjadi serangan anti korupsinya KPK.
Seperti yang dikatakan UU, bahwa KPK hanya bertugas selama 4 tahun, tepat Desember 2007 ini, KPK akan memiliki wajah-wajah baru, tentunya prestasi hidup selama 4 tahun belakangan oleh KPK saat ini menjadi lebih indah dengan tertangkap tangannya Irawady. Selamat KPK, terima kasih telah memberikan pelajaran berharga kepada pemimpin Bangsa ini bahwa korupsi memang musuh kita bersama.
Mungkin ini sudah beredar banyak di internet, tapi saya akan sedikit membuatnya jadi lebih mudah.
Ini tentang permainan huruf yang bisa jadi inilah sandi ketika persekongkolan WTC
COBA BUKA Microsoft word, kemudian anda ketik
Q33(33 nya dibuat subscript ya) NY
ingat.. harus huruf besar, ini adalah nomor kode
penerbangan pesawat yang menabrak menara kembar WTC.
kemudian anda blok Q33 NY, dan anda perbesar ukuran
fontnya menjadi 48, setelah itu anda rubah font nya
menjadi WINDINGS. Setelah itu coba anda perhatikan,
menurut anda apa kaitannya dengan tragedi WTC, lihat
kode tersebut…. Aneh kan??? coba sebarkan hal ini,
ini adalah kekuasaan Allah SWT.
berikut gambarnya :
sebelum di ganti :

ketika akhir penukaran font :
Kemaren habis ngadain seminar daerah di unand, trus malamnya aku rillis ke beberapa media, sampe jam 2 siang, aku baru melihat satu media yang merilisnya. Berikut beritanya :
*****
Seminar
BEM Unand Gelar Seminar Soal Pemukulan Wasit Indonesia di Malaysia Cetak E-mail
Fitra Iskandar - Okezone
UNAND - Badan Eksekutif Mahasiswa KM Universitas Andalas (Unand) mengadakan seminar yang bertemakan “Malaysia Salah Ataukah Indonesia Lemah?”.
Berdasarkan rilis yang diterima okezone dari Menteri Luar Negeri BEM Unand, Dolla Indra, Selasa Malam (11/9/2007). Seminar yang dilangsungkan di Gedung E 2.1 Unand, Selasa kemarin menghadirkan pembicara Mahyeldi Anshorullah, S.P (Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat), Surya Budhi, S.H (Kepala Kesbangpol, mewakili Walikota Padang), Pakar Hukum Internasional Unversitas Andalas Mardenis, dan Hendrial (Wasit Karate Indonesia saksi pemukulan wasit karate Indonesia Donald Luther Kolopita di Malaysia).
Seminar ini semestinya dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB, akan tetapi karena keterlambatan beberapa pembicara maka acara terlambat 40 Menit. Acara ini di buka oleh Presiden Mahasiswa Universitas Andalas, Khalid Syaefullah yang juga sebagai keynote speaker.
Dalam Seminar kali ini, panitia juga memutar video permohonan maaf dari Presiden Mahasiswa FEKON UiTM (University Teknologi Mara), Malaysia.(fit)
****
Linknya disini
Hah, tinggal 5 jam kedepan ramadhan itu menyapa, ramadhan yang dinanti itu menguasi dunia, tak ketinggalan Indonesia. Keputusan pemerintah yang mengatakan bahwa ramadhan jatuh pada hari kamis nyaris tak ada yang berbeda kecuali secuil.
Menyimak arti ramadhan tahun ini bagiku adalah sebuah perubahan besar, dibandingkan tahun lalu, maka tahun ini rasanya aku agak lebih leluasa dalam beribadah.
Sungguh, aku lebih leluasa.
aku mungkin tak bisa menuliskan semua tentang ramadhan untuk sementara ini, karena blog ini aku tulis sedang menunggu bus keberangkatan dari padang menuju riau
Kemarin emang berbeda cuacanya dibanding hari ini, jika kemarin sering dilanda hujan, maka hari begitu terik.
Suasana diluar ruangan yang begitu panas membuatku memilih untuk bertahan didalam ruangan saja, sambil duduk termangu di depan komputer, ku coba memutar lagi memori kemarin sore yang begitu menyentuh bagiku.
Kemarin sore, sekitar 1000 Mahasiswa Universitas Andalas tumpah ruah di Auditorium unand untuk mengikuti Training ESQ. Training memang cukup menarik, tapi sayang trainer dan alumni banyak yang OMDO!!!.
Aku hadir disana sebagai peserta, mengikuti setiap rentak irama pembicaraan trainer yang diiringi musik dengan berbagai jenis aliran.
Hari menjelang sore saat beberapa peserta sudah mulai tampak menangis pada bab intropeksi diri, banyak peserta yang sudah meninggalkan rasa malu kepada kawan sebelahnya, isakan, suara takbir begitu menggema di tengah acara ESQ Training angkatan I.
Menangis, ya semua menangis, alumni dan peserta sebagian besarnya menangis, begitu juga aku. Tangisan itu bermula saat trainer bertanya, orang tuamu ataukah Allah yang lebih engkau cintai? di iringi musik trainer mengucapkan betapa besarnya nikmat Allah kepada kita, sering kita meminta ditambahkan rezki, minta diberikan ini dan itu, tapi pernahkah kita meminta cintanya Allah?
Semua lalu tersungkur menangis, aku tidak meski aku juga menangis, sungguh sore itu aku menangis. Tapi tangis bukan seperti yang di ucapkan oleh trainer, tapi aku menangis saat aku menyadari bahwa begitu mudahnya takbir bergema disini, begitu mudahnya acara yang bernuansa islami mengalir disini.
Jika aku membandingkan dengan OSPEK angkatanku, sungguh sangat jauh berbeda, OSPEK angkatanku untuk sholat saja susah, selalu telat jika tak pernah meninggalkannya. TApi hari, OSPEK di kampus malah mengadakan training ESQ.
Sungguh, aku bener2 terharu dan bisa berkata saat itu, begitu besar nikmat Allah, begitu tepat janjinya Allah, bahwa panji-panji Allah tetap akan jaya. Ada atau tanpa kita, disana aku menyadari bahwa sebenarnya peranku kecil, bahkan nyaris tak berarti jika dibandingkan dengan pesatnya perkembangan dakwah di sini.
Tapi dengan peran yang kecil itu perkembangan dakwah begitu pesat, gundah di jiwa menghasilkan satu keputusan padaku ; sesungguhnya bukan islam yang butuh kepada kita, tapi kitalah yang butuh islam. ya kitalah yang membutuhkan islam!!!
Kemarin emang berbeda cuacanya dibanding hari ini, jika kemarin sering dilanda hujan, maka hari begitu terik.
Suasana diluar ruangan yang begitu panas membuatku memilih untuk bertahan didalam ruangan saja, sambil duduk termangu di depan komputer, ku coba memutar lagi memori kemarin sore yang begitu menyentuh bagiku.
Kemarin sore, sekitar 1000 Mahasiswa Universitas Andalas tumpah ruah di Auditorium unand untuk mengikuti Training ESQ. Training memang cukup menarik, tapi sayang trainer dan alumni banyak yang OMDO!!!.
Aku hadir disana sebagai peserta, mengikuti setiap rentak irama pembicaraan trainer yang diiringi musik dengan berbagai jenis aliran.
Hari menjelang sore saat beberapa peserta sudah mulai tampak menangis pada bab intropeksi diri, banyak peserta yang sudah meninggalkan rasa malu kepada kawan sebelahnya, isakan, suara takbir begitu menggema di tengah acara ESQ Training angkatan I.
Menangis, ya semua menangis, alumni dan peserta sebagian besarnya menangis, begitu juga aku. Tangisan itu bermula saat trainer bertanya, orang tuamu ataukah Allah yang lebih engkau cintai? di iringi musik trainer mengucapkan betapa besarnya nikmat Allah kepada kita, sering kita meminta ditambahkan rezki, minta diberikan ini dan itu, tapi pernahkah kita meminta cintanya Allah?
Semua lalu tersungkur menangis, aku tidak meski aku juga menangis, sungguh sore itu aku menangis. Tapi tangis bukan seperti yang di ucapkan oleh trainer, tapi aku menangis saat aku menyadari bahwa begitu mudahnya takbir bergema disini, begitu mudahnya acara yang bernuansa islami mengalir disini.
Jika aku membandingkan dengan OSPEK angkatanku, sungguh sangat jauh berbeda, OSPEK angkatanku untuk sholat saja susah, selalu telat jika tak pernah meninggalkannya. TApi hari, OSPEK di kampus malah mengadakan training ESQ.
Sungguh, aku bener2 terharu dan bisa berkata saat itu, begitu besar nikmat Allah, begitu tepat janjinya Allah, bahwa panji-panji Allah tetap akan jaya. Ada atau tanpa kita, disana aku menyadari bahwa sebenarnya peranku kecil, bahkan nyaris tak berarti jika dibandingkan dengan pesatnya perkembangan dakwah di sini.
Tapi dengan peran yang kecil itu perkembangan dakwah begitu pesat, gundah di jiwa menghasilkan satu keputusan padaku ; sesungguhnya bukan islam yang butuh kepada kita, tapi kitalah yang butuh islam. ya kitalah yang membutuhkan islam!!!
Namanya saja aku tak tau, untuk wajahnya baru 2 atau 3 kali aku melihatnya.
Itu juga dari foto, di dunia maya lagi.
kalo sekarang aku ditanya, coba tunjukan yang mana bidadari itu, aku tak tau menjawabnya.
Bukan karena aku sombong, tapi karena aku merasa tak pantas untuk mengingat bidadari itu.
Meski dengan keterbatasan dalam ta’aruf itu tak membuatku segan untuk menyapanya ketika ku lihat icon onlinenya.
Ya, bukan karena aku lancang, tapi karena memang dia selalu ramah dalam banyak hal.
Dia memang tidak ada setiap saat, tapi setidaknya dia ada pada waktu yang tepat.
Hari ini aku agak gelisah, gak tau deh kenapa.
Ku mencoba untuk online, mencari kawan-kawan untuk berbagi. Tapi aku tak menemukannya.
Kecuali manusia satu ini, mantan ketua keputrian di salah satu kampus di bandung.
Mesti dengan jarak ni, ku merasa ada saudara yang menjadi kawan inspirasi ku.
Ah, kata terakhir ini emang selalu kucari dengan berbagai hal.
Rie, panggilan itu yang selalu aku sebut saat menyapanya, sisanya riana, tapi jarang.
dia memang gak terlalu jelas bagiku, tapi cukup menjadi sahabatku…
Dengannya aku telah bercerita banyak hal, dari ummat sampai “calon ummahat”.
dia tau tipe bidadariku, dia juga tau beberapa hal tentang ku, tapi aku tak pernah tau lebih dari info sekedarnya.
Sudikah engkau yang bidadari menjadi sahabat bagi punggawa ini?
(ku tulis ini saat masih chat dengan manusia mulia ini, akang akan doakan yang terbaik buatmu rie)
Malam udah mulai larut, waktu sudah menunjukan jam 22;37, sedangkan aku masih didepan komputer yang agak butut (gak syukur nikmat bangetseh lo!).
Udah beberapa hari gak ada ide sama sekali menulis, padahal tawaran sudah ada dari penerbit, emang aneh neh. Giliran gaka da tawaran, malah nulisnya jadi lancar.
Tadi nyambut anak2 bisnis internasional dari Universiti tekonologi mara (UiTM) malaysia. Jadi sekarang agak kecapean, tapi karena masih ada amanah yakni nempel pamflet ke kampus, ya begadang dikit, hitung2 pahala dan bersyukur nikmat.
Pas nungguin yang laen, mikir juga buat on line, wah pas udah online, gak ada ide banget, suntuk, buntu. Buat pusing ajah.
Akhirnya yang namanya sumpek itu ilang juga pas ngeliat alamat web salah seorang MyQer’s, akses aja di nikahan.maswahyu.com, tu akhi semangat amat mau nikah, eh si akhwatnya baru di kasi gambar biasa. Hihih…
emang kalo udah cerita tentang nikah dan lawan jenis, gak pernah habis deh, dan gak bikin ngantuk. Hehehe…
Jadi ingat diriku, nertawain diri, tapi…..sama ajah. Hahaha
Subhanallah, kemenangan itu ada di turki saat ini.
Kemenangan partai AKP yang saat ini berkuasa di turki semakin lengkap, setelah menguasai parlemen, menduduki jabatan perdana mentri dan menguasai presiden turki. Kemenangan ini adalah yang pertama sejak kamal attatur la’natullah meruntuhkan sistem khilafah di turki pada tahun 1924 dan menggantinya dengan sistem republik sekuler.
Sejak perubahan menjadi republik sekuler, tidak banyak membawa perubahan atas bangsa turki, justru yang terjadi adalah kemorosotan diberbagai bidang. Dan, di tahun 2001 saat partai AKP memasuki kabinet dan menempatkan Erdogan sebagai perdana mentri, turki mengalami perubahan yang sangat pesat. Pertumbuhan ekonomi turki yang mencengangkan terjadi ketika fase lima tahun erdogan memimpin turki. Sehingga rakyat kelas menengah semakin meningkat di turki.
Kemampuan ekonomi turki yang semakin kuat ini akhirnya menopang posisi tawar turki di uni eropa, penerimaan uni eropa atas turki yang begitu besar tampak terlihat dari list investor terbesar di turki adalah dari UE tersebut dengan jerman sebagai negara terbanyak memiliki investor di turki.
Agaknya kekuatan ekonomi turki yang semakin hebat inilah yang membuat rakyat turki kembali memilih AKP untuk kembali berkuasa di turki, kemangan nyaris telah AKP pada pemilihan parlemen tahun ini justru semakin menguatkan opini bahwa AKP nyaris tak tertandingi meski kaum sekuler melakukan demarketing luar biasa atas AKP, dan militer turki juga mengambil sikap anti kepada AKP. Tapi, rakyat turki tetap menghendaki dipimpin oleh AKP.
Kemengan AKP yang “dicemaskan” militer terjadi juga, AKP duduk sebagai presiden turki yang merupakan simbol negara, sejarah turki mencatat, kurun waktu 50 tahun ini, militer sudah mengkudeta 4 kali pemerintahan, kita akan lihat apakah militer turki juga akan melakukan hal yang sama saat ini, dimana parlemen, perdana mentri dan presiden dikuasai oleh AKP, dan sikap politik AKP selama memimpin diakui bersih oleh banyak kalangan?
apakah ini memang kehancuran sistem sekuler di turki? dimana hanya militer saja sebagai benteng terakhir dari ideologi sekuler turki? Saya melihat kemungkinan turki menjadi lebih baik dari dulu itu sangat besar, ketika Abdullah Gul yang terpilih menjadi presiden sambutan luar biasa disampaikan oleh UE, Presiden rusia, ini mungkin karena kemampuan Abdullah Gul dalam berdiplomasi saat dia menjadi mentri luar negri turki.
Bahkan pelantikan Gul diwarnai sikap positif pasar di bursa efek turki, ini sangat menandakan bahwa turki memang pantas dipimpin oleh AKP yang islam, artinya lagi bahwa ternyata islam mampu menjawab tantangan zaman, apakah islam pantas menjadi pemimpin saat ini?
Kita tidak bicara teoritis, tapi kita bicara fakta realita di lapangan bahwa kemampuan islam melalui ummatnya sudah terbukti. Pertanyaan terakhir, kapankah islam juga memimpin Indonesia, kita mengenal Partai Keadilan Sejahtera yang keislamannya begitu kental.
Ah, ada apa ini? Uang 100ribu habis hanya dalam waktu 3 hari, padahal gak ada agenda besar. Ada apa ya?
Waduh, bulan agustus ini kurang nyaman untuk menulis, meski beberapa hari yang lalu temenku bilang ada tawaran untuk menerbitkan buku.
Sebenarnya aku udah nyelesain buku buat diterbitkan, tapi lagi di edit ama editor yang juga temenku, si sulistiawan. Mudah-mudahan buku itu bisa terbit.
Tapi, meski penulisan kurang lancar, tapi agenda selain menulis udah lancar, lancar banget malah.
Sekarang masalah yang membuatku terpukul pada bulan ini udah selesai, aku bisa konsentrasi kuliah, menjalankan perusahaan dan amanah di BEM.
Duhai Allah…
kenapa kepedihan dan cobaan serupa kembali hadir
bertahun lalu ketika dia hadir yang membuat diriku dan lingkunganku hancur
aku terpukul jatuh pada titik terendah dalam hidup
lalu, dia hadir kembali
apakah kembalinya untuk memukul jatuh diriku lagi?
ataukah ini permainan “indah” Mu?
Jika memang ini ujian naik tingkat bagiku…
rihdoi aku sebagai pemenang atas keadaan.
Hah, mestinya aku tidak berputus asa seperti ini dalam mencarimu bidadari.
Aku sudah cukup lelah tapi dengan sisa sisa tenaga ini akan terus ku mencari dengan jalan yang baik. Aku tetap masih bisa mencarimu meski merangkak.
Memang bidadari hanya untuk pangeran berkuda, bukan denganku yang petarung angkot dan buskota. Tapi, pasti ada bidadari yang menginginkan pangerannya dengan apa adanya. TApi, siapa yang memiliki jiwa dewasa itu?
PASANGAN Adang Daradjatun-Dani Anwar memang kalah dalam pemilihan Gubernur Jakarta. Tetapi, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah ‘memenangi’ demokrasi yang tengah bertumbuh di negeri ini. Mereka kalah amat terhormat. Mereka kalah dengan jiwa besar.
Menurut penghitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI), Fauzi Bowo-Prijanto memperoleh 56,12% suara, Adang-Dani mengantongi 43,88% suara. Sebuah perolehan suara yang sungguh amat mengejutkan. Sebab, sebelumnya berbagai lembaga survei memprediksi jago PKS itu hanya akan memperoleh suara di bawah 27%.
Kekalahan tetaplah kecundang. Tetapi, jangan lupa, Adang-Dani hanya diusung satu partai, sedangkan Fauzi Bowo-Prijanto diusung 20 partai. Perolehan di atas 40% bagi Adang-Dani memperlihatkan betapa berlipatnya suara yang mereka dulang. Ini membuktikan pula betapa berharganya kedua tokoh ini bagi PKS dalam pengumpulan suara di Ibu Kota.
Tetapi, yang menjadi indah bagi demokrasi yang tengah bertumbuh di Indonesia adalah Adang-Dani dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Triwisaksana selekasnya mengakui kekalahan itu. Mereka langsung pula mengucapkan selamat kepada sang pemenang: Fauzi-Prijanto. Padahal, Komisi Pemilihan Umum Jakarta secara resmi belum mengumumkan siapa pemenangnya.
Mereka yakin, perolehan suara itulah angka maksimal. Karena berdasarkan tim pemantau PKS yang tersebar di berbagai tempat pemungutan suara (TPS), perolehan suara Adang-Dani berkisar angka yang dirilis LSI itu. Menerima kekalahan dengan dada lapang, tanpa membuat rupa-rupa alasan dan kambing hitam, terasa menyejukkan. Secara jernih pula PKS menyatakan tidak akan menjadi oposisi, melainkan tetap mendukung Fauzi-Prijanto dengan sikap kritis dan konstruktif.
Sementara itu, di pihak partai yang mengusung Fauzi-Prijanto, sebagai rasa hormat, mereka juga akan segera menggelar silaturahmi dengan PKS. Pihak Fauzi juga berharap apa yang diperlihatkan para elite Jakarta dalam pilkada bisa berimbas kepada akar rumput.
Demokrasi yang tengah bertumbuh, dan masih bopeng di sana-sini, memang perlu banyak keteladanan, khususnya dari para elite. Keteladanan hanya bisa muncul dari sikap dewasa dan rasa hormat kepada sebuah proses.
Bahwa kompetisi kekuasaan selalu memiliki tujuan utama kemenangan, ini sudahlah pasti. Tetapi, kemenangan akan menjadi lebih sempurna jika diraih dengan cara yang elok, yang tidak hanya mengikuti seluruh prosedur dan aturan main, namun juga penuh rasa hormat terhadap seluruh unsur yang terlibat kompetisi.
Pilkada Jakarta memang seharusnya menjadi contoh, tidak hanya di berbagai wilayah lain, tetapi juga bagi para elite nasional. Pemilihan Presiden pada 2004 yang dimenangi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla memang sukses besar sebagai pemilihan presiden pertama kali. Tetapi, ia masih menyisakan persoalan, yakni belum pulihnya hubungan personal antara mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dengan bekas dua pembantunya yang memenangi pemilu itu.
Demokrasi perlu banyak prasyarat. Ia perlu orang-orang terdidik yang punya rasa hormat terhadap perbedaan. Demokrasi perlu pula orang-orang yang berjiwa besar untuk menerima kekalahan, juga pandai mengelola kemenangan.
Pilkada Jakarta yang telah berlangsung indah, haruslah pula berimplikasi kepada hasil yang maksimal. Artinya, kemenangan Fauzi-Prijanto baru benar-benar punya arti jika bisa menjawab berbagai problem Ibu Kota: transportasi yang kian semrawut, banjir yang jadi langganan, kriminalitas yang meninggi, dan jurang kaya-miskin yang kian menganga. Selamat bekerja bagi Fauzi-Prijanto. Terima kasih Adang-Dani.
***
Itu adalah editorial dari media indonesia yang saya kopikan ke blog tercinta ini. Dan itulah memang tampilan adang-dani didepan banyak media. Pernyataan siap menang dan siap kalahnya dibuktikan langsung, dan ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak.
Jika kita melihat di Depok, ketika PKS menang, PKS di gugat. Ketika di DKI PKS kalah, PKS legowo.

Pak adang darajatun, andainya anda adalah kader PKS, ikut liqo’, ngisi liqo’, daurah dan lainnya. Akan saya panggil anda ustadz.

Tidak hanya makanan yang mengandung formali, tetapi beberapa bagian dari kehidupan kita juga mengandung formalin.
Seperti sampo, pasta gigi, sabun dan lainnya. Informasi yang saya kutip dari detik.com yang berisi tentang informasi produk-produk Unilever yang mengandung formalin.
Seperti yang kita ketahui, bahwa unilever adalah salah satu donatur Israel, setidaknya adanya fakta tentang produk yang bermasalah ini dapat menguatkan alasan kita bahwa kita mulai untuk memboikot produk-produk unilever, selain kurang aman, mereka juga donatur teroris.
Ini infornya :
erikut kandungan formaldehyde dalam produk-produk Unilever:
1. Pasta Gigi (batas yang diperbolehkan 0,1%):
- Pepsodent Herbal = 0,04% (0,016% aktif)
- Pepsodent Whitening dengan Perlite = 0,04% (0,016% aktif)
- Pencegah Gigi Berlubang = 0,04% (0,016% aktif)
2. Sabun (batas yang diperbolehkan 0,2%):
- Lifebuoy (sabun cair, Deep Clean Bodywash ActiFresh)= 0,1% (0,04% aktif)
3. Shampo (batas yang diperbolehkan 0,2%):
- Lifebuoy Anti Danddruff = 0,04% (0,04% aktif)
- Lifebuoy Daily Care = 0,04% (0,04% aktif)
- Clear Active Care, Anti Ketombe = 0,04% (0,04% aktif)
- Clear Scalp Oil Control = 0,04% (0,04% aktif)
- Clear Hair Fall Defense = 0,04% (0,04% aktif)
- Sunsilk Strong & Smooth = 0,04% (0,04% aktif)
- Sunsilk Silky Straight = 0,04% (0,04% aktif)
- Sunsilk Clean & Fresh= 0,04% (0,04% aktif)
- Sunsilk Lasting Black Shine = 0,04% (0,04% aktif)
Hasil PILKADA DKI memang sudah bisa
ditebak, Adang-Dani kalah dan Fauzi Bowo
menang.
Tapi ada hal menarik yang patut kita
pikirkan bahwa kekalahan PKS pada
PILKADA ini sesungguhnya adalah kemangan
PKS. Kenapa?
Kita lihat pada PEMILU 2004, PKS hanya
mendapatkan suara 25 % suara, sedangkan
pada PILKADAL ini PKS melalui Adang-DAni
memperoleh 45 % suara. Artinya suara PKS
naik 20 %.
Sedangkan koalisi Jakarta yang pada
PEMILU 2004 mendapatkan 75 % suara, tapi
pada PILKADA ini hanya mampu mendapatkan
55 % suara. Padahal mereka sudah bersatu
menjadi 20 Partai Politik untuk
menghadapi sebuah partai anak muda yang
baru berumur 4 tahun ; PKS.
Sesungguhnya yang kalah cuma satu, yakni
koalisi Jakarta. KIta akan runut
kekalahan mereka.
I. Dari sisi suara pada PILKADA ini.
Seperti yang telah saya tulis diatas,
bahwa suara koalisi Jakarta turun 10 %
dan PKS naik 20 % suara.
2. Jika memang benar tulisan dari
seorang kawan saya tentang black
campaign untuk adang agar warga jakarta
ikut memilih pada PILKADA DKI Jakarta
ini jika tidak ingin Adang menang, maka
dapat dikatakan bahwa ajakan tidak
GOLPUT mereka sukses dan himbauan untuk
tidak memilih adang gagal total, sekali
lagi, semestinya jika himbauan mereka
didengarkan maka suara koalisi jakarta
akan naik, bukannya malah turun.
3. Dari sisi ekonomi
PKS hanya sendiri, FAuzi di usung oleh
20 PARPOL, sedangkan beda dana kampanye
adang-dani dan fauzi-prijanto adalah
satu miliyar, ini artinya kekuatan PKS
dalam sisi ekonomi nyaris sama dengan
kekuatan ekonomi 20 parpol tadi, yang
termasuk disana GOLKAR, PDIP, PAN, PKB,
dan lainnya.
4. Masa depan cerah milik PKS.
Jika pernyataan adang saat konfrensi
pers pada waktu pencoblosan adalah
tetap, dimana adang akan tetap di PKS,
maka dapat kita pastikan bahwa suara PKS
di 2009 untuk daerah jakarta adalah 45 %
tadi. Sedangkan koalisi Jakarta yang
pada 2009 dipastikan akan pecah harus
memperebutkan 55 % suara tadi,
bayangkan, 55 % suara diperebutkan oleh
20 PARPOL, maka akan dapat ditarik
kesimpulan bahwa PKS partai terkuat di
Jakarta saat ini dan 2009.
5. Bergaining PKS semakin tinggi.
Posisi tawar PKS di perpolitikan
nasional naik tajam, setelah dikeroyok
di Pekanbaru, dimana di PILKADA
Pekanbaru PKS juga dikeroyok oleh 20
Parpol dan suara PKS ketika itu
mendapatkan 45 % suara, dan lawannya
mendapatkan 55 % suara.
Pengoroyokan serupa juga dilakukan oleh
parpol yang sama di DKI Jakarta dan
hasilnya pun nyaris sama, padahal
rentang waktu 2004 dan PILKADA DKI
adalah 3 tahun saja. Artinya untuk 3
tahun bekerja, PKS mampu melipatkan
dirinya naik 20 % suara, Jika kita bagi
20 % tadi, maka pertahunnya PKS mampu
menaikkan suaranya sekitar 6,7 %. Dan
untuk 2009 diprediksikan suara PKS akan
naik menjadi 33,5 %, jika kita gabubgkan
dengan suara PKS pada 2004, maka
kekuatan akhir PKS di Jakarta adalah
58,5 % suara. Dahsyat!
6. Terpecahnya partai peserta koalisi
jakarta.
Kita ketahui bahwa 6 gerakan pemuda
milik 6 parpol peserta koalisi jakarta
melarikan suaranya ke ADang, diantarnya
adalah gerakan pemuda ka’bah, atau yang
lainnya. Tentu kekecawaan pemuda di
parpol tersebut bukan tidak mungkin
membuat mereka pindah kandang ke PKS.
Karena melihat kesolidan dan militannya
orang-orang PKS.
setidaknya itu adalah list kekalahan
Koalisi “20 parpol” Jakarta, dan lain
waktu akan saya tulis kemenganan PKS.
Tentu, ada yang menjadi kekalahan bagi
lawan PKS adalah kemenangan bagi PKS
tapi ada juga yang tidak merupakan
kekalahan bagi koalisi jakarta adalah
kemenangan juga bagi PKS.
Suara Fauzi Bowo sudah tidak akan mungkin terkejar lagi oleh Adang Darajatun, PILKADA DKI Jakarta sudah memasuki babak menentukan siapa menang siapa kalah. Untuk secara kasat mata kita akan melihat bahwa PKS dan calonnya dinyatakan kalah, dan Fauzi Bowo serta Koalisi “20 PARPOL” Jakartanya menang.
Tapi, untuk saat ini izinkan saya untuk memberikan analisa berbagai hal terkait PILKADA DKI Jakarta yang menjadi barometer politik Nasional.
***
PKS dan calonnya.
Partai Keadilan Sejahtera adalah partai yang mendapatkan suara pada PEMILU 2004 untuk daerah DKI Jakarta sebesar 24 % atau sekitar 1 juta suara. Suara itu juga yang mengantarkan PKS menguasai DPRD DKI Jakarta. Suara itu juga menjadikan PKS sebagai partai nomor urut satu untuk PEMILU 2004 di Jakarta.
Pada PILKADA DKI ini, PKS melalui calonnya Adang-Dani mendapatkan suara sebesar 1.500.000 atau sekitar 24 %, artinya suara PKS naik 500ribu suara atau naik sekitar 20 % dari suara sebelumnya.
Ini adalah prestasi yang luar biasa, PKS yang dikeroyok oleh 20 parpol bukannya jatuh tersungkur tapi malah tegak naik meninggi. Kenaikan suara ini memang patut untuk diwaspadai oleh semua parpol.
Jika kita menggunakan hitung-hitungan logika matematika, PKS yang kita tetapkan untuk mendapatkan suara pada PEMILU 2009 sejumlah yang sama, sedangkan 20 parpol tadi telah terpecah dan mengambil jatahnya sendiri, maka bisa dipastikan bahwa PKS semakin menguatkan posisinya sebagai partai terkuat di Jakarta. Karena jika koalisi Jakarta yang mengusung Fauzi Bowo telah pecah, maka suara 56 % itu akan dipecah lagi menjadi beberapa bagian, setidaknya akan dibagi untuk parpol yang lulus electoral treshold.
Memang ada sebagian pengamat yang mengatakan bahwa kenaikan 20 % suara PKS melalui calonnya di PILKADA DKI bukanlah milik PKS, tapi bisa dipastikan untuk 2009 itu bisa milik PKS karena pernyataan Adang yang akan tetap pada barisan PKS. Pernyataan Adang ini dilontarkan pada pers disaat hari pemilihan di Jakarta ; 8 Agustus lalu. Jika kenaikan itu adalah milik Adang secara personal.
PILKADA ini juga kembali membenarkan pernyataan para tokoh PKS bahwa PKS adalah partai kader, partai ini juga mengaku memiliki kader terbina dan militan, itu dapat dilihat jernih di PILKADA ini. Lihat saja, kenaikan suara PKS ini memang tidak lepas dari peran kadernya dilapangan, PILKADA kali ini, PKS hanya sendiri, akan tetapi dana yang didapat untuk kampanye hanya berselisih lebih kurang satu milyar dengan Fauzi Bowo yang diusung oleh 20 parpol, artinya kekuatan kader PKS Jakarta nyaris dapat menyamai kekuatan seluruh kader di 20 parpol tadi dalam hal perekonomian. Kenyataan ini juga membuktikan bahwa PKS memang memiliki kader yang militan, sehingga hasil exit pool Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang mengatakan bahwa 17,2 % suara PKS lari ke koalisi Jakarta adalah salah besar.
Sedangkan dari sisi militansi kerja lapangan, Adang-Dani yang hanya berselisih lebih kurang 15 % dengan Fauzi bowo adalah sebuah prestasi besar, ketika kader PKS harus berhadapan dengan 20 macam bendera partai politik, mereka justru dapat meningkatkan suara partainya melalui Adang-Dani.
Sehingga untuk saat ini saya dapat menarik kesimpulan bahwa Fauzi dan PKS menang, dan hanya koalisi Jakarta lah yang kalah.
(bersambung…)
Jangankan mereka, aku yang dipadang ajah cukup tegang melihat perkembangan perolehan suara kedua calon. Sampai pukul 3.15 WIB, suara adang baru 179.549, sedangkan Fauzi 180.428. Untuk saat ini foke memimpin, sejak awal, adang selalu meninggalkan.
Mau liat perkembangannya ?
klik disini
Duh, begitu mendebarkan neh.
Duh, gak kebayang deh sebelumnya kalo blog ini bakalan dikunjungi oleh orang-orang, ya karena memang aku bukanlah seorang penulis terkenal. Lalu buat apa seh orang mengunjungi blog ini.
Lagian, aku disini hanya menumpah isi pikiranku agar tak begitu menumpuk dipikiran yang akhirnya akan mengganggu regedit komputer otakku. Gak lebih dan tidak kurang.
aku hanya menulis pemikiran disini atau terkadang mengkopi tulisan dari blog tetangga, tapi siapa sangka ternyata banyak juga yang minat. Eh, koq jadi sombong? (Istighfar ouy).
Ah, mudah-mudahan tulisan kecil di blog ini dapat memberikan makna positif bagi pengunjung semua, mudah-mudahan ini menjadi ladang amal bagiku dan mempermudah masuk ke surga Allah SWT.
Selamat menikmati menu ala kadarnya di blog ini, selamat menebak karakterku dari tatanan blog, untaian kata, serakan jiwa yang dipungut menjadi sebuah kalimat.
Alhamdulillah…
Setelah sekian lama berjuang, situs yang mengubar foto-foto akhwat akhirnya di delete ama wordpress. situs itu emang berisi foto-foto akhwat yang di edit dan di bumbui foto-foto porno.
Banyak email yang masuk ke saya untuk menghajar situs itu. Tapi emang waktu tidak begitu memungkinkan. Akhirnya saya mencoba menghubungi owner wordpress.com dan menceritakan keberatan saya tentang situs itu.
Alhamdulillah mereka menerima protes saya dan mendelete file-file situs.
Coba aja liat di www.akhwatxx.wordpress.com. Udah gak ada lagi filenya.
emang Enak!!
Wah, sebuah pengalaman yang menarik bagiku ketika berada di wilayah khatulistiwa, tepatnya di pontianak. Perjalanan kali ini dalam rangka Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) III ILMMIPA Indonesia III.
Alhamdulillah setelah beberapa hari melakukan rapat, kami dapat menyelesaikan semua hal yang akan menjadi program kerja bersama. Tapi kali ini, di blog tercinta ini aku akan meletekan beberapa foto yang menjadi saksi bahwa kami pernah bersama.

anggap aja ini sebagai pengantar dari beberapa foto dibawah. Ini didalam museum Kalimantan Barat
Ini foto didalam Istana sultan pontianak, konon nama kota Pontianak berasal dari nama Hantu yang banyak di kota itu sebelumnya. Pontianak = Kuntilanak.

Rame-rame di rumah dayak, nambah ilmu juga.
Huuu…pada kehilangan diriku, aku yang paling atas tu. nginjakin patung dewanya orang dayak./ hihihi, ntar di ruqyah deh

Di Kalimantan itu ada dua suku besar, yang satu dayak yang satu lagi melayu. Nah yang ini foto di rumah melayu
selesai Rapat kerja, kita foto2 deh, asyik banget.
Ini didekat sungai di pontianak.

tugu khatulistiwa adalah ikon dari Kota Pontianak, dan kegiatan RAKERNAS ini bernama KHATULISTIWA EXPLORE
Foto bersama sesaat akan menuju hotel, dan akan melanjutkan RAKER
Udah, segitu ajah dulu. Ntar ditulisin deh pengalamannya disini.
Hari ini, dimulai sudah perjuangan untuk menduduki Jakarta-1. Posisi yang akan mengambil banyak peran untuk melakukan perubahan dalam banyak sektor di Jakarta, dan kehadiran partai dakwah disini adalah simbol bahwa partai dakwah ini telah memiliki kuku yang cukup kuat dan tajam di pentas perpolitikan nasinal. Kenapa perpolitikan nasional? Karena Jakarta adalah wajah Negara ini. Karena DKI Jakarta adalah pusat dari semua elemen Nasional, segala ras ada disana, segala agama ada disana, segala kepentingan ada juga disana.

Foto diatas adalah salah satu foto Bajai Bajuri bersama Adang-Dani yang mengendarai Bajai untuk pergi Gedung DPRD DKI Jakarta guna mengikuti kampanye pemaparan visi dan misi Cagub-Cawagub DKI Jakarta.
Melihat perkembangan politik di Jakarta, terkadang membuatku terharu. Dahulu, tak pernah kebanyakan ikhwah di jamaah ini memikirkan bahwa partai dakwah ini eksis sebelum tahun 2010. Karena memang, rancangan internal bahwa kita akan berpartai pada tahun 2010. Akan tetapi, Allah berkehendak lain, bahwa 1998 kita sudah menambah baju dakwah kita yakni Partai Keadilan.
Percepatannya 12 Tahun, jika kita menghitung dengan rencana awal 2010, tapi lahir pada 1998. Kendaraan sejarah Bangsa Indonesia harus dengan tercengang menyaksikan 50ribuan kader di depan Masjid Istiqlal Jakarta hadir dalam deklarasi Partai keadilan.
Lima tahun kemudian, 2004, sejarah Indonesia lagi-lagi dibuat tercengang dengan naiknya suara Partai Keadilan yang merubah bajunya dengan Partai Keadilan Sejahtera sebesar hampir 700 %. Segala Puja dan Puji hanyalah milik Allah Penguasa Alam Semesta!!.
Hari ini, lebih dari 100 PILKADAL yang diikuti oleh PKS, dimana PKS memenangkannya lebih dari 50 %. Angka ini sungguh dahsyat untuk sebuah partai politik yang orang-orangnya nyaris tak memiliki tokoh nasional, yang kadernya kebanyakan adalah para aktivis masjid, para pemuda yang umurnya berkisar dari 16 tahun an.
***

Wahai ikwah, sesungguhnya tiap-tiap kemenangan yang kita raih saat ini adalah bentuk rahmat Allah kepada kita semua, semua adalah karena pertolongan Allah SWT semata. Kita nyaris tak punya andil dalam kemenangan besar ini kecuali doa dan usaha.
Jika dahulu kita melakukan agenda tarbawi dengan sembunyi, dengan membawa sendal dan sepatu masuk kedalam rumah agar tak dicurigai oleh rezim, tapi hari ini kita melakukannya dengan terang-terangan, bahkan materi, sistem materi tarbawi itu telah dibukukan dengan judul yang beragam.
Ya ikhwatifillah…
Semua memang atas pertolongan Allah, tapi sungguh!. Pertolongan Allah tidak datang bak turunnya hujan dari awan yang datang tanpa pernah kita berusaha mendatangkannya. Tapi, datangnya pertolongan Allah itu karena tingginya keinginan kita agar kalimat Allah tegak di Bumi ini, karena usaha kita yang selalu menjaga nilai-nilai salimul aqidah, shahihul ibadah, ukhuwah dan rasa cinta kita kepada ummat islam ini.
Semua pertolongan Allah itu, pertolongan itu hadir karena kuatnya keinginan kita untuk menjaga kedekatan kita dengan Allah SWT.
Wahai para mujahid dakwah…
Tetaplah dengan ciri khas kita itu, tetaplah dengan karakter dakwah kita yang merupakan karakter islam itu sendiri. Yakinkanlah bahwa hanya dengan doa dan usaha Allah akan mendatangkan pertolongan Nya kepada kita. Bukan dengan meninggalkan keislaman kita Allah menolong kita, bukan dengan menghilangkan budaya tausyiah, ukhuwah Allah akan membantu kita.
Ya ma’syaral ikhwah…
Jangan tinggalkan itu hanya karena keinginan sesaat. Tetaplah disini, dijalan dakwah ini, dijalan para Nabi dan Rasul, jalannya para penghuni Surga. karena memang terlalu banyak alasan kita harus tetap disini, hidup mulia atau mati syahid.
***

Selamat berjuang sahabat, selamat berjuang kawan. Mudah-mudahan usaha kita kan menjadi sebuah nilai untuk mendapatkan tiket ke Jannah Nya Allah SWT.

Sampai pada pertengahan bulan juli ini, aku Alhamdulillah cukup produktif dalam menulis. Meski cuma tulisan apa adanya, setidaknya aku telah mencoba.
Seperti ku baca pada blog seorang kawan yang aku cintai, dia menulis hobinya adalah ; nulis, nulis, nulis….
Aku jadi tersemangatkan dengan gaya dia menuliskan “nulis”. Seolah dia berbisik, mari kita berpacu untuk saling menuliskan apa yang tergambar di otak dan hati ini, aku sambut seruanmu.
menulis emang sasah-sasah gampang, dibilang susah, gak juga, dibilang mudah juga enggak. Tapi emang menulis itu paling enak dari hati. Banyak karya besar atas sastra pada dua abad terakhir ditulis oleh orang yang memang menjiwai setiap tulisannya.
Karya indah tentang suka, cita, duka, cinta, kecewa, penasaran emang akan lahir dari orang yang memang sedang mengalaminya. Tidak dari orang yang sekedar membohongi diri untuk menggambarkannya.
Targetku untuk menerbitkan buku pada tahun ini agak sulit, padahal buku itu telah selesai ku tulis. Tapi memang rasa percaya diriku masih agak kurang untuk menyodorkannya pada penerbit. bantu donk fren.
Hihi…judulnya pasti agak aneh jika dihubungkan dengan karakterku yang kata temen2 agak keras, agak kurang sopan, agak kura deh semuanya.
Tapi emang, aku udah bertekad untuk tidak berjalan dengan lawan jenis kecuali dengan mahram. Sori aja kalo aku agak keras, karena kelembutanku hanya untuk yang mahram.
Pernah seh aku mencoba untuk lembut, tapi malah si akhwat ke ge er an, mending keras, kan akhwat gak ada yang naksir, tul gak?

Huh, tapi emang ada positif negatifnya. Yang jelas, menurutku yang terbaik saat ini adalah bersifat tegas kepada akhwat.
Ada temenku, orangnya cukup lihai dalam memperbaiki komputer, sehingga ada akhwat yang selalu menjadi langganannya dalam memperbaiki komputer. Ya, akhwatnya itu itu aja, kalo gak si F, kalo gak si A.
Hihihi, pernah juga dulu akhwat yang meminta aku memperbaiki laptopnya. Aku cuma perbaiki sekali, sambil ku buat tutorialnya dan masukan untuk belajar sendiri. Trus ku suruh si akhwat untuk membagikan tutorial itu ke banyak akhwat, agar para akhwat gak lagi minta tolong ama ikhwan hanya untuk mendelete virus yang udah menginspeksi komputernya.
Kalo ikhwan bisa, akhwat pasti bisa juga dunk.
Eh, kembali ke judul diatas.
Beberapa waktu yang lalu aku kembali melihat akhi berjalan dengan ukhti dengan agak malu-malu. akhi nya se angkatanku, ukhtinya gak. Tapi, anehnya, meski sudah ketangkap basah dan banyak yang melihatnya, mereka selalu ada alasan untuk mengatakan itu hanyalah kebetulan.
Emang kebetulan kali, kebetulan ketahuan. Hihihi…
Ah, udahlah, semakin malam semakin eror neh, pikiranku masih menggenapkan setengah dien ini. Aku gak tau betapa senangnya aku nanti disaat aku benar2 telah menemukan bidadari yang mulia itu. Hah, jadi tersenyum sendiri.
^_^

Judulnya se asyik banget. Manhaj Haraki (pedoman pergerakan). Alhamdulillah aku udah “wisuda” membacanya. Dua jilid buku telah ku selesaikan dan sekarangpun masih ku ulang-ulangi lagi.
Membacanya sangat asyik, isinya tentang marhalah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menegakan kalimat Allah SWT.
Banyak kisah yang dijadikan ibroh oleh penulis untuk dijadikan acuan dalam bergerak saat ini. Mudah-mudahan anda juga bisa membacanya seperti saya membacanya dengan nikmat.
Selamat membaca, beli aja, murah koq.
Percaya gak kalo dunia ini selalu turun naik layaknya keimanan seorang hamba?
Seperti kata Rasulullah SAW, iman itu turun naik.

Hari ini sepertinya aku mengalami hal yang seperti diatas. Hari ini imanku gak teratur, meski kegiatanku cukup positif hari ini. Aku bersih-bersih kamar sekaligus reinstal komputer kesayanganku yang “belum lunas”. HIhihi…
Tapi gak tau juga kenapa seperti itu, rasanya ada yang menganggu pikiran dan jiwaku sehingga membuatku agak sedikit lemas menjalani aktivitas sehari-hari. Tadi mestinya aku ada acara pembahasan BIMBA di DPD, tapi karena aku begitu bosan dengan jiwaku, aku urungkan niatku untuk berangkat padahal aku telah bersiap sedia.
Malam ini, sebenarnya aku punya akses untuk datang MABIT dikampusku malam ini, tapi aku tidak melakukannya karena dengan alasan yang sama!.
Andainya ada yang selalu menguatkanku!
Alangkah senangnya jika ada yang selalu mengingatkanku ketika aku alpa seperti saat ini.
Duhai Allah, lama ya lagi aku gini? Dah agak susah neh manajemen hatinya. Plis ya Allah, give a true soulmate right now. Plis…
***

Bagai gambar diatas, ku merindukan penyinar itu tatkala hatiku galau. Tentu lebih tepat lentera jiwa bagiku. Karena memang, amanah banyak tapi amniha gak ada. Hiks…
Emang Allah tidak akan menguji hambanya sesuai dengan kemampuannya, berarti kemampuanku masih ok neh. Cuma, lebih cepat lebih deh.
kuamaha?

Jalannya panjang
Penuh dengan onak dan duri
Orangnya sedikit.
***
Itulah gambaran perjalanan yang masih sangat panjang ini. perjalanan yang hanya di usung oleh orang-orang yang memang memiliki mental baja, memeliki bahu yang tangguh. Karena bebanya juga berat.
Perjalanan nan jauh ini tak satupun orang bisa mengukurnya kapan akan berakhir, bahkan, panjangnya perjalanan ini lebih panjang dari usia orang-orang yang berjalanan di atasnya.
Begitu banyak orang yang keluar masuk dari perjalanan ini. Ada diantara meraka yang terus bertahan sampai memang kontrak hidupnya di dunia ini telah habis. Ada juga diantara mereka yang sampai hari ini masih melakukan perjalan ini, dengan nafas yang terbata, dengan kondisi tubuh yang sudah lunglai mereka tetap disini. Karena sebuah tiket mahal hanya dapat diraih dari perjalanan panjang ini.
Tapi, ada juga diantara para musafir yan mengikuti perjalanan ini lantas keluar ditengah jalan dan mencoba mencari jalan lain. Mereka tidak sanggup menghadapi setiap duri yang ada disepanjang jalan ini, mereka tidak kuat tatkala perjalanan masih jauh tapi orang yang berjalan amatlah sedikit, mereka tak mampu bertahan tatkala mereka merasa tak sanggup untuk melewatinya.
Hanya, hanya kesungguhan, ketabahan, perbekalan yang cukup sajalah yang mampu melewati perjalanan ini.
Perjalanan dakwah ini, ya itulah nama perjalanan panjang itu. perjalanan kita untuk kembali menegakan kalimat Allah sebagai satu-satunya yang tertinggi itu.
Tarbiyah, itu juga nama dari perbekalan kita untuk tetap disini. Di jalan ini, dijalan para Nabi dan Rasul. Karena hanya dengan tarbiyah kita mampu untuk tetap berjalan tatkala orang-orang sudah mundur secara teratur dari jamaah dakwah ini.
Surga, tiket ke surga itulah yang kita cari. Tiket yang hanya didapatkan dengan tebusan harta dan jiwa. Surga memang bertingkat, semakin besar titik perjuangan kita maka akan semakin besar peluang mendapatkan surga di level atas. Tapi jika kerja asal, maka surgapun yang sekedar, karena semua orang yang bersyadahat pasti masuk surga.
***
Sungguh perjalanan ini telah membuktikan bahwa orang-orang didalamnya bukanlah orang sembarangan, orangnya sering dicaci oleh musuh-musuh agama ini bahkan cacian dan makian itu berasal dari orang yang pernah berada di jalan ini.
Biarlah kawan, biarlah semua dunia mengatakan kita adalah generasi aneh, kita tak mampu berbuat banyak tatkala kita telah berada cukup menang. padahal, jika kita telaah, di Senayan sana kita hanya 7 %, sedangkan bukan kita ada 83 % lagi. Biarlah, dengan jumlah yang sedikit itu kita buktikan bahwa kita mampu mencengangkan dunia dengan kesabaran dan kuatnya perjuangan kita.
***
Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelah masa
segores luka, dijalan Allah
Kan menjadi, saksi pengorbanan
Allah tujuan kita
Rasul tauladan kita
Al Quran pedoman kita
Jihad jalan kita
Syahid cita kita tertinggi
Camkan itu kawan, yakinkah lah bahwa janji Allah adalah nyata. Bukankah Allah telah mengatakan dalam surat Muhammad : 7 ; Surat At Taubah ; 111.
AH, tak banyak alasan bagi kita untuk pergi meninggalkan perjalanan panjang ini.
Aku tak bisa merubah mui, yang ku bisa mengirimkan doa cinta ku padamu, ku berharap kita dapat bertemu di surga ALlah dalam menatap wajah Sang Maha AGung, Allah SWT.
foto dari internet
Hari ini selasa, aku pergi KP seperti hari-hari sebelumnya. Tapi untuk hari ini aku beda, aku lebih tepat waktu.
Biasanya aku datang pada pukul 10.oo pagi, tapi hari ini aku sudah menampakan wajah pada pukul 7.50 di kantor Badan Pengawasan Mutu Barang (BPMB).
Sudah 3 hari kerja, kantorku agak sibuk, karena banyaknya sampel yang masuk yang membuat aku dan kawan-kawan disana bekerja dengan sibuk sekali. Bahkan untuk dudukpun agak susah.
Sekarang aku mulai menikmati bekerja di Labor meski tidak semua. Tapi cukuplah perkembangannya dari pada dahulu kala. Mudah-mudahan semangat ini tetap terjaga, amin.
Sudah ah, aku udah capek, aku break dulu, c u.
Gak pernah kebayang sebelumnya
Gak nyangka juga seh sebelumnya.
Temen lama ku, temen satu SD, namanya Helen, sekarang sudah menggunakan jilbab. Agak kaget memang. Tapi itulah kenyataan.
Jika aku mengingat foto2nya di FS, yang dia ama pacarnya begitu mesra, aku akan selalu merasa bersyukur.
Dulu waktu dia upload foto dia ama pacarnya dengan adegan yang agak “payah”, aku kritisi dan ngirim email kritik itu kepada helen.
Ah, mudah-mudahan Allah menguatkanmu ukhti…
Moga-moga kamu bisa menjadi akhwat yang lebih baik selalu…
Ukhti, selamat datang di duniamu yang baru…
Untuk para pembuat blog yang menkspose berita bohong tentang akhwat…
Untuk para binatang yang mencoba me edit foto-foto wanita yang ingin menjaga dirinya…
Untuk para pendusta yang mengarang berita bohong tentang kehidupan akhwat…
Untuk kalian yang mencoba mengganggu para akhwat…
Demi Allah…
Aku akan menghajar kalian dengan semua potensiku
Aku akan menghantam kalian dan mengganggu waktu-waktu istirahat kalian
Aku bersumpah untuk terus mengusik ketenangan kalian karena kelancangan kalian.
**Kekesalanku atas banyaknya blog yang menulis berita bohong tentang para wanita yang aku begitu menyanjungnya.
Malam ini aku berputar indah di blog beberapa kawan yang aku duga tidak memiliki blog. Membaca dan mengamati banyak tulisan dari saudara-saudara yang berada di sekelilingku.
Banyak hal yang mereka ungkapkan dalam tumpahan pikiran mereka di blog ini, mulai dari kuliah, perasaan hati, kondisi tarbiyah sampai rumah.
Ada seorang sahabat, yang ternyata begitu merasakan indahnya hidup di wisma, indahnya hidup dengan sistem yang tertata rapi. Memang dulu dia orangnya agak susah diatur, mungkin diarahkan. Ketika di ajak untuk kegiatan dakwah, selalu ada alasan untuk menolaknya. Tapi hari ini, dia sudah berubah, dia sudah banyak merubah pola pikir dan menguatkan komitmen dakwahnya.
Sahabat itu adalah Fajar Wisga Permana. Anak Payakumbuh yang punya bakat di program, design dan seni. Tetap semangat sahabatku, kita akan buat para ikhwah wisma lain cemburu dan iri kepada wisma kita, kita akan tunjukan kepada dunia bahwa kitalah generasi yang akan merubah dunia ke arah yang lebih baik. Kita juga akan tunjukan kepada Hamba-Hamba Allah bahwa kitalah orang yang paling terdepan dalam berjuang di medan dakwah ini.
***
Mengingat semua itu, aku mulai terasa bahwa memang sesuatu yang berasal dari hati akan menyentuh hati. Sesuatu jika dilakukan dengan ikhlas maka akan berbuah dengan buah yang manis.
Aku banyak mengajarkan tentang blog, website, pokoknya IT kepada kawan-kawanku, dan ternyata mereka menyambutnya. Padahal aku tidak pernah berpikir secepat itu mereka menyerap apa yang aku ajarkan. Padahal, aku mengajarkan dengan metode sedikit “cemooh”. Cemooh yang membuat mereka lebih termotivasi.
Aku jadi ingat ketika aku mengikuti LPK (Latsar Pandu Keadilan), aku satu kelompok dengan orang-orang yang anggotanya banyak telah tua.
Bersama kami melewati rintangan selama LPK, push up, kehabisan bekal dalam perjalanan, tubuh yang berdarah-darah, tangan yang terkilir, kaki yang sudah seperti ban mobil. Ya, selama fase itu kami selalu bersama.
Sampai satu ketika, disaat kami sudah mencapai puncak gunung sago yang kami daki selama 24 jam itu, salah satu anggota tim kami yang memang paling lemah diantara kami berucap : terima kasih telah mengantarkan saya sampai ke puncak!.
Deg…hatiku berdegup kencang, kami bersama dari kaki gunung dengan kondisi yang parah, kami selalu saling menunggu tatkala ada yang meminta berhenti, dan itu kami lakukan tanpa pernah kami berpikir bahwa kami nanti akan mendapatkan ucapan terima kasih.
Memang ikhlas itu akan selalu mendatangkan keberkahan.
Rabbi, bantu aku untuk menjaga keikhlasan ku untuk berjuang selalu di Jalan Mu.
Amin.
Indonesia hebat!
Begitulah kira-kira berita yang sedang hangat dibicarakan oleh banyak mania bola di tanah air. Setelah Indonesia bisa mengalahkan Bahrain 2-1 dalam pertandingan di kandang sendiri informasimasi Indonesia hebatpun seolah-olah tumbuh bak jamur di musim hujan.
Kemengan Indonesia memang patut diacungi jempol itu bukanlah sekedar hadiah dari Bahrain, tapi atas kerja keras Bambang Pamungkas dkk, wajah Indonesia dalam persepakbolaan Internasional mulai baik!
Malam ini, Indonesia akan berhadapan dengan raja minyak timur tengah ; Arab Saudi. Tentu kita akan mengaharapan hal yang sama di seantero Nusantara, bahwa tim merah putih mesti menang, mesti!
Doa dan harapan bagi timnas tersebut memang patut kita berikan. Semoga kemenangan atas Bahrain juga akan terjadi atas Arab Saudi.
Tapi saat ini, aku tidak membahas tentang kemungkinan siapa yang akan menang nanti malam, karena aku akan menyibak satu sisi positif dari perhelatan akbar se Asia ini.
Jika selama ini kita sering mendengar dan bahkan menyaksikan sendiri bagaimana kondisi persepakbolaan Indonesia terutama dalam hal suporternya, tentu kita akan malu. Para suporter yang kerap menambah malu tim yang didukungnya dengan prilaku kurang santun itu kini tampaknya cukup akur saat ini, saat pertandingan Sepak Bola se Asia tahun 2007.
Sering kita menyaksikan tawuran antar suporter yang kurang senang atas kekalahan timnya atau cuma sekedar menampakan kehebatannya di hadapan pendukung tim lain. Jak Mania mungkin salah satu suporter yang ada kita dengar terlibat tawuran dengan pendukung lainnya. Tapi untuk saat ini, tampaknya mereka akur, mereka bersahabat.
Bahkan pada salah satu kantor berita yang cukup terkenal di Negeri ini menyebutkan bahwa ketika kedatangan suporter tim nas dari daerah lawan, para Jak Mania menyambut kedatangan mereka dengan akrab, dengan penuh persahabatan.
Itulah memang yang patut kita ambil sebuah hikmah, bahwa untuk menyatukan beberapa elemen para penggila bola itu cukup bangkitkan rasa cinta mereka kepada timnas Indonesia tercinta.
Semoga keakraban yang mulai terbangun saat ini, bukanlah sekedar keakraban semu yang tidak bertahan lama, kita tentu berharap bahwa persahabatan penggila bola antar daerah ini dapat bertahan meski kekalahan tim daerah mereka dikalahkan oleh tim daerah yang lain.
Selamat berjuang TIMNAS INDONESIA, TIMNAS MERAHPUTIH.
Setelah badminton, kami berharap kalianlah pengharum nama Bangsa berikutnya
Eh, sekarang diluar panas, hampir gak titik untuk menyejukan badan.
Akhir-akhir ini suhu di Kota Padang emang panas, membuatku gerah untuk keluar dari rumah jika bukan karena urusan yang terpaksa.
Magangku di Badan Pengawas Mutu Barang emang dah mulai dengan kerja yang sangat banyak. Untuk tiga hari pertama memang aku tidak merasa seperti magang. Tapi mulai hari ini aku juga udah merasa seperti mahasiswa yang lagi magang.
Tugasku disana adalah menguji minyak pala yang diberikan oleh perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikat untuk eksport.
Hari jum’at memang khusus minyak pala, dan kerjaannya juga belum selesai, baru selesai 50 %. Hari senin juga banyak kerjaan, minyak baru udah masuk dengan kerja yang lebih berat. Wah, jadi hari senin kerja ku meningkat 150 % dari hari jum’at.
Hari jum’at aja aku gak bisa duduk dalam bekerja, gimana hari senin? wah wah wah….
Doakan aku kuat ya
Begitu banyak kita melihat orang di sekeliling kita yang kerap berubah seiring dengan berubahnya waktu.
Ada diantara mereka yang menjadi baik tapi juga banyak yang menjadi kehilangan jati diri.
Perubahan itu memang banyak faktor, tapi kali ini aku akan mengambil satu dari sekian banyak faktor itu, faktor itu yang memang kerap dijadikan perubahan drastis pada diri seseorang ; cinta!.
Ya, cinta kerap memang merubah orang lain. Ya cara berpikirnya, cara dia mendefenisikan kehidupannya.
Ada yang berpendapat bahwa cinta adalah kesucian, lalu ada lagi yang mengatakan cinta adalah persahabatan dan defenisi yang lain.
Bagiku, cinta memang adalah persahabatan yang tak perlu kenal awalnya. Karena waktu akan mengenalkan kita akan cinta itu.
Seperti antara Rakyat Indonesia yang membela saudaranya di Palestina, tak perlu kenal dengan bangsa Palestina secara rinci untuk membantunya. Karena kita cinta mereka sebab iman.
Atau seperti kisah yang di abadikan ; romeo-juliet. Banyak orang yang tertarik akan cinta dua makhluk ini yang meskipun akhirnya kurang bagus.
Aku lebih tertarik mengabadikan bagaimana cinta Seorang insan yang memiliki banyak istri, ya istrinya lebih dari 10 orang.
Dia memang memiliki istri yang banyak, tapi perlu dicatat, bahwa dia memiliki istri yang banyak dimulai setelah dia kehilangan Sang Kekasih. Sang Kekasih yang membelanya ketika semua orang mengusirnya, memberinya senyuman yang tulus ketika semua orang menampakan kemarahan kepadanya, memberika semua hartanya ketika semua orang memboikotnya. Sang Kekasih itu Khadijah dan Dia itu adalah Nabi Muhammad SAW.
Ya, Sang Baginda tak menikah selagi Sang Kekasih masih hidup. Itu salah satu defenisi cinta secara kondisional.
Lalu, dimanakah defenisi cinta itu?
Apakah kita hanya mencinta tatkala seseorang itu menjadi tokoh? menjadi idol? lalu tatkala popularitasnya mulai pudar, begitu juga kadar cinta kita?
Pernah seorang kawan bertanya kepadaku, bagaimana pendapatku jika aku di ajak untuk kenalan oleh seorang gadis yang ingin menikahimu?.
Hehe, aku seh gampang. Aku sadar dengan potensi dan kondisi diriku. Dan untuk menjawab ajakan kenalan si gadis, aku akan menampilkan sosok aku yang serba minus, ya penampilan kurang menarik, ya gaya yang kurang asyik, pokonya minus deh.
Karena bagiku, ketika seseorang mencintai kita tatkala dia tau kita sedang lebih banyak minus daripada plusnya, maka insya Allah cinta itu adalah cinta nan ikhlas, ikhlas bukan karena apa-apa.
Tapi ketika ada gadis yang jatuh cinta kepada kita dan juga ingin menikah dengan kita tatkala kita menjadi seorang tokoh dilingkungan kita, saat dia tau kita memiliki nama yang lebih baik, maka tatkala “ujian” itu datang, tatkala kita menjadi minus, dia tidak akan terlalu mencintai kita seperti awalnya.
Bukankah Rasulullah dinikahi oleh khadijah karena kesederhanaan, bukan kekayaan.
Ya, mereka, pasangan yang mulia itu menikah atas percayanya khadijah atas Sang Al Amin.
Kawan, ceritakan cinta itu menurut kalian?
Dari obrolan dengan seorang ikhwah di
suatu malam, tibalah obrolan kami ke
arah sebuah frase bernama JIL, alias
Jaringan Ikhwan Liberal
yah, mungkin agak aneh juga sih, tapi
kalo dipikir2 lebih lanjut bisa ada
benarnya juga, meski nggak secara
keseluruhan.
contohnya, kata beliau,
1. sudah meninggalkan ghadhdhul
bashar karena katanya kurang membaur,
2. nggak pacaran tapi punya gebetan,
3. snobbies,
4. lebih lancar kalo muroja’ah
lagunya paris hilton, judika, agnes
monica, terry, nidji, linkin park, good
charlotte, sampai samson n dewo nineteen
ketimbang muraja’ah Al-Qur’an,
yaumiyahnya amburadul acakadut badut,
5. manajemen ‘afwan’ yang
keterlaluan,
6. males mbina,
7. kapok syuro karena pendapatnya
tidak diakomodir,
8. kebanyakan komen daripada eksyen,
9. demen banget nonton ndeso wal
katro atau siaran langsung bola tengah
pagi ketimbang mengkaji islam (bukan
berarti nggak bolah sama sekali, tapi
setidaknya ada keadilan lah),
10. dikotomi dakwah dengan politik,
“Ane mau liqo tapi nggak mau terikat
dengan tanzhim/ masalah partai (seolah2
dakwah adalah miliknya), dll (na’udzubillah)
dan obrolan yang berakhir menjelang
tengah malam itu, tertariklah satu
simpul yang sama2 kami sepakati bahwa,
“Memang perjalanan kita masih panjang
dan tugas kita masih banyak”.
“…maka kelak Allah akan mendatangkan
satu kaum yang dicintai dan mencintai
Allah, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang2 muknmin, bersikap keras
terhadap orang-orang kafir. Yang
berjihad di jalanNya dan tidak takut
terhadap celaan dan yang suka
mencela…(QS. Al-Maidah : 54)”
“Jika Allah menghendaki, Niscaya Dia
akan membinasakan kamu dan mendatangkan
makhluk yang baru ( untuk menggantikan
kamu). Yang demikian itu tidak sulit
bagi Allah” (QS. Al-Fatir : 16-17…)
***
Artikel ini dari buletin friendster seorang kawan. Ada benernya juga tuh?
Gak jelas deh, akhir-akhir ini aku kurang bisa konsentrasi. Pikiranku selalu bercabang, badan agak lemas terus, pengennya di kamar trus.
Duh gejala apa ya?
Sejauh ini, semua amanah masih aman dan terkendali, sesuai dengan target, tapi kenapa amalan yaumi terganggu?
Duh, kasih semangat dunk!
Hari ini pertama kali aku memasuki wilayah kerja, kerja di laboratorium yang menguji kualitas barang untuk eksport. Badan pengawas mutu barang nama tempat ku bekerja.
Selama bulan juli ini aku akan menjadi karyawan tetap disana, di tempat yang sering aku temui dalam bab inti ; labor.
mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagiku, karena hari ini aku hanya merenung, karena gak ada kerjaan.
Rabbi…
Terpengkur kubersujud diantara malam-malamMu yang penuh rahasia..merasakan akan keagunganMu pada setiap detik syukurku akan setiap kejadian yang kualami yang memberikan makna dalam…sangat dalam…berharap sebuah jawaban kutemui dalam teguh keyakinan dan kemantapan dalam diri seorang manusia namun sungguh tak bijak bila waktu terus mengejarnya yang membuatnya bimbang, sebabkah diriku?
Rabbi…
Kuakui akan kelemahanku sebagai seorang manusia yang tak berdaya, penuh harap padaMu tuk berikan yang terbaik..tuk berikan keikhlasan…tuk berikan keyakinan…tuk berikan kesabaran..dan kekuatan bahwa hati tak pernah berbohong..
Rabbi..
Biarkan keraguan menjadi saksi atas gejolak hati yang menjadikan sebuah jalan tuk menjadi penentu akan berakhirnya cerita malam ini. Biarkan ia yang menjawab akan rahasiaMu..karena KAU tahu akan apa yang terjadi dlm diriku, karena KAU tahu apa yang ada dalam hatiku, karena KAU yang memegang hidupku dan matiku… Biarkan ikhlas ini terbang bersama harap agar teguh cintaku padaMU.. Biarkan hati ini berkata, biarkan angan ini melayang, sementara aku disini menunggu..
Rabbi..
Hanya niat yang kupasrahkan tuk menggapai kesucian cinta walau ku tak punya kuasa akan diriku atau siapapun.. kubersyukur bisa merasakannya, bisa memberikannya, walaupun kutau ini tidaklah seberapa dibanding cintaMU. Biarkan ku disini… ditepi danau ketabahan, duduk dan tersenyum sambil menanti.. akan sebuah keputusan..
Kutahu cobaan ini berat..namun inilah perjuangan sesungguhnya.. sabar dan bersabar.. ya Allah, jadikanlah aku orang yg berarti bg orang lain, dibaguskan lisanku, dilembutkan hatiku, ditundukkan pandanganku, dan ditinggikan akhlakku.. ku tak meminta apa2.. hanya jagalah cintaku padaMU
Ah, mestinya ini tahun lalu aku lalui, tapi ternyata Allah mengabulkannya tahun ini.
KPST atau Kuliah Praktek Sains dan Teknologi adalah sebuah mata kuliah wajib di jurusan ku ; kimia!
Mestinya aku tak memilih ini, karena selain ini juga ada KKN yang menjadi pilihan pertama bagiku tahun lalu. Aku ingin sekali KKN.
Karena KKN (kuliah kerja nyata) bagiku adalah real kerja kita dilapangan, ya kerja dakwah, ya kerja penyuluhan bagi masyarakat, ya kerja membangun bangsa dan diri. Lalu apakah KPST tidak seperti itu?
Tentu tidak, KPST di tempatku ini menurut informasi dari temenku, dia adalah tempat yang sangat nyaman dalam berdakwah, tempat dimana orangnya sering bertanya atau berdiskusi tentang ke islaman. Tempat dimana aku tidak terlalu repot untuk menjadi “orang lain” disana.
Mudah-mudahan KPST ku ini yang pertama ku alami dalam seumur hidupku dapat menjadikanku lebih dalam hal akademis, karena jujur aku akui bahwa aku bukanlah orang yang terlalu memperdulikan akademis, entahlah, aku juga tak tau mengapa!
Mudah-mudahan dalam KPST ini aku dapat memiliki link baru yang dengannya dapat menambah wawasan bisnisku. Maklum, setahun ini perusahaanku macet karena orang tuaku tak ridho.
Besok KPST ouy!!!
Hehehe…
aku gak tau harus memulai dari mana
yang jelas malam ini aku mencari di google, blog yang berisikan tentang cinta.
aku akan masukan ke blog ini jika memang sesuai kriteria.
hihi…
ada yang lucu
ada yang mengharukan
ada yang happy ending
ada juga yang sedih
pokoknya komplet soal cintanya…
1. Kami sulit menahan pandangan mata ketika melihat kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian para akhwat dengan kerudung yang membentang.
2. Kami juga sulit menahan pendengaran kamiketika berbicara dengan kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan oleh ALLAH suara yang merdudengan irama yang mendayu, karena itu tegaskanlah suara kalian, dan berbicaralah seperlunya
3. Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati kalian para akhwat, ketika kalian dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian
4. Kami juga ingin terus dekat dengan kalian para akhwat, tapi maaf bukan karena apa-apa tapi lebih karena dorongan “itu”, kata dokter sih ada hubungannya dengan hasrat kami, makannya kami selalu mencari cara agar bias untuk terus dekat dengan kalian, apakah itu dengan telefon, sms, chatting, bertemu muka, apalagi klo kalian mau menjadi pacar kami(ehm….ehm…) minimal kami bias berpegangan tangan dengan kalian, karena itu pertama nasehatilah kami akan azab allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.
***
Dari IPB
Seketika mata tua itu berbinar senang seraya menatap anak laki-lakinya. Terlintas di pikirannya, gubuk kecil ini akan penuh dengan limpahan kebahagiaan. Ditemankan seorang gadis cantik yang kelak menjadi menantunya, hingga terbayang pula celoteh, canda dan tawa cucu-cucu yang memenuhi setiap sudut rumah.
Ditatapnya kembali pemuda tanggung yang berdiri dengan gagah di depannya. Ia telah tumbuh besar, bukan lagi bocah kecil yang dulu sering dijewer telinganya saat nakal. Tak pula sepotong kue yang disodorkan akan membuatnya menghentikan tangisan.
Bocah ingusan itu telah dewasa, bahkan terlihat lebih dewasa dari usianya. Sorot matanya tajam laksana elang, rahang kukuh dan ditumbuhi cambang, serta tubuh yang tegap bagaikan prajurit yang tak sabar menanti genderang perang ditabuhkan.
Seakan tak percaya pada sekian waktu yang telah berlalu, tangan yang telah keriput dimakan usia itu bergerak perlahan menyentuh wajah di hadapannya. Lalu dielusnya dengan lembut, penuh dengan selaksa cinta. Paras wajahnya mewarisi ketampanan asy Syahid, suaminya tercinta.
Ia memang telah dewasa dan saatnya telah tiba untuk menikah, hati kecilnya bergumam bahagia.
*****
Sepekan pun berlalu dalam guliran usia dan waktu. Seiring itu pula, alunan bacaan al Qur‘an semakin terdengar merdu dan syahdu. Hampir setiap saat, lelaki itu selalu bersama mush-haf al Qur‘an kecil yang tak pernah